Perbaikan Jalan Nasional Bogor – Sukabumi Terkesan Dipaksakan Karena Tetap Dilaksanakan Saat Hujan Gerimis

SUKABUMI.radarinformasi.com – Jalan utama yang menjadi akses lalu lintas nasional tentunya harus dibangun dan dirawat dengan baik menggunakan material yang bagus serta teknis pengerjaan sesuai aturan yang ditetapkan, agar bisa terjaga untuk jangka waktu yang panjang, Selasa (30/04/2024).

Aturan teknis yang berlaku dibuat oleh Pemerintah Pusat untuk dipatuhi oleh Dinas PUPR seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat.

Kondisi cuaca memang tidak bisa dihindari ataupun diatur, sering kali saat pelaksanaan perawatan jalan utama nasional tengah berlangsung ternyata turun hujan. Meskipun giat tersebut hanya perawatan bukan pengaspalan baru akan tetapi jika dilaksanakan saat hujan tentunya tidak diperbolehkan secara teknis karena akan berpengaruh dengan kualitasnya.

Seperti yang terjadi di Jl. Raya Sukabumi – Bogor tepatnya depan PT. Pocari Sweat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Dimana pelaksanaan perawatan penambalan jalan berlubang yang dilaksanakan terkesan dipaksakan, saat kondisi cuaca hujan giat tersebut masih tetap dilaksanakan dengan alasan lokasi tersebut sudah terlanjur dilubangi saat sebelum hujan sehingga tidak mungkin dibiarkan berlubang karena dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas jika pengendara tidak melihat.

Pihak pengawas lapangan yang ditemui oleh awak media saat dilokasi mengatakan bahwa giat itu hanya untuk antisipasi saja karena tidak mungkin ditinggalkan dengan posisi jalan yang sudah dilubangi ditinggalkan begitu saja dan jika harus menunggu sampai hujan reda mungkin akan makan waktu lama untuk bisa selesai.

“Kami lanjutkan pengerjaan ini karena dari pagi bagian jalan yang akan diperbaiki sudah dilubangi tapi ternyata sorenya turun hujan, sementara kita tidak mungkin meninggalkannya begitu saja karena bisa jadi penyebab kecelakaan lalu lintas, sementara kalo harus tunggu hujan benar-benar reda kapan selesainya pekerjaan kami ?..”, ujar Pengawas lapangan yang ada dilokasi.

Ketika ditanyakan apa hal tersebut diperbolehkan secara teknis, Ia menjawab bahwa secara aturan teknis memang tidak dibolehkan.

“Secara aturan teknis memang tidak dibolehkan, namun kondisi saat ini urgent sehingga kami harus antisipasi dari pada kami tinggalkan jalan ini sebelum kami perbaiki takutnya nanti ada kecelakaan lalu lintas terjadi saat pengendara motor lewat dan tidak lihat adanya jalan berlubang. Untuk itu kami terpaksa lakukan antisipasi ini, meskipun kami tau secara aturan teknis memang salah dan kualitasnya tidak akan maksimal”, sambungnya. 

Pengawas lapangan yang ada dilokasi kemudian menyambungkan kepada atasanya yaitu Warso selaku Pengawas Jalan PPK 2.1 Jawa Barat melalui telphone seluler, Ia juga mengatakan hal yang sama seperti yang diucapkan oleh Pengawas yang berada dilokasi.

“Jawabannya sama dengan yang saya sampaikan, demi keselamatan pengguna jalan, dan ini perawatan bukan pengaspalan baru. Intinya kami punya kewajiban menjaga keselamatan pengguna jalan. Dan ini sifatnya pemeliharaan, jadi kalopun rusak, namanya pemeliharaan akan kami terus pelihara (perbaiki) lagi nantinya. Jadi jawaban Tim saya sama”, ucapnya.

“Soal jalan yang kini tengah diperbaiki kemudian rusak lagi dalam waktu beberapa hari itu bukan kesalahan kami atau soal kualitas tapi tergantung pada kondisi jalanya. Namanya jalan utama nasional di lewati oleh banyak mobil besar 24jam nonstop belum lagi terkena air hujan hal yang wajar jika cepat rusak lagi”, pungkasnya.

Reporter  :  Dahlia

Redaktur  :  Dewi

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III SULTRA (buton) turun langsung ke Lapangan

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III SULTRA (buton) turun langsung ke Lapangan

MUNA BARAT.radar.informasi.com – Melalui program Padat Karya Revitalisasi Drainase, Kementrian PUPR Provinsi Sulawesi Tenggara, turun langsung ke lapangan guna memantau lanjutan pekerjan pemasangan derainase, PPK 3.3 Ruas Bts. Kota Raha – Tondasi, yang beralokasi di Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat – Sulawesi Tenggara, Rabu (26/05/21).

Menurut Lukas Barthimeus, ST. Msi. selaku PPK 3.3 Ruas Bts. Kota Raha – Tondasi mengatakan, “Guna mengantisipasi air yang tergenang di lingkungan masyarakat, terkait pekerjaan yang telah dikerjakan oleh PUPR melalui Padat Karya, karena bulan lalu mengakibatkan ada salahsatu rumah terendam banjir di halaman rumah warga dikarenakan tidak adanya saluran pembuangan”.

Masih lanjutnya, “Sambungan pekerjaan ini, tentu masih dilanjutkan guna menjaga rumah warga supaya tidak ada genangan air di halaman rumah atas permohonan masyarakat ke saya, amat sangat diharapkan sambungan pekerjaan drainase untuk mengantisipasi air tergenang dihalaman rumah warga”.

“Saya akan laporkan dulu kepada Atasan, mudah – mudahan diterima keluhan warga, kalau diterima, Isyahallah bulan Juli 2021 akan mulai dilanjutkan sekalian di upayakan decker untuk membagi air di alirkan ke sungai, saya juga berharap adanya kesadaran masyarakat untuk bisa bekerjasama demi lancarnya pekerjaan ini. Saya juga sudah menyampaikan langsung kepada Kepala Desa Marobea, Muslimin Salim, S. Pd. agar bisa bekerjasama kepada Kades tetangga, agar air drainase dilanjutkan, tembus jatuh ke jembatan desa tetangga”, pungkas PPK Lukas Barthimeus, ST., Msi.

Reporter : Laode Abubakar
Redaktur : Dewi Pelangi