Menteri Imipas Ajak Warga Binaan Rutan Cipinang Makan dan Diskusi Bersama

JAKARTA.radarinformasi.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, makan bersama Warga Binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang pada Selasa (25/2) siang. Rabu (26/2)

Bukan sekadar makan bersama, kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara Warga Binaan dengan petugas serta memberikan semangat dalam menjalani pembinaan.

Menteri Agus Andrianto menyapa langsung warga binaan dan mengajak mereka untuk berdiskusi, membuka ruang kepada warga binaan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Bahkan Agus  menawarkan warga binaan untuk mengikuti pelatihan di Bengkel Kerja Nusakambangan.

“Pembinaan bukan hanya soal menjalani hukuman, tetapi juga tentang bagaimana menjalani masa pidana dengan baik, terus memperbaiki diri dan kembali menjadi individu yang lebih baik di masyarakat. Jika teman-teman berminat bisa kita ikutkan pelatihan kemandirian di Nusakambangan, kita sudah buat beberapa modul untuk pembelajaran disana,” ajaknya.

Bertepatan menjelang bulan Ramadan Menteri Agus mengajak para Warga Binaan dan seluruh petugas Pemasyarakatan untuk lebih menghargai karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Bulan puasa ini seharusnya bisa menjadi ajang evaluasi diri agar menjadi insan yg lebih baik, kita semua perlu berpuasa dari hal-hal yang akan menjerumuskan atau merugikan diri, jika tidak bisa berbuat banyak kepada masyarakat setidaknya kita bisa menjaga diri agar tidak menjadi masalah bagi orang lain,” pesannya.

Menteri Agus bersama warga binaan rutan cipinang menikmati menu yang sama dengan warga binaan, sesuai dengan jadwal menu bagi warga binaan cipinang pada hari itu. Pada kesempatan itu juga, Menteri Agus bertukar jatah makan dengan salah satu warga binaan dan menyantapnya bersama.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Sejumlah Organisasi Kewartawanan Guyub Bareng, Gelar Diskusi Santai di Setu Bilabong

BOGOR.radarinformasi.com – Menyoroti banyaknya persoalan yang muncul di Kabupaten Bogor, perwakilan dari sejumlah Organisasi Kewartawanan dan para awak media yang menamakan dirinya Koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe menggelar diskusi bersama pada Sabtu, 7 Desember 2024, di areal Setu Bilabong. Minggu (8/12)

Adapun dalam diskusi tersebut diantanya membahas berbagai isu dan persoalan yang dianggap perlu adanya penataan di Pemerintahan Kabupaten Bogor.

Hal yang utama dikatakan Jubir Koalisi Wartawan Indonesia Bersatu (KWIB) yang juga sebagai ketua umum PWOIN merilis sedikitnya ada 4 hal yang mendorong diskusi itu.

“Pertama-tama kami sampaikan Pemkab Bogor memasuki tahun 2025 harus lebih melihat dengan ril, warganya masih banyak terbelakang. Program-program kerja Pemkab Bogor telah dinanti untuk menuju kemajuan, kesejahteraan warga, pendidikan yang merata serta memiliki karakter sesuai dengan slogan Tegar Beriman,” kata Harun.

Lebih lanjut, dia menyebut mundurnya frekuensi kepercayaan publik atas berbagai alibi-alibi program yang tidak lain adalah merujuk kepada agenda healing, seperti yang dilakukan ratusan kepala desa mengikuti acara Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Bali. 

“Kemerosotan infrastruktur intelektual terus dilakukan Pemkab Bogor. Dengan menggunakan anggaran BHPRD sebesar Rp15 juta per kepala desa, merupakan prestasi buruk untuk menguras dana rakyat. Bayangkan jika ada 500 kepala desa, berapa anggaran Negara yang dikeluarkan, itupun belum termasuk biaya transportasi dan akomodasi,” ungkapnya.

Sebagai kontrol publik tata kelola Pemerintah, Koalisi Wartawan Indonesia Bersatoe wajib mengawal dan mengkritisi serta mengawasi pengelolaan keuangan Negara dan aset daerah.

Hal lainnya Harun juga menyatakan selain membidik Healing para Kades Kabupaten Bogor ke Bali, Koalisi juga sedang mendata informasi dan bukti-bukti atas sikap dan arogansi oknum ketua PWI Kabupaten Bogor dalam delik aduan.

“Disini kita juga mendorong akan membuat laporan polisi adanya sikap arogansi, dan perbuatan yang tidak elok dari seorang oknum ketua PWI Kabupaten Bogor. Kami merangkum sedikitnya ada unsur tindak pidana provokasi, keonaran Pers Nasional, diskriminatif, pencemaran nama baik dan yang terparah adalah oknum tersebut membuat statement diberbagai pemberitaan bahwa organisasi-organisasi yang aksi di Dinsos Kabupaten Bogor adalah tidak resmi,” beber Harun.

Setidaknya lanjut Harun, ada disposisi Koalisi untuk meminta adanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) sekaligus mendesak Graha Wartawan Kabupaten Bogor segera diganti nama menjadi Balai Wartawan Kabupaten Bogor dan tanpa embel-embel tercantum nama-nama organisasi kewartawanan.

“Graha Wartawan menjadi Balai Wartawan Kabupaten Bogor adalah bentuk fasilitas yang baik untuk seluruh organisasi kewartawanan dan para awak media se Kabupaten Bogor. Semoga Bupati kedepannya dapat melihat sisi positif yang kami usulkan demi terciptanya sinergitas dan kondusifitas wilayah,” pungkasnya.

Red

Perhutani Bogor Lakukan Diskusi dengan Tim CIFOR Indonesia-India

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor lakukan diskusi dengan Tim Center for International Forestry Research (CIFOR) Indonesia-India bertempat di Kantor Perhutani KPH Bogor pada Senin (10/06/24). 

Hadir pada kesempatan tersebut Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto beserta Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata M. Edwin Hafidz dan Tim CIFOR Indonesia-India Mr. Manoj Dabas dan rekan. 

Pada kesempatan tersebut Ade Sugiharto menyampaikan sambutan baik diskusi pihaknya dengan Tim CIFOR Indonesia-India. 

“Diskusi ini dalam rangka menumbuh kembangkan kembali industri kayu keras di India dengan Program TOFI (Trees Outside Forests in India) dengan peningkatan jumlah pohon di luar kawasan hutan. TOFI ini sendiri merupakan inisiatif kerjasama antara the United States Agency for International Development (USAID) dan Pemerintah India”, tuturnya. 

Sementara Manoj Dabas menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya diskusi ini dan menjelaskan bahwa CIFOR adalah sebuah organisasi riset nirlaba internasional dengan Kantor pusat berada di Bogor, Indonesia, yang merupakan bagian dari Pusat Penelitian CGIAR (Consortium Group of International Agricultural Research) guna meningkatkan kesejahteraan manusia, kesetaraan dan integritas lingkungan dengan melakukan penelitian inovatif, mengembangkan kapasitas para mitra, dan terlibat secara aktif dalam dialog dengan semua pemangku kepentingan untuk memberi masukan terhadap berbagai kebijakan dan praktik yang memengaruhi hutan dan masyarakat.

“India merupakan salah satu negara di mana CIFOR juga beroperasi. Salah satu program utama yang kami kerjakan adalah Trees Outside Forests in India (TOFI). Melalui program ini industri kayu keras di India diharapkan dapat tumbuh dan berkembang kembali”, jelasnya. 

Reporter   : Maulana

Redaktur   : Dewi