
BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor telah menganggarkan dana yang cukup fantastis untuk penyediaan Mobil Siaga bagi setiap desa, sesuai petunjuk teknis untuk meningkatkan pelayanan sosial dengan transportasi yang memadai dan kedaruratan yang membutuhkan transportasi serta meningkatkan kualitas layanan sosial, selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan desa dalam menangani bencana, Rabu (07/06/23).
Dengan adanya Mobil Siaga ini tentu masyarakat sangat tertolong karena bermanfaat saat akan membawa warga yang membutuhkan perawatan medis, namun sangat disayangkan Mobil Siaga Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat terlihat terparkir di halaman UPTD Disdukcapil selama 2 bulan dalam kondisi yang tidak bisa digunakan.
Hal itu terkuak setelah ada Warga yang membutuhkan Mobil Siaga tersebut, dengan didampingi Kader Warga meminta ijin kepada Ading Suherman selaku Kepala Desa untuk meminjam dan membawa keluarganya ke rumah sakit, namun dengan rasa tak berdosa Ading malah meminta Warga tersebut untuk memperbaiki sendiri apabila ingin menggunakan.
“Mobil na oge mogok ges dua bulan, eta pan Ari warga mah marake mobil tapi ges mogok mah embung ngomean, ayna hegae rek make tapi omean heula ku sorangan ( Mobilnya juga mogok, kalau warga hanya pakai mobil tapi sudah mogok ga mau betulin, sekarang boleh pakai tapi betulin sendiri) “, ujarnya dalam logat Sunda.
Sangat disayangkan sikap seorang Kepala Desa yang seharusnya menjadi pengayom bagi warganya ini yang terjadi malah sebaliknya.
Sementara itu, Dede Herdiana selaku Sekretaris Desa saat dikonfirmasi via Seluler membenarkan terkait mogoknya mobil tersebut.
“Iya betul lagi mogok mau kita masukkan ke bengkel akan tetapi tunggu BHPRD cair, kalau perawatan pasti tapi namanya digeder tiap hari dipakai warga pasti rusak, saya ga tau kalau Kades berstatment seperti itu, nanti coba saya tanya ke pak Kades benar ga ngomong begitu”, jelasnya.
