PMI Asal Indramayu Meninggal di Malaysia, Dinsos Sampaikan Belasungkawa

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Dinas Sosial Kabupaten Indramayu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Sumarni (29), warga Blok Talagasari Utara RT 006 RW 002, Desa Telagasari, Kecamatan Lelea.

Berdasarkan informasi yang diterima, almarhumah meninggal dunia di Malaysia pada 5 Maret 2026 akibat penyakit Tuberkulosis Paru (TBC).

Setelah melalui proses pemulangan dari Malaysia, jenazah almarhumah telah tiba di Indonesia dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, untuk dimakamkan.

Almarhumah diketahui meninggalkan seorang suami serta empat orang anak yang kini tinggal bersama keluarga.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu melakukan kunjungan ke rumah duka untuk memberikan dukungan moril serta bantuan sosial berupa paket sembako dan santunan kepada keluarga almarhumah,” pada Senin (9/3/2026).

Kunjungan tersebut juga dihadiri unsur pemerintah daerah, termasuk Camat Lelea dan Pemerintah Desa Telagasari, sebagai bentuk sinergi dalam memberikan perhatian kepada warga yang tengah mengalami musibah.

Pihak keluarga almarhumah juga telah menerima sejumlah bantuan sosial dari pemerintah, di antaranya melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta Program Keluarga Harapan (PKH).

Pemerintah daerah berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka serta membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang ditinggalkan.

Reporter : Andika

Bantuan ATENSI Bangkitkan Harapan Warga Rentan di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Rumah Aman Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Sabtu pagi (29/11/2025). Sebanyak 76 kepala keluarga (KK) dari berbagai wilayah di Indramayu berkumpul dan menerima kunjungan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Kebahagiaan mereka kian terasa ketika bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial RI diserahkan langsung. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 216 juta dan diprioritaskan bagi kelompok rentan, terutama keluarga siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Indramayu.

Di balik angka bantuan itu, ada kisah-kisah sederhana yang kini mulai menemukan harapannya.

Wayim: Dari Buruh Angon ke Pemilik Bebek Petelur

Wayim (55), warga Desa Cidempet Kecamatan Arahan, menjadi satu di antaranya. Selama bertahun-tahun ia bekerja sebagai buruh penggembala bebek dengan pendapatan tidak menentu. Untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan biaya pendidikan anak, ia kerap harus berutang.

“Dari dulu saya ingin punya bebek petelur sendiri,” kata Wayim dengan mata berkaca-kaca.

Melalui program ATENSI, Wayim kini membawa pulang bantuan berupa bebek petelur dan pakan. Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar barang, tetapi langkah awal untuk membuka usaha sendiri dan keluar dari ketergantungan ekonomi.

Sutiah: Wujudkan Usaha Rumahan yang Tertunda

Cerita serupa datang dari Sutiah (57), warga Panyindangan Kulon Kecamatan Sindang. Ia menerima dukungan modal untuk usaha jajanan anak dan minuman rumahan yang selama ini hanya menjadi rencana.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa mulai usaha dari rumah. Semoga bisa berkembang,” ujarnya penuh rasa syukur.

Tidak Hanya Bantuan, Tetapi Upaya Membangun Kemandirian.

Bupati Lucky Hakim menekankan bahwa ATENSI bukan sekadar bantuan material, tetapi stimulus agar warga rentan bisa mandiri.

“Bantuan ini tidak langsung mengubah kehidupan, tapi menjadi proses bertahap. Yang penting, diberikan sesuai kebutuhan penerima,” tegasnya.

Kepala Sentra Phalamarta Kementerian Sosial, Dian Bulansari, menambahkan bahwa ATENSI menyasar anak yatim, lansia terlantar, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

“Bantuan ini telah melalui asesmen langsung agar tepat sasaran dan mendukung kemandirian,” jelasnya.

Bagi Wayim, Sutiah, dan puluhan penerima lainnya, ATENSI bukan hanya bantuan yang diterima hari ini. Program ini menjadi pintu awal menuju kehidupan yang lebih layak, lebih mandiri, dan penuh harapan.

(Andika/S/Diskom)

Puluhan Warga Eretan Kulon Datangi Dinsos Indramayu, Tuntut Keadilan Relokasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Puluhan warga Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menggelar aksi protes di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu, Mereka menuntut kejelasan dan keadilan terkait data penerima bantuan relokasi program Kampung Nelayan Sejahtera, Senin (23/12/24).

Salah satu warga, Warsana, mengungkapkan bahwa dirinya bersama 30 warga lain merasa tidak mendapat keadilan. Rumah mereka yang rusak akibat banjir rob tidak masuk daftar penerima bantuan relokasi. Sebaliknya, ada penerima bantuan yang rumahnya tidak terdampak justru terdaftar.

“Kami hanya meminta keadilan. Banyak warga yang rumahnya rusak malah tidak masuk daftar relokasi. Sedangkan, ada yang rumahnya tidak terdampak justru mendapat bantuan,” tegas Warsana. Ia juga menyebutkan terdapat 28 rumah di Blok Kebon I RT 02 RW 06 yang rusak parah akibat rob namun tidak terdaftar dalam program relokasi. Kondisi serupa juga dialami warga di RT 01 RW 01, RT 04 RW 01, dan RT 03 RW 02.

Masyarakat meminta pemerintah melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan agar lebih transparan dan adil. “Kalau kami memang terdampak, kenapa hak kami tidak diberikan? Kami ingin kejelasan dan transparansi,” tambah Warsana.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Endang Ismiati, menjelaskan bahwa penerima bantuan relokasi telah didata sejak 2022 dan prosesnya melalui verifikasi ketat, termasuk oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Salah satu syarat utama adalah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Sebagian besar warga yang protes ternyata tidak masuk dalam DTKS, sehingga tidak memenuhi kriteria penerima bantuan,” jelas Endang. Ia juga menyebutkan bahwa proses penetapan penerima sudah melalui assessment berkali-kali sejak 2022.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Sosial belum memberikan tanggapan resmi mengenai kemungkinan verifikasi ulang data penerima bantuan seperti yang diminta warga. Namun, pihaknya memastikan semua proses sudah dilakukan sesuai aturan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal