Carut-marut Penyaluran Bansos di Desa Sirnagalih diduga Lemahnya Pengawasan dari TKSK

Carut-marut Penyaluran Bansos di Desa Sirnagalih diduga Lemahnya Pengawasan dari TKSK

BOGOR.radarinformasi.com- Dengan adanya pemberitaan terkait carut-marutnya penyaluran BPNT di Agen E-warung Desi, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Nurul selaku TKSK Kecamatan Tamansari angkat bicara, Ia mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh RT dan RW terkait adanya biaya pengiriman sembako BPNT dan juga pemotongan sembako 1 paket dirinya tidak mengetahui sama sekali, karena saat penyaluran Ia tengah sakit dan hanya koordinasi via telpon dengan pihak E-warung, Kamis (16/09/21).

Nurul yang didampingi oleh Erwin (suami Desi) sekaligus anak Kepala Desa tersebut mengatakan bahwa, “Saya tidak tahu adanya pungutan biaya administrasi dan juga pengurangan jumlah sembako, saya baru dengar kemarin dari pihak media, soalnya waktu penyaluran saya sedang sakit”.

“Untuk kentang yang busukpun saya tidak tahu kalau tidak ada aduan, dengan adanya kejadian ini saya minta tolong kepada RT maupun RW agar ke depannya jangan pernah mengambil kebijakan sendiri”, ujar Nurul.

Sementara itu Erwin mengatakan untuk kentang yang busuk akan diganti nantinya, Ia mengatakan bahwa dirinya tidak tahu ada komoditi yang tidak layak di konsumsi karena saking banyaknya.

Akan tetapi anehnya, Amat Suprapta selaku Kepala Desa Sirnagalih mengatakan bahwa”, Untuk uang yang dipungut berkisar Rp.10.000,00-Rp.30.000,00 itu ya wajar, itung-itung kan ganti bensin, kalau masalah KKS yang dikolektifkan itu kan untuk cek saldo sudah masuk apa belum dan tidak berkerumun, saya hanya memantau supaya komoditi bisa sampai ke masyarakat”.

Padahal jelas dalam Pedum KKS tidak boleh dikolektifkan untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Ketua RT yang kebetulan ada, menjelaskan bahwa Ia hanya meminjamkan mobil saja dan warga sendri yang inisiatif untuk memberi. Untuk keluhan warga terkait pemotongan yang satu paket RT juga beralasan itu adalah kebijakan KPM.

Secara logika kita dapat menilai tidak mungkin ada kebijakan akan tetapi dibelakang warga justru mengeluhkan, Bram selaku pihak Supliyer saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Nanti saya akan ganti kentang yang busuk dan tolong tanyakan juga kepada Agen kapan saya kirim dan kapan agen membagikan”.

Agen menjelaskan bahwa kentang dikirim 3 hari sebelum penyaluran, tidak hanya itu saja di agen E-warung Desi, daftar harga sembako tidak dipampang sebagaimana mestinya.

Red

Selain Menjual Kentang Busuk, Penyaluran BPNT di E-warung Desi Menuai Konflik

Selain Menjual Kentang Busuk, Penyaluran BPNT di E-warung Desi Menuai Konflik

BOGOR.radarinformasi.com- Mengingat kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus diperpanjang, terutama untuk wilayah Jawa dan Bali, maka Pemerintah menyalurkan Bansos kepada 5,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru dengan indeks sebesar Rp.200.000,00/KPM selama Juli-Desember 2021, Rabu (15/09/21).

Akan tetapi dengan adanya tambahan KPM baru tersebut justru menimbulkan permasalahan baru dalam penyalurannya, pasalnya Warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, yang mendapat 7 paket tersebut banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum untuk meraup keuntungan pribadi, sehingga membuat sebagian Warga geram.

Warga mengatakan bahwa 7 paket Sembako yang harusnya diterima, hanya diterima sebanyak 6 paket, dengan alasan yang satu paket dibagikan kepada keluarga yang belum menerima, ditambah lagi KKS dikolektifkan oleh pihak RT dan Sembako diantar ke rumah Warga dengan dipungut biaya berkisar antara Rp.10.000,00-Rp.30.000,00.

“Saya menerima KKS sekitar 2 minggu yang lalu, kemudian sebelum penyaluran, KKS tersebut diambil lagi ma RT untuk di gesek, setelah itu Sembako dianterin ke rumah dan dimintai biaya berkisar Rp.10.000,00-Rp.30.000,00, saya aja belum tau PIN saya karena amplop juga belum saya buka”, ujar salahsatu Warga yang enggan disebut namanya.

“Saya dapat 7 paket tapi cuma dikasihkan 6 paket, kata pak RT sih yang 1 paket diberikan kepada keluarga yang belum dapat”, jelasnya.

Selain itu, Kentang yang diberikan kepada KPM juga nampak busuk dan tidak layak konsumsi.

Red