Eks Karyawan Telkom Nekat Bisnis Wifi Ilegal untuk Meraup Keuntungan Pribadi

BOGOR.radarinformasi.com- Pria dengan inisial Yon asal Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor -Jawa Barat ini nekat menyalurkan jaringan Wifi ilegal ke para pelanggannya, dengan modus berlangganan paket kuota internet (bandwidth) dari penyedia jasa internet (ISP) PT Telkom Indonesia sebesar 100 Mbps, Senin (12/06/23).

Yon mengaku menjual kembali kuota WiFi miliknya itu kepada pelanggannya. Setiap pelanggan mendapatkan alokasi internet dengan beban biaya yang bervariatif setiap bulannya sesuai dengan jumlah Handphone yang didaftarkan.

Saat Awak Media mencoba menggali informasi terkait penyebaran WiFi Ilegal tersebut, seorang Warga yang juga sebagai pengelola WiFi milik Yon menjelaskan bahwa, “Saya tidak tau apa-apa termasuk perijinannya, saya hanya ketitipan, yang punyanya pak Yon, saya hanya menjual voucher kepada warga dengan nominal sesuai waktu yang ditentukan, bagi yang mau ambil paralel per bulan di kenakan biaya berkisar antara Rp.200.000,00-Rp.300.000,00, semua tergantung jumlah penggunanya untuk lebih jelasnya silahkan hubungi pak Yon, rumahnya dekat masjid yang di atas”.

Seperti yang kita ketahui, praktik menyediakan layanan internet tanpa izin termasuk sebagai tindak pidana, seharusnya hanya penyelenggara telekomunikasilah yang bisa menyalurkan akes jaringan internet ke pelanggan, hal tersebut juga telah diatur dalam Pasal 11 dalam Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Sementara itu Yon saat ditemui di kediamannya mengatakan bahwa Ia hanya berniat membantu warga, mengingat jaringan di daerah tersebut kurang bagus.

“Niat saya hanya membantu warga karena disini sangat sulit sinyal, saya paham koq aturan tersebut karena saya adalah exs karyawan Telkom, untuk saat ini pelanggan saya juga cuma sedikit, paling penghasilan sebulan tidak banyak, sekitar Rp.1.500.000,00, ya buat bantu-bantu bayar aja, saya juga kan kerja ini ga sendiri tapi sama rekan mekanik Telkom juga”, ujarnya.

Masih menurutnya, “Disini juga banyak koq yang seperti saya dan saya menjalankan bisnis ini belum lama, paling sekitar 6 bulan yang lalu”.