Rutan Kelas IIB Tarutung Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung hadiri pemusnahan barang bukti tindak pidana umum dan tindak pidana khusus yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) yang berlangsung di halaman Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Selasa (20/5). Kegiatan ini di hadiri Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan dan Staf Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Julius Sinaga. Rabu (21/5)

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Donny K .Ritonga, S.H., M.H., Asisten I Kabupaten Tapanuli Utara Bahal Simanjuntak, M.Pd, Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K. Perwakilan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Sibolga, Andre Saghari Sagala.

Pemusnahan barang bukti hasil putusan persidangan ini dilakukan dengan berbagai cara, yakni dibakar, dipecahkan, dan diblender sesuai ketentuan jenisnya. “Ini bentuk dukungan kami terhadap upaya serius yang dilakukan Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Kabupaten Tapanuli Utara,” tegas Evan.

Evan menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan seperti yang telah di amanahkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi untuk menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Donny K .Ritonga menyebut pemusnahan barang bukti merupakan salah satu tugas Kejaksaan Republik Indonesia. Barang bukti yang dimusnahkan ini sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) berdasarkan keputusan pengadilan.

“Hari ini kita melaksanakan eksekusi pemusnahan barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht, berdasarkan keputusan pengadilan. Kejaksaan dalam hal ini selain menjaga dan mengelola barang bukti, juga memiliki kewajiban untuk melakukan pemusnahan,” kata Donny.

Donny menegaskan pemusnahan ini adalah bagian dari upaya Kejaksaan dalam menegakkan hukum serta memastikan barang bukti berbahaya tidak disalahgunakan atau kembali beredar di masyarakat.

Barang bukti yang dimusnahkan Kejari Tapanuli Utara tersebut meliputi 8 paket narkotika jenis sabu dari 12 berkas perkara. Kemudian narkotika jenis ganja 16 paket dari 4 berkas perkara, rokok, pakaian 20 potong dari 6 berkas perkara, handphone 5 unit dari 4 berkas perkara, 1 bilah pedang, 1 buah ketapel, pipa kaca, bong, pipet plastik, mancis, tas ransel 2 buah, kertas, plastik, buku-buku, pena, pensil, stabilo, 10 ATM, sendal 3 pasang dari 3 perkara, 1 buah meja, 1 buah botol minum dan 1 unit setrikaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno mengapresiasi jajaran Rutan Kelas IIB Tarutung yang telah berkontribusi dalam pemusnahan barang bukti tindak pidana umum dan tindak pidana khusus yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) di Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara. “Hal itu merupakan bagian dari kolaborasi dan sinergi yang patut terus diperkuat jajaran unit pelaksana teknis pemasyarakatan bersama aparat penegak hukum lainnya,” ujar Yudi Kakanwil Ditjenpas Sumut.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Kanwil Ditjenpas Sumut Bersinar di IPPAFest Raih Dua Penghargaan Bergengsi

JAKARTA.radarinformasi.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) mencatat prestasi membanggakan dalam ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest 2025) yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Rabu (23/4/25). Kamis (24/4)

Di penghujung kegiatan, Kanwil Sumut dinobatkan sebagai peraih dua penghargaan bergengsi dari panitia pelaksana IPPAFest 2025.

Adapun penghargaan yang berhasil diraih adalah:

– Juara I Kategori Pemberitaan Terbanyak IPPAFest 2025, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan strategi komunikasi publik yang aktif, kreatif, dan berdampak selama penyelenggaraan acara.

– Juara III Kategori Stand Terbaik IPPAFest 2025, berkat desain stand yang memadukan unsur budaya khas Sumatera Utara dengan hasil karya warga binaan yang inspiratif.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam rangkaian penutupan resmi IPPAFest 2025.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif dan inovatif seluruh peserta.

Silmy menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan partisipasi publik dalam mendukung reformasi sistem pemasyarakatan.

“Semoga semangat yang telah kita mulai ini akan tetap menjalar di dalam lapas, di luar tembok, dan di tengah-tengah masyarakat. Mari kita terus nyalakan,” tegas Silmy.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Yudi Suseno, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini sebagai hasil dari sinergi yang kuat antara seluruh jajaran Kanwil, UPT, dan tim humas dalam membangun komunikasi publik yang transparan, berdampak, dan bermakna.

“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi simbol bahwa kerja kolaboratif, pembinaan yang berkualitas, dan keterbukaan informasi adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan,” ujar Yudi Suseno.

Stand Kanwil Ditjenpas Sumut sebelumnya memang menjadi salah satu sorotan utama IPPAFest 2025, dengan tampilan yang memadukan kekayaan budaya Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, dan Nias.

Stand ini juga memamerkan berbagai karya unggulan dari UPT Pemasyarakatan Kanwil Sumut , termasuk karikatur 3D Menteri Imipas bersama cucu kesayangan Baby Khei dan istri tercinta Ny. Evi Agus Andrianto, yang langsung dibeli oleh Menteri Imipas sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas warga binaan.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Kanwil Ditjenpas Sumut sebagai salah satu pelaksana pemasyarakatan yang tidak hanya unggul dalam program pembinaan, tetapi juga dalam menyuarakan transformasi pemasyarakatan yang humanis, terbuka, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Stand Kanwil Ditjenpas Sumut Curi Perhatian di IPPAFest dengan Karya Seni dan Budaya Lokal

JAKARTA.radarinformasi.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) sukses mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Senin (21/4/2025).

Di bawah kepemimpinan Yudi Suseno, Kanwil Ditjenpas Sumut menghadirkan stan yang memadukan seni hasil pembinaan warga binaan dengan kekayaan budaya lokal secara harmonis. Stan tersebut tampil megah, mengusung unsur budaya dari lima etnis besar di Sumatera Utara: Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, dan Nias. Selasa (22/4)

Ornamen tradisional, motif ulos, serta warna-warna khas budaya daerah menghiasi seluruh bagian stan, menciptakan atmosfer etnik yang hangat dan elegan. Menambah daya tarik, para petugas mengenakan busana adat Batak Angkola lengkap dengan ulos dan mahkota emas—simbol identitas budaya dan kebanggaan daerah. Penampilan ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung untuk berinteraksi ataupun mengabadikan momen.

Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah lukisan digital karikatur 3D Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, bersama cucu kesayangannya, Baby Khei, serta istri tercinta, Ny. Evi Agus Andrianto. Karya tersebut dibuat secara manual menggunakan teknik digital painting melalui Adobe Photoshop, dicetak di atas kanvas premium, dan dibingkai dengan pigura bermotif ganda yang mewah.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam IPPAFest bukan sekadar ajang pameran, melainkan bentuk kontribusi aktif dalam memajukan pembinaan yang berbasis budaya dan nilai-nilai lokal. “Partisipasi kami dalam IPPAFest 2025 adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung pembinaan yang berkelanjutan dan berakar pada budaya. Melalui stan yang mengangkat kekayaan adat Melayu, Batak Toba, Karo, Angkola, hingga Nias, kami ingin menunjukkan bahwa semangat pemasyarakatan tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pelestarian jati diri bangsa,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi menekankan bahwa keterlibatan aktif warga binaan dalam menciptakan karya seni bernilai tinggi merupakan bukti keberhasilan pembinaan yang menonjolkan potensi dan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami bangga dapat menampilkan karya unggulan warga binaan, termasuk karikatur 3D Pak Menteri dan keluarga, sebagai simbol bahwa kreativitas dan harapan bisa tumbuh di balik tembok pemasyarakatan. Ini adalah bukti bahwa pembinaan yang humanis mampu melahirkan karya yang menginspirasi,” tutupnya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung hasil karya kreatif warga binaan Sumatera Utara, Stan Kanwil Ditjenpas Sumut dapat dikunjungi di IPPAFest 2025 yang berlangsung dari 21 hingga 23 April 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung pembinaan yang inspiratif, berbudaya, dan penuh semangat perubahan.

Reporter: Reno H
Redaktur: Rizal

Hero Sulistiyono Sampaikan Salam Perpisahan dan Ucapan Terimakasih Kepada Jajaran Lapas Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar pisah sambut Kepala Lapas (Kalapas), Selasa (25/02/2025), di Aula setempat.

Kepemimpinan tersebut berganti, dari Hero Sulistiyono kepada Fery Berthoni. Kalapas Indramayu lama, Hero kini dipindahtugaskan ke Lapas Kelas IIB Muara Dua, Sumatera Selatan.

Dalam pisah sambut tersebut, Hero menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh unsur yang telah mendukung kinerjanya selama di Lapas Indramayu. “Terimakasih kepada seluruh instansi yang mendukung kinerja Lapas, sehingga selama saya di Lapas Indramayu semuanya berjalan,” ucapnya.

“Kepada seluruh jajaran Lapas Indramayu, terimakasih atas keguyuban dan kerukunannya. Dengan kerjasama yang baik, tidak ada berita miring. Jajaran Lapas Indramayu memang super power,” imbuh Hero.

Sedangkan Fery Berthoni, Kalapas Indramayu baru yang sebelumnya merupakan Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Narkotika Jakarta, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan apa yang sudah dicapai Hero sebelumnya.

“Izinkan kami bergabung menjadi keluarga besar Lapas Indramayu. Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan apa yang telah dicapai, dan meraih apa yang belum tercapai oleh Bapak Hero,” tutur Fery.

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Sumarwoto Hendra Budi yang turut hadir dalam pisah sambut mewakili Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Jabar berpesan, baik kepada Kalapas lama dan baru untuk mewujudkan program unggulan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).

“Pesan kami mewakili pimpinan wilayah adalah, lanjutkan apa yang menjadi program unggulan dari kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dari program Asta Cita, yang diterjemahkan menjadi 13 dan diprioritaskan menjadi 5 sesuai arahan menteri, dirjen dan kakanwil kami,” ujarnya.

Selain Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, kegiatan pisah sambut tersebut juga dihadiri oleh Dandim 0616/Indramayu, Letkol Inf Yanuar Setyaga S.I.P, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cirebon, Kuningan dan Majalengka.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Kakanwil Ditjenpas Jabar Lantik 22 CPNS Lulusan Poltekip

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, melantik CPNS lulusan Poltekip menjadi PNS pada Selasa (18/02/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sabanda Sariksa Rutan Kelas I Bandung, melantik 22 CPNS lulusan Poltekip yang tersebar di seluruh UPT Pemasyarakatan Jawa Barat.

Setelah menempuh masa CPNS selama satu tahun di satuan kerja masing-masing, akhirnya para CPNS lulusan Poltekip Angkatan 54 resmi dilantik menjadi PNS oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat.

Kusnali mengatakan bahwa semua peserta pelantikan ini dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam sistem pemasyarakatan dan membantu dalam mencapai tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam amanatnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat yakin bahwa anggotanya dapat menjadi tunas Pemasyarakatan yang dapat memajukan Pemasyarakatan lebih berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Jaga nama baik organisasi! Saya yakin dan percaya bahwa Saudara-Saudari sekalian dapat melaksanakan tugas dengan baik. Mudah-mudahan langkah awal ini dapat memantapkan tekad membawa Pemasyarakatan menjadi lebih baik dan berdampak untuk kedepannya,” kata Kusnali.

Setelah dilantik, para peserta pelantikan akan kembali ke satuan kerjanya masing- masing. Serta siap melaksanakan tugas guna memajukan Pemasyarakatan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat, dengan mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Reporter : Slamet
Redaktur : Rizal

Lapas Indramayu Ikuti Penguatan Tusi Kehumasan Untuk Wujudkan Humas Profesional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Petugas Humas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu ikuti penguatan tugas dan fungsi (Tusi) kehumasan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di Lapas Kelas I Cirebon, Selasa (28/02/2023).

Kegiatan yang diikuti oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) ini dilakukan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) humas pemerintah yang profesional.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat, R. Andika Dwi Prasetya menegaskan, humas adalah ujung tombak dalam peningkatan citra positif instansi.

Sementara itu, Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas, Rika Apriyanti mengatakan, optimalisasi kinerja kehumasan ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo.

“Presiden Joko Widodo berpesan, humas kementerian atau lembaga nonkementerian harus menyampaikan kepada publik kegiatan apa yang telah kita kerjakan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Jangan sampai kinerja yang sudah susah payah dilakukan didiamkan begotu saja,” ucap Rika.

Pada kegiatan ini, para peserta menerima penguatan dan pelatihan penulisan siaran pers, public speaking, hingga manajemen komunikasi dalam situasi krisis.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi