Kanwil Ditjenpas Sumut Bersinar di IPPAFest Raih Dua Penghargaan Bergengsi

JAKARTA.radarinformasi.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) mencatat prestasi membanggakan dalam ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest 2025) yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Rabu (23/4/25). Kamis (24/4)

Di penghujung kegiatan, Kanwil Sumut dinobatkan sebagai peraih dua penghargaan bergengsi dari panitia pelaksana IPPAFest 2025.

Adapun penghargaan yang berhasil diraih adalah:

– Juara I Kategori Pemberitaan Terbanyak IPPAFest 2025, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan strategi komunikasi publik yang aktif, kreatif, dan berdampak selama penyelenggaraan acara.

– Juara III Kategori Stand Terbaik IPPAFest 2025, berkat desain stand yang memadukan unsur budaya khas Sumatera Utara dengan hasil karya warga binaan yang inspiratif.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam rangkaian penutupan resmi IPPAFest 2025.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif dan inovatif seluruh peserta.

Silmy menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan partisipasi publik dalam mendukung reformasi sistem pemasyarakatan.

“Semoga semangat yang telah kita mulai ini akan tetap menjalar di dalam lapas, di luar tembok, dan di tengah-tengah masyarakat. Mari kita terus nyalakan,” tegas Silmy.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Yudi Suseno, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini sebagai hasil dari sinergi yang kuat antara seluruh jajaran Kanwil, UPT, dan tim humas dalam membangun komunikasi publik yang transparan, berdampak, dan bermakna.

“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi simbol bahwa kerja kolaboratif, pembinaan yang berkualitas, dan keterbukaan informasi adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan,” ujar Yudi Suseno.

Stand Kanwil Ditjenpas Sumut sebelumnya memang menjadi salah satu sorotan utama IPPAFest 2025, dengan tampilan yang memadukan kekayaan budaya Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, dan Nias.

Stand ini juga memamerkan berbagai karya unggulan dari UPT Pemasyarakatan Kanwil Sumut , termasuk karikatur 3D Menteri Imipas bersama cucu kesayangan Baby Khei dan istri tercinta Ny. Evi Agus Andrianto, yang langsung dibeli oleh Menteri Imipas sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas warga binaan.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Kanwil Ditjenpas Sumut sebagai salah satu pelaksana pemasyarakatan yang tidak hanya unggul dalam program pembinaan, tetapi juga dalam menyuarakan transformasi pemasyarakatan yang humanis, terbuka, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Stand Kanwil Ditjenpas Sumut Curi Perhatian di IPPAFest dengan Karya Seni dan Budaya Lokal

JAKARTA.radarinformasi.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) sukses mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Senin (21/4/2025).

Di bawah kepemimpinan Yudi Suseno, Kanwil Ditjenpas Sumut menghadirkan stan yang memadukan seni hasil pembinaan warga binaan dengan kekayaan budaya lokal secara harmonis. Stan tersebut tampil megah, mengusung unsur budaya dari lima etnis besar di Sumatera Utara: Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, dan Nias. Selasa (22/4)

Ornamen tradisional, motif ulos, serta warna-warna khas budaya daerah menghiasi seluruh bagian stan, menciptakan atmosfer etnik yang hangat dan elegan. Menambah daya tarik, para petugas mengenakan busana adat Batak Angkola lengkap dengan ulos dan mahkota emas—simbol identitas budaya dan kebanggaan daerah. Penampilan ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung untuk berinteraksi ataupun mengabadikan momen.

Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah lukisan digital karikatur 3D Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, bersama cucu kesayangannya, Baby Khei, serta istri tercinta, Ny. Evi Agus Andrianto. Karya tersebut dibuat secara manual menggunakan teknik digital painting melalui Adobe Photoshop, dicetak di atas kanvas premium, dan dibingkai dengan pigura bermotif ganda yang mewah.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam IPPAFest bukan sekadar ajang pameran, melainkan bentuk kontribusi aktif dalam memajukan pembinaan yang berbasis budaya dan nilai-nilai lokal. “Partisipasi kami dalam IPPAFest 2025 adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung pembinaan yang berkelanjutan dan berakar pada budaya. Melalui stan yang mengangkat kekayaan adat Melayu, Batak Toba, Karo, Angkola, hingga Nias, kami ingin menunjukkan bahwa semangat pemasyarakatan tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pelestarian jati diri bangsa,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi menekankan bahwa keterlibatan aktif warga binaan dalam menciptakan karya seni bernilai tinggi merupakan bukti keberhasilan pembinaan yang menonjolkan potensi dan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami bangga dapat menampilkan karya unggulan warga binaan, termasuk karikatur 3D Pak Menteri dan keluarga, sebagai simbol bahwa kreativitas dan harapan bisa tumbuh di balik tembok pemasyarakatan. Ini adalah bukti bahwa pembinaan yang humanis mampu melahirkan karya yang menginspirasi,” tutupnya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung hasil karya kreatif warga binaan Sumatera Utara, Stan Kanwil Ditjenpas Sumut dapat dikunjungi di IPPAFest 2025 yang berlangsung dari 21 hingga 23 April 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung pembinaan yang inspiratif, berbudaya, dan penuh semangat perubahan.

Reporter: Reno H
Redaktur: Rizal