Bupati Lucky Hakim Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Atlet Disabilitas dari Program CSR Perusahaan Jepang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama dua perusahaan industri otomotif, yakni PT Akashi Wahana Indonesia dan PT Daihatsu Drivetrain Manufacturing Indonesia, menyalurkan bantuan sosial berupa kursi roda dan kaki palsu kepada atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Indramayu.

Penyerahan bantuan berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Indramayu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai bentuk dukungan terhadap penyandang disabilitas, khususnya para atlet NPCI agar tetap aktif, mandiri, dan mampu meningkatkan prestasi olahraga di masa mendatang, pada Kamis malam (7/5/2026).

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hadir langsung dalam agenda tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet disabilitas. Dalam sambutannya, Lucky menyampaikan apresiasi kepada para atlet NPCI yang dinilai tetap memiliki semangat tinggi untuk berprestasi meskipun menghadapi berbagai keterbatasan fisik.

“Kami bangga kepada para atlet yang terus menunjukkan prestasi dan semangat luar biasa. Keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Indramayu,” ujar Lucky Hakim.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan dan seluruh mitra yang telah berkontribusi membantu masyarakat Indramayu melalui kegiatan sosial. Selain itu, Lucky mengajak para pelaku usaha dan investor agar ikut berperan dalam pembangunan daerah, termasuk mendukung program sosial dan pelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengungkapkan rencana penanaman sekitar 15 ribu pohon mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan lingkungan hidup di Kabupaten Indramayu.

Presiden Direktur PT. Akashi Wahana Indonesia, Noboru Matsumoto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kualitas hidup masyarakat, terutama penyandang disabilitas.

Menurutnya, setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup layak dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Keterbatasan fisik bukan hambatan untuk berkembang. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan mobilitas, rasa percaya diri, serta kondisi sosial ekonomi para penerima manfaat,” katanya.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT. Daihatsu Drivetrain Manufacturing Indonesia, Naohiko Kageyama. Ia menilai keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari capaian bisnis, namun juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Melalui bantuan kursi roda ini kami berharap para atlet dapat semakin mudah menjalankan aktivitas dan terus berkarya tanpa batas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Indramayu, Suprayitno, mengaku terharu atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para atlet disabilitas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan perusahaan yang telah memberikan bantuan secara langsung.

“Dukungan seperti ini sangat berarti bagi para atlet. Bantuan alat penunjang sangat membantu mereka untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” ungkapnya.

Pada akhir kegiatan, Bupati Lucky Hakim bersama jajaran pimpinan perusahaan secara simbolis menyerahkan bantuan kaki palsu dan kursi roda kepada para penerima manfaat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin inklusif sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi atlet disabilitas untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Senyum Semangat Fatia Casis Disabilitas Lulus Menuju Rikkes II Bintara Polri

BOGOR.radarinformasi.com- Nur Fatia Azzahra tersenyum saat namanya masuk dalam daftar calon siswa Bintara Polri Tahun 2024, yang dinyatakan lulus dalam sidang menuju pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap II. Dengan bersemangat Fatia optimis dapat mengikuti seluruh rangkaian tes tahap II dan lolos seleksi akhir. Senin (10/06/24).

“Berterima kasih kepada pimpinan Polri yang telah memberikan saya kesempatan bisa mendaftar dalam seleksi Polri ini. Dan besar harapan saya bisa diterima dan masuk menjadi anggota di kepolisian ini,” kata Fatia, dikutip dari situs Divisi Humas Polri, Minggu (9/6/2024).

Penyandang disabilitas tunadaksa ini merupakan sarjana psikologi. Dia mendaftar Bintara Polri lewat Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Pengumuman sidang yang menyatakan Nur Fatia lulus ke tahap rikkes II digelar pada Rabu, (5/6) malam. Saat pengumuman, panitia rekrutmen juga mengumumkan 28 casis wanita lainnya lulus dalam sidang pertama.

“Alhamdulillah pada malam ini saya dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan seleksi tahapan rikkes kedua. Dengan harapan saya sampai tahapan akhir saya bisa lulus terpilih tes seleksi Polri,” ungkap Fatia.

Dia mengaku motivasi terbesar menjadi polisi wanita (polwan) adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri. Dia juga hendak membuktikan keterbatasan fisik tak menjadi penghalang untuk mewujudkan impian. 

“Tetaplah berpikir positif dengan perjuangan hidup, Percaya diri adalah kunci kehidupan,” pungkas Fatia saat ditanya soal motto hidupnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule