Manfaatkan Bankeu Tahun 2024, Pemdes Sukaresmi Betonisasi Jalan Desa

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, mengalokasikan bantuan keuangan atau yang biasa disebut bantuan Samisade untuk betonisasi jalan desa yang menghubungkan antar kampung. Bankeu itu sendiri merupakan program Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendukung peningkatan ekonomi serta infrastruktur di desa. Kamis (26/9)

“Dana bankeu kami manfaatkan untuk betonisasi jalan penghubung antar kampung yakni kampung Baru Pentas RW 03 dengan Kampung Huja RW 04,” ungkap Kades Sukaresmi, M. Iib Ibrahim kepada awak media saat kegiatan peluncuran Bankeu Desa Sukaresmi tahun 2024, Rabu (25/09/2024).

Ia juga memaparkan, bahwa volume pekerjaan betonisasi jalan desa yang menjadi penghubung antara kampung itu memiliki panjang 800 meter, lebar 4 meter dengan ketebalan mencapai 15 cm. Untuk pengerjaannya melibatkan masyarakat dan lembaga desa.

“Banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dari Bankeu, salah satunya menciptakan peluang pekerjaan meski sifatnya sementara,” tambahnya.

Manfaat lain pasca pengerjaan betonisasi, diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat di Desa Sukaresmi yang mayoritas berpenghasilan sebagai petani, karena tersedianya sarana infrastruktur jalan yang memadai untuk memasarkan hasil pertanian.

“Infrastruktur jalan yang memadai diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Intinya, pemerintah desa akan selalu berusaha sebaik-baiknya menyalurkan bantuan pemerintah demi terciptanya kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Herman, salah satu warga, mengapresiasi betonisasi jalan desa yang menghubungkan antar kampung itu. “Ketersediaan jalan yang baik tentu menjadi harapan semua warga agar aktivitas sehari-hari lancar, baik dalam memasarkan hasil pertanian juga ketika hendak bekerja ataupun sekolah,” ucapnya.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena bisa memperlancar aktivitas masyarakat secara umum,” tutupnya.

Reporter : Asep Saputra
Redaktur : Rizal

Selain Jarang Ngantor, Kades Sukaresmi Abaikan Permasalahan Sampah di TPS-nya

Selain Jarang Ngantor, Kades Sukaresmi Abaikan Permasalahan Sampah di TPS-nya

BOGOR.radar.informasi.com – Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjdi momok yang sangat menakutkan, meskipun berbagai cara telah dilakukan, akan tetapi hingga saat ini masih menjadi “PR” bersama dalam mencari solusinya, begitu pula dengan permasalahan sampah yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang berada di Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, meski telah disediakan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), namun, penanganan dinilai belum serius, sampah masih menumpuk begitu saja, Senin (03/05/21).

Sejak hadirnya TPS, Warga sebenarnya mengapresiasi langkah Pemerintah Desa dalam menangani sampah di wilayahnya, hanya saja, pengangkutannya kerap kali terlambat, hal tersebut tentu saja menyebabkan bau tak sedap bagi Warga sekitar, bahkan sampah sampai membludak keluar dari TPS, apalagi lokasi TPS tersebut tepat dijalan menuju Kantor Desa.

“Saya sebagai Warga terdekat merasa terganggu dengan adanya tumpukan sampah tersebut, selain bau juga menyebabkan banyaknya nyamuk dan lalat dimana – mana”, ujar Warga sebrang desa.

“Meskipun saya bukan Warga Desa Sukaresmi akan tetapi lokasi saya dekat dengan TPS jadi ya sangat terganggu sekali”, keluhnya.

Sementara itu, Uj salahsatu Warga Desa Sukaresmi mengatakan, “Bulan – bulan sebelumnya sih pengangkutan lancar, akan tetapi sudah dua bulan terakhir tidak ada pengangkutan, padahal iuran bulanan kita rutin bayar”.

Saat dikonfirmasi melalui seluler, Sekdes Sukaresmi membantah hal tersebut, Ia mengatakan sampah rutin diangkut dan dilakukan sehari dua kali, bahkan iuran dari Warga digunakan untuk mengangkut sampah apabila pihak DLH keteter, karena dengan uang sebesar Rp.3.000.000.00 hanya mampu mengangkut dua kali dalam seminggu.

Berbeda pula dengan jawaban dari Petugas sampah yang ada di Desa Sukaresmi, Toble mengatakan bahwa tidak semua Masyarakat yang membuang sampah kesitu ikut membayar iuran bulanan, “Banyak juga koq Warga yang ga bayar, kita gunakan uang dari Warga itu untuk operasional, apalagi dimasa covid ini kan anggaran sering telat turunnya, jadi uang dari Warga buat nalangin bayar ke DLH, kalau kurang ditambahin pakai uang pak Kades”.

Namun sangat disayangkan, Iib Ibrahim selaku Kepala Desa sangat sulit untuk dikonfirmasi, baik melalui seluler ataupun di kantornya, setiap kali Awak Media ke kantor desa, Kades selalu tidak ada ditempat.

Red