Kadinsos Kota Bogor : Apapun Alasannya Mesin EDC tidak boleh dipinjamkan, Kasih Sangsi ke yang Meminjamkannya….!!!

Kadinsos Kota Bogor : Apapun Alasannya Mesin EDC tidak boleh dipinjamkan, Kasih Sangsi ke yang Meminjamkannya….!!!

BOGOR.radarinformasi.com – Carut-marutnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berada di E-warong Mekar Mandiri mengundang perhatian banyak publik, pasalnya kerumunan yang terjadi menjadi sorotan warga sekitar, sebanyak 800 KPM yang disatukan akhirnya kerumunan tak bisa diuraikan, ditambah lagi pengiriman komoditi terjadi keterlambatan sehingga KPM harus berjejal dan mengantri dengan alasan takut tidak kebagian lagi seperti sehari sebelumnya, Senin (22/11/21).

Alek selaku TKSK Bogor Utara menjelaskan bahwa tidak benar adanya “Agen Bayangan”, hanya saat penyalurannya disiasati dengan dibagi dua tempat agar tidak terjadi kerumunan.

“Jadi dulu di dua warung itu agar tidak terjadi penumpukan karena masa PPKM Darurat, makanya diambil inisiatif di dua tempat,
karena memang dulu kan ada penambahan KPM, makanya KPM nya di pisah, untuk nama yang satu Agen dan satulagi E-warong agar memudahkan penyebutan karena tempat yang dipakai adalah calon agen yang sedang di proses pengajuan agennya”, jelas Alek.

Agen yang dimaksud dulu (lokasi belakang honda), kini sudah tidak difungsikan lagi, karena menurut keterangan memang belum terdaftar dan belum memiliki mesin EDC, sehingga waktu penyaluran yang terdahulu meminjam mesin EDC agen/E-warong lain.

Mendengar hal tersebut, Kadinsos Kota Bogor pun angkat bicara, dalam keterangannya via telpon Ia menjelaskan bahwa, “Penyaluran BPNT harus sesuai dengan Pedum, jangan sampai merugikan KPM, untuk jumlah KPM yang melampaui batas coba tanya pihak terkait dan mesin EDC yang sebelumnya pernah dipinjamkan itu ga boleh, coba lapor ke BNI biar yang meminjamkan juga kena sangsi, kita akan kroscek juga ke E-warongnya”.

Red

800 KPM E-warong Mekar Mandiri Berjubel Antri Sembako BPNT, sebagian KPM pulang dengan Tangan Kosong

800 KPM E-warong Mekar Mandiri Berjubel Antri Sembako BPNT, sebagian KPM pulang dengan Tangan Kosong

BOGOR.radarinformasi.com – Sejumlah permasalahan dalam penyaluran Bantuan Langsung Non Tunai hingga saat ini masih terus terjadi, tentu saja hal tersebut “PR” Dinas Sosial, banyak pelanggaran terutama dalam hal pelanggaran Pedoman Umum dan kurangnya evaluasi terhadap pemasok terkait komitmen 6T (tepat sasaran, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu dan tepat administrasi), Jum’at (16/11/21).

Seperti halnya yang terjadi di Kelompok Usaha Bersama Jasa E-warong Mekar Mandiri yang beralamat di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, saat penyaluran terjadi kerumunan dan mengganggu fasilitas umum (Japak) untuk aktivitas masyarakat lainnya, karena dalam E – warung tersebut terdapat 800 KPM sedangkan komoditi terjadi keterlambatan dalam pengiriman, sehingga warga harus berjubel dan mengantri, bahkan ada warga yang sudah mengantri dari pagi hingga sore hari, terpaksa pulang dengan tangan kosong, karena keterbatasan jumlah komoditi.

“Kemarin (Rabu, 17/11) saya antri dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore, tetapi saya harus pulang kecewa karena sembakonya habis, suruh balik lagi hari ini, tadi pagi saya kesini tapi belum ada juga dan suruh balik lagi abis dzuhur, tapi ini juga belum datang, padahal kartu saya udah digesek dari kemarin, kalau dulu dibagi dua tempat jadi ga antri dan ga jauh tapi ga tau kenapa sekarang disatuin semua kesini, tuh sekarang jam segini baru datang tapi tetap berasnya belum ada, besok suruh balik lagi ambil beras, jadi boros ongkos”, keluh KPM.

Nouval sendiri selaku Penyalur dari PT.Brader menjelaskan bahwa, “Ini miss komunikasi, karena PO dibuat katanya untuk hari Jum’at ga tau tiba-tiba berubah hari ini, selain itu juga akses jalan yang sulit membuat penyaluran lambat, seharusnya 2 jam bisa selesai ini bisa memakan waktu sampai 5 jam, kita angkut pakai troli ke dalam karena akses jalan yang sempit”.

“Ini pertama saya menyalurkan komoditi ke tempat tersebut, dulu penyalurannya bukan disitu tapi di belakang honda, ternyata baru ketauan bulan kemarin, bahwa di Bantarjati itu ada agen bayangan yang belum terdaftar dan tidak memiliki mesin EDC, agen bayangan ini bisa ada karena adanya rekayasaya dari salah seorang pendamping PKH Kecamatan, sebenarnya kan ada dua penyalur di Bantarjati itu”, jelas Nouval.

Masih menurutnya, “Saya ga tau bagaimana penunjukan E-warongnya, kenapa tempatnya sulit dijangkau, sedangkan masyarakat sekitar juga tidak ada yang mau membantu untuk mengangkut, mungkin kurang koordinasi dari si pemilik E-warong.

Sementara itu, Alek selaku TKSK Bogor Utara saat dikonfirmasi via seluler mengatakan bahwa, “Saya sudah PO dari hari Rabu, tapi ga tau kenapa ada keterlambatan, terkait agen bayangan itu tidak benar, cuma kalau dulu penyalurannya dibagi menjadi dua tempat agar mudah terjangkau”.

“Untuk KPM yang mencapai 800 itu karena kita sudah mengajukan tapi sampai saat ini masih dalam tahap proses, lagian untuk penambahan agen bukan masuk ranah saya”, jelas Alek.

Terkait harga yang diduga lebih mahal dari harga pasaran, pihak E-warong menyangkalnya, perlu diketahui untuk rincian harganya sebagai berikut Beras 10 kg Rp.122.000,00, Telor 15 butir Rp.25.000,00, Ayam 1 ekor (8 ons) Rp.30.000,00, Buah 1 pack Rp.12.000,00 dan Sayur (buncis1/4) Rp. 5.500,00.

Red

Pembangunan Perumkim di RW.08 Bantarjati Serobot Lahan Warga

Pembangunan Perumkim di RW.08 Bantarjati Serobot Lahan Warga

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman telah menggelontorkan dana dengan anggaran yang fantastis untuk pembangunan infrastruktur pemukiman di kawasan strategis daerah, diantaranya berupa perbaikan jalan dengan tujuan untuk memperlancar mobilitas dan mendongkrak perekonomian warga, Rabu (08/09/21).

Salahsatunya pembangunan jalan yang berada di wilayah RW.08, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara-Kota Bogor, dengan besaran anggaran mencapai Rp.88.045.001,00 dan lama pngerjaan selama 45 hari kalender, namun sangat disayangkan dalam papan anggaran, volume dan konsultan pelaksana tidak dicantumkan.

Selain itu juga, pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV.Terusan Empat Sekawan tersebut mendapat tuai dari warga, karena ada penyerobotan lahan warga tanpa seijin pemiliknya sehingga Conblok yang sudah terpasang terpaksa harus dibongkar kembali.

“Intinya saya tidak mau tanah saya dibangun jalan, apalagi tidak ada pemberitahuan apapun”, ungkap salahsatu warga yang merasa dirugikan

Deni selaku Pelaksana mengatakan bahwa, “Saya hanya mengerjakan sesuai yang telah ditentukan oleh RW setempat, saya tidak tahu kalau lahan tersebut belum ada ijin yang bersangkutan, setelah ada komplain makanya saya alihkan pengalokasiannya”.

Akan tetapi di lokasi nampak Conblok dipasangkan di halaman rumah warga RW setempat dengan alasan untuk jalan menuju ke pemakaman karena pemakaman tersebut sering dikunjungi para Penziarah dan anak-anakpun sering bermain disitu. Akan tetapi warga sekitar ada yang membantah hal tersebut, Ia mengatakan bahwa itu makam keluarga.

Dengan adanya permasalahan pembangunan tersebut, Nendar selaku Lurah mengumpulkan semua pihak terkait untuk melakukan rembug. Dalam musyawarah tersebut Lurah mengatakan, “Terkait adanya lahan yang tidak diijinkan oleh pemiliknya kita sudah selesaikan, saya sebagai Lurah hanya memantau adanya pembangunan di wilayah saya, kita selesaikan saja permasalahan ini, saya apa cuma Lurah yang setiap waktu juga bisa dipindahkan”.

Red