PERTEK Objek Wisata Lanjutan Wisata Gunung Galuh Situ Menteng

BOGOR.radarinformasi.Com – Tim Pengembangan Bisnis Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor yang dipimpin Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Agus Suhendar, melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Wisata Gunung Galuh Situ Menteng di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Leuwiliang Petak 26 BKPH Jasinga-Leuwiliang administratif Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Jumat (14/07/2023).

Ikut serta pada kesempatan tersebut Asisten Perhutani/KBKPH Jasinga-Leuwiliang Ade Soma, Komandan Regu Polhutmob Endi Kuswandi, Kepala Subseksi Pengembangan Bisnis Edi Sunardi beserta Staf Chairil Anwar, KRPH Leuwiliang Rahmat Darso beserta jajaran, Staf Perencanaan Anang Kuncoro W dan Khoidir Bahari dan Staf Hukum, Kepatuhan & Komunikasi Perusahaan Ginanjar R.
Sementara dari pihak Wisata Gunung Galuh Situ Menteng hadir Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tumaritis Herman dan anggota LMDH, Ketua Desa Wisata Bantar Karet Yosep Ibrahim dan Kepala Desa Bantar Karet Khotib.

Menurut Agus Suhendar kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan agenda rutin Tim Pengembangan Bisnis KPH Bogor, sebagai pertimbangan tekhnis (Pertek) atas pengajuan kerjasama mitra kerja baru, maupun mitra kerja lama yang mengjaukan perpanjangan kerjasama.

“Wisata Gunung Galuh Situ Menteng ini sebenarnya sudah dilakukan kerjasamanya sudah lama, namun dengan munculnya pandemic Covid-19 lokasi sepi pengunjung, sedangkan potensi destinasi wisata ini cukup bagus dan menarik untuk dijadikan sebagai wisata harian, selain letaknya berdekatan dengan Geopark Pongkor, sarana prasarana juga sudah tersedia, diantaranya bangunan aula, MCK, shelter, mushala, rumah makan, kolam renang, permainan air”, ujarnya.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, “Kami mengakomodir permintaan terkait perubahan nama wisata yang sebelumnya, yaitu Wisata Gunung Galuh Situ Menteng menjadi Wisata Gunung Dahu Situ Menteng, pengelolaannya pun ada pergantian, sebelumnya bersifat personal oleh Wahyudin dan untuk saat ini atas nama Destinasi Desa Wisata Bantar Karet”.

“Dan untuk kedepannya perpanjangan pengelolaan objek wisata dapat dilakukan sesuai regulasi Perhutani, penyesuaian dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Negosiasi dilengkapi “Company Profile Wisata” disertai Analisis Bisnis atau Usaha untuk gambaran bisnis wisata kedepannya, agar memperkuat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Budaya dan Pariwisata, dalam upaya meningkatkan pengembangan potensi dan kemajuan kepariwisataan”, pungkasnya.

Herman selaku Ketua LMDH Tumaritis berharap kerjasama ini bisa diperpanjang, selain upaya untuk memberdayakan peneningkatkn ekonomi masyarakat desa, anggota LMDH khususnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Bantar Karet Khotib mengatakan juga berharap Perhutani KPH Bogor menyetujui pengajuan perpanjangan Kerjasama LMDH, agar Wisata Gunung Dahu Situ Menteng dapat aktif Kembali, hal ini berkaitan dengan rencana program pemerintah Kabupaten Bogor melalui Disbudpar, yang ingin membuat Menara Pandang di sekitar Wisata Gunung Dahu Situ Menteng, nantinya daerah ini merupakan bagian dari Geopark Pongkor.

“Kami berkomitmen kedepannya akan membantu mengembangkan destinasi Wisata Gunung Dahu Situ Menteng, kedepan wisata ini semoga menjadi salah satu destinasi wisata sehingga adanya pendapatan semua pihak”, harapannya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Distanhorbun Bantu 500 Bibit Durian Matahari Untuk LMDH Cikutamahi Jonggol

BOGOR.radarinfornasi.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor diwakili Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jonggol, Ade Soma menyaksikan penyerahan bantuan bibit durian matahari sejumlah 500 pohon  dari   Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, diserahkan oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah XII kepada kelompok Lembaga Maayarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Cikutamahi dan Kelompok Tani Cikutaraharja, pada hari Rabu (27/06/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut Koordinator Penyuluh Pertanian Tera Kertana, Asper, KBKPH Jonggol ,Ade Soma beserta  KRPH Cariu dan Tinggarjaya, Komandan Regu (Danru) Polhutan Mobil KPH Bogor, Aparat Pemerintahan Desa Cikutamahi sekaligus Kooordinator Gabungan Kelompok Tani Hutan ( Gapoktan) Desa Cikutamahi, Saefudin.

Budidaya tanaman durian matahari rencana akan ditanam dilahan kawasan hutan yang telah dikerjasamakan oleh masyarakat, petak 2 RPH Cariu, BKPH Jonggol KPH Bogor. Durian jenis matahari memiliki bentuk bulat dan dagingnya kuning dan sangat manis, baunya pun tidak menyengat dan yang mengejutkan lagi, bisa berbuah dan panen 2 hingga 3 kali dalam setahun.

Dalam kesempatan tersebut Tera Kertana  menyampaikan, bahwa bantuan bibit tersebut dialokasikan untuk kelompok tani yang sudah bermitra dengan Perhutani.

“Semoga para petani menjaga amanah serta ditanam pada kawasan hutan dengan jumlah disesuaikan luas garapannya, sehingga buah durian matahari kelak   menjadi  komoditas unggulan kelompoknya”, harapnya.

Administratur Perhutani KPH Bogor  melalui  Ade Soma selaku Asper diwilayah Jonggol menyampaikan apresiasinya atas  bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor bagi mitra kerja yang mengelola kawasan hutan Perhutani.

“Semoga bantuan ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sebagaimana Hak dan Kewajiban yang disepakati pada  Kesepakatan Kerjasama”, ujarnya.

Lebih lanjut Ade Soma menyatakan Kegiatan penanaman bibit durian matahari agar dilaksanakan dengan pola Agroforestri, dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan menjaga tanaman pokok kehutanan”, ujarnya.

Sedangkan Ketua Kelompok Tani Cikutaraharja Sahim alias Adul menyampaikan ucapan terimakasih kepada Distanhorbun Kabupaten Bogor, dengan bantuan berupa bibit durian matahari ini.

” Kami selaku mitra Perhutani KPH Bogor  akses memanfaatkan lahan kawasan hutan dengan pola  agroforestry akan kami laksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama dan tetap menjaga tanaman pokok yang ada”, ungkapnya.

Reporter  : Maulana
Redaktur  : Dewi

Perhutani Bogor Fasilitasi Pembentukan Koperasi Usaha Wisata Gunung Dago

BOGOR.radarinformasi.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor memfasilitasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Cendana yang merupakan mitra usaha dalam pengelolaan Wana Wisata Gunung Dago di Parung Panjang, membentuk koperasi dengan dilakukannya penandatangan akta notaris koperasi usaha Wisata Gunung Dago di Aula KPH Bogor, pada hari Jumat 23 Juni 2023.

Penandatanganan dilakukan oleh 9 orang pengurus koperasi, dipimpin Rustam sebagai Ketua, Eka Taufan sebagai Wakil Ketua, Nurul Fauziah sebagai Sekretaris, Mirnawati sebagai Bendahara I, Siti Choerunisa sebagai Bendahara II, Asep Suryadi sebagai Hubungan Masyarakat (Humas), Mohamad Najib sebagai Ketua Pengawas, Jaenudin sebagai Anggota Pengawas dan Hafizudin sebagai Anggota Pengawas dengan Notaris Elis Permasih, disaksikan Kepala Subseksi (KSS) Kemitraan Produktif Agustin Darsono mewakili Administratur KPH Bogor.

Ketua Koperasi Usaha Wisata Gunung Dago yang juga merupakan Ketua LMDH Wana Cendana Rustam menyampaikan ucapan terima kasihnya atas fasilitasi dan bantuan KPH Bogor dalam penandatanganan Akta Notaris dalam rangka pembentukan Koperasi Usaha Wisata Gunung Dago,

“Selanjutnya akan kami daftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk legalitasnya dan kedepan semoga kerjasama dapat terjalin lebih baik, dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak secara berkelanjutan”, harap ketua Rustam.

Administratur KPH Bogor Ade Sugiharto Ketika dihubungi membenarkan kegiatan tersebut dan mengatakan bahwa LMDH adalah mitra kerja Perhutani yang dibentuk karena adanya program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), LMDH Wana Cendana adalah salahsatunya.

“Mengacu pada SK Direksi 760 tahun 2018 tentang salahsatu ketentuan mitra Perhutani yang harus memiliki legalitas hukum, maka implikasi hal tersebut adalah semua mitra usaha Perhutani harus memiliki badan hukum, dan koperasi adalah salah satu opsi sehingga ke depan seluruh mitra kerja berbadan hukum”.

Lebih lanjut Ade Sugiharto menyatakan ” ini merupakan upaya untuk terus mendorong proses percepatan implementasi Perhutanan Sosial melalui Program Kemitraan Produktif dengan membentuk entitas bisnis yang berasal dari masyarakat desa hutan dan tujuan dari Program Kemitraan Produktif ini adalah untuk meningkatkan produktivitas sumberdaya masyarakat desa hutan dan sumberdaya hutan yang berada di wilayah pengelolaan Perhutani KPH Bogor”, pungkasnya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Polres Bogor Adakan Apel Siaga Satkamling Hadir Polhut Perhutani Bogor

BOGOR.radarinformasi.com – Perum Perhutani (Kesatuan Pemangkuan Hutan) KPH Bogor menghadirkan 1 regu Polisi Hutan (Polhut) pada acara Apel Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di Markas Polres Bogor, beserta anggota Kepolisian Polres Bogor, serta undangan lainnya, pada Rabu (20/06/2023).

Apel  Satkamling dipimpin Iman Imanuddin Kapolres Bogor, bermaksud sebagai kesiapsiagaan unsur Penegak Hukum, baik Kepolisian, TNI, Satuan Pengaman (Satpam) serta unsur mayarakat menjelang Pemilihan Umum tahun 2024 yang akan datang.
Dalam kesempatan tersebut Iman Imanuddin menekankan pentingnya sinergitas antara petugas dengan warga agar terciptanya keamanan yang lebih kondusif.

“Untuk mendukung hal tersebut revitalisasi Satkamling perlu dilakukan terlebih menjelang Pemilu tahun 2024, Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) harus ditingkatkan”, ujarnya.

Administratur KPH Bogor melalui Endi Kuswandi Komandan Regu (Danru) Polhut menyatakan,  sebagai bentuk kerjasama dan hubungan baik selama ini, Perhutani KPH Bogor ikut hadir dalam apel kesiapsiagaan Satkamling sejumlah 10 personil.

“Menjelang tahun politik 2024 yang akan datang, menjaga ketertiban serta rasa nyaman merupakan suatu tanggung jawab seluruh masyarakat, terlebih anggota Polhut KPH Bogor memiliki interaksi yang kuat di wilayah sekitar kawasan hutan maupun di dalam kawasan hutan. Ini suatu kewajiban yang harus dilaksanakan, baik pada saat patroli maupun pada saat bersosialisasi tentang manfaat ketika gangguan keamanan hutan dapat dikendalikan dengan baik, tentu saja atas dukungan masyarakat sekitar kawasan”, ujarnya.

Reporter  : Maulana
Redaktur  : Dewi

Dirut Perhutani Tinjau Lokasi Kawasan Hutan Yang Dimohon PT. Garimca Yomm Indonesia

BOGOR.radarinformasi.com – Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro melakukan kunjungan kerja ke lokasi permohonan penggunaan kawasan hutan melalui  mekanisme persetujuan kerjasama untuk jalan akses PT. Garimca Yomm Indonesia, pada Selasa (20/6/2023).

Lokasi yang dimohon sebagian wilayahnya masuk pada wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, tepatnya berada di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jonggol, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Gunung Karang petak 1D dan 2A1,  administratiff Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Divisi Regional (Kadivre) Jawa Barat dan Banten Asep Dedi Mulyadi beserta jajaran, Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto  dan perwakilan Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) I Bogor.

Dalam kesempatan tersebut Wahyu Kuncoro  menyatakan bahwa kunjunganya dalam rangka meninjau secara langsung terkait permohonan yang diajukan oleh PT. Garimca Yomm Indonesia serta memastikan prosedur atau mekanisme yang ditempuh  dilaksanakan dengan baik, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ketentuan tersebut antara lain Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 tahun 2021 tentang Perencanaan Kehutanan, Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, serta Penggunaan Kawasan Hutan.” ujarnya.

lebih lanjut Wayu Kuncoro menyatakan, “Perhutani akan membantu pihak yang mengajukan permohonan penggunaan kawasan hutan sesuai peraturan dan kewenangan serta akan diteruskan kepada Kementerian LHK sebagai pihak yang mengeluarkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan”, ujarnya.

Reporter  : Maulana
Redaktyr  : Dewi