Wabup Syaefudin Terima Aspirasi Pedagang, Tunda Revitalisasi Pasar Desa Kedungwungu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Langit terik tak menyurutkan langkah puluhan pedagang Pasar Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Selasa pagi (15/7/2025). Dengan wajah penuh harap, mereka datang ke Pendopo Kabupaten Indramayu. Bukan untuk berdemo, tetapi menyampaikan suara hati: permintaan penundaan rencana revitalisasi pasar desa mereka. Rabu (16/7)

Pasar yang telah menjadi sumber penghidupan bagi warga selama bertahun-tahun itu, menurut para pedagang, belum memerlukan pembangunan ulang secara menyeluruh. Mereka hanya berharap ada perbaikan kecil, seperti drainase yang kerap tersumbat saat hujan turun.

“Kami bukan menolak pembangunan, tetapi kondisi pasar masih layak. Yang paling penting sekarang adalah memperbaiki saluran air. Ekonomi sedang kurang bagus, kami pedagang  mohon kebijaksanaan,” ungkap seorang pedagang dengan tegas.

Mereka disambut Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Wakil Bupati Syaefudin, yang dengan hangat membuka ruang dialog di ruang kerjanya. Bagi Wabup, mendengar dan memahami adalah langkah pertama untuk mencari solusi bersama.

“Saya apresiasi kedatangan bapak ibu sekalian. Aspirasi ini akan segera kami sampaikan kepada Pemerintah Desa Kedungwungu agar bisa ditunda dulu revitalisasinya, sambil mencarikan jalan tengah yang terbaik,” ucap Wabup Syaefudin. 

Tak hanya menjanjikan komunikasi, Wabup juga mengajak para pedagang untuk tetap berjualan dengan tenang dan menjaga suasana kondusif, agar roda perekonomian terus berputar dan pasar desa tetap hidup sebagai pusat ekonomi masyarakat.

“Pasar Kedungwungu ini punya potensi besar. Dengan kekompakan dan semangat warga, kita bisa jadikan pasar ini magnet ekonomi baru di Anjatan dan sekitarnya,” tambahnya.

Pernyataan Wabup disambut hangat. Beberapa pedagang mengangguk lega, sementara yang lain tersenyum harapan mereka tak sia-sia.

Usai pertemuan, para pedagang meninggalkan Pendopo dengan langkah yang lebih ringan membawa pulang secercah harapan bahwa suara mereka didengar, dan nasib mereka diperjuangkan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Mahasiswa PMII Indramayu Desak DPRD Terapkan Perda Pasar Tradisional dan Pengelolaan Sampah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Indramayu menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Kabupaten Indramayu pada Kamis, 15 Mei 2025. Aksi tersebut menuntut penerapan dua Peraturan Daerah (Perda) penting, yakni Perda tentang Pasar Tradisional dan Perda tentang Pengelolaan Sampah yang dinilai mandek implementasinya. Minggu (18/5)

Demonstrasi dipimpin langsung oleh Ketua PMII Indramayu, Budi Hendrawan. Dalam orasinya, ia menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat, terutama dalam pengelolaan pasar tradisional dan penanganan sampah di Indramayu.

“Hari ini kita berdiri di tempat yang seharusnya menjadi rumah aspirasi rakyat. Namun hingga Mei ini, kami menilai DPRD belum menunjukkan keseriusan mendengarkan suara mahasiswa dan masyarakat Indramayu,” teriak Budi dalam orasinya yang disambut sorak massa aksi.

Aksi sempat diwarnai ketegangan saat massa mencoba mendekati gerbang utama gedung DPRD. Terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga. Pagar utama DPRD sempat terlepas, namun situasi segera dikendalikan oleh pihak keamanan. Setelah itu, aksi berlangsung kembali secara kondusif.

Mahasiswa akhirnya diterima untuk berdialog dengan sejumlah anggota DPRD. Namun, menurut peserta aksi, dialog tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan. Mereka menilai aspirasi yang disampaikan belum mendapat tanggapan konkret dari wakil rakyat.

“Kami datang dengan tuntutan yang jelas, tapi jawaban yang kami terima masih normatif. Ini menunjukkan bahwa DPRD belum sungguh-sungguh dalam menyelesaikan persoalan rakyat,” ujar salah satu orator.

Sebagai bentuk ketidakpuasan, demonstrasi terus berlanjut hingga malam hari. Sekitar pukul 18.30 WIB, massa membubarkan diri secara tertib dan berkumpul di area Sports Center Indramayu untuk mengevaluasi jalannya aksi. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyepakati untuk merencanakan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Ini belum selesai. Kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Perda ini harus dijalankan demi keadilan sosial bagi masyarakat Indramayu,” tegas Budi Hendrawan menutup pernyataannya di hadapan para peserta aksi.

Aksi ini menjadi penegas bahwa mahasiswa tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan daerah yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Harga Beras di Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara Masih Stabil

TAPANULI UTARA.radarinformasi.com- Harga Beras di Pasar Tradisional Pasar Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, masih stabil, tidak mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Pantauan radarinformasi.com di pasar Siborong-borong,harga beras dijual pedagang berkisar diharga Rp.13.500 hingga Rp.14.000/Kg nya, Kamis (29/02/24).

Salahsatu pedagang beras di Pasar Siborong-borong, bermarga Simorangkir mengaku harga beras saat ini masih stabil belum mengalami kenaikan yang sangat tinggi seperti di kabupaten lain.

“Saya jual dengan harga bervariasi, mulai dari harga Rp. 13.500 sampai Rp.14.000/Kg nya. Ini masih harga normal,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Boru Togatorop pengecer beras di sekitaran Pasar Tradisional Siborong-borong, Ia mengatakan harga beras yang dijual saat ini masih tetap pada harga lama tidak mengalami kenaikan. Menurutnya harga beras kemasan yang biasa di beli di harga Rp 14.000/kilogram atau Rp.70.000/kemasan 5 kg.

“Beras banyak macam soalnya yang biasa sehari-hari, seperti beras premium masih saya jual Rp.14.000/kg, ini masih harga normal kok,” ungkapnya.

Reporter : Reno H
Redaktur : Dewi