Selain KKS dikolektifkan, Harga Sembako di E-Warung Anggi Meroket Tajam

Selain KKS dikolektifkan, Harga Sembako di E-Warung Anggi Meroket Tajam

BOGOR.radarinformasi.com- Pengkolektifan KKS kembali terjadi di Agen E-warung, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, kali ini KKS di kolektifkan oleh RW dan Sembako dibagikan disalahsatu pos dipinggir jalan, padahal sesuai aturan KKS wajib dipegang oleh KPM untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Jum’at (17/09/21).

KKS dikumpulkan dan digesek pada tanggal 12 September 2021, sedangkan Sembako dibagikan pada tanggal 16 dan 17 September 2021. Anggi selaku pemilik Agen E-warung mengatakan bahwa, “Kita melakukan pengkolektifan KKS untuk menghindari adanya kerumunan, karena meski dijadwalkan Masyarakat tetap tidak mengerti”.

Selain penyaluran dilakukan secara kolektif dan digesek terlebih dahulu, Agen E-warung yang sudah berjalan selama satu (1) tahun tersebut tidak nampak adanya papan nama Agen dan daftar harga-pun tidak nampak dipampang.

Perlu diketahui setiap KPM menerima Sembako berupa, 11 kg beras premium, 20 butir telur, 1kg buah pear, kacang ijo 0,5 kg. Dengan sembako tersebut besar dugaan dari jumlah tidak mencapai seharga Rp.200.000, 00, memang sangat disayangkan bantuan di masa pandemi ini banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum untuk memperkaya diri sendiri.

“Saya tidak tahu harga-harga Sembako tersebut soalnya pihak CV. Malaya belum mengirimkan daftar harganya”, ujar Anggi pemilik E-warung.

Red

Kades Bungkam, Bagai Roti Dilapisi Mentega, Jaling Desa Pasir Eurih Diduga Asal Jadi

Kades Bungkam, Bagai Roti Dilapisi Mentega, Jaling Desa Pasir Eurih Diduga Asal Jadi

BOGOR.radarinformasi.com – Dengan menggunakan anggaran Dana Desa sebesar Rp. 41.262.000.00 Pemerintah Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan pengaspalan Jalan Lingkungan yang berlokasi di Kp. Kabandungan Rt.05/06 dan dilaksanakan oleh TPK dan Masyarakat, dengan volume kegiatan 350 m X 1,20 m, Senin ( 14/06/2021 ).

Akan tetapi sangat disayangkan, pekerjaan yang dilaksanakan selama 4 hari kalender kerja tersebut, diduga dikerjakan dengan asal – asalan, hal itu tampak terlihat dari kondisi aspal yang sudah mengelupas tak lama setelah pembangunan selesai. Dengan kondisi seperti itu tentu saja membuat warga sangat kecewa, pembangunan Jalan Lingkungan yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas dan pergerakan ekonomi ternyata hanya isapan jempol semata.

Salahsatu warga mengatakan bahwa, “Jalan Lingkungan ini sebenarnya masih bagus, karena sebelum Bulan puasa kita melakukan swadaya dengan cara pengumpulan dana sebesar Rp.40.000.00 per/KK untuk plester dan alhamdulilahnya Senin kemarin di aspal akan tetapi siangnya di aspal, sorenya hujan langsung pada mengelupas”.

Dengan kondisi Jalan Lingkungan seperti itu, Raup Obay selaku Kepala Desa Pasir Eurih saat dikonfirmasi via Whatshaap tidak memberikan respon hingga berita ini ditayangkan.

Red

Banjir Terjang Warga Desa Pasir Eurih dampak Pembangunan Perumahan, pihak Pengembang diduga Tutup Mata

Banjir Terjang Warga Desa Pasir Eurih dampak Pembangunan Perumahan, pihak Pengembang diduga Tutup Mata

BOGOR.radar.informasi.com – Warga Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, kesal akibat adanya pembangunan perumahan cluster milik salahsatu pihak pengembang yang diduga menjadi penyebab banjir dan merugikan masyarakat sekitar perumahan, pasalnya banjir yang terjadi bukan untuk pertama kalinya, akan tetapi sudah ketiga kalinya, bahkan akan ada kemungkinan banjir terjadi lagi mengingat intensitas hujan yang akhir – akhir ini kerap terjadi, Kamis (27/05/21).

Salahsatu ketua RT setempat, saat di jumpai Media mengatakan bahwa, “Ya memang benar sudah 3 kali banjir ini terjadi di pemukiman warga lantaran pihak pengembang tidak ada upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya banjir yang kepung rumah warga. Hal ini juga pernah kita sampaikan kepada Kades Pasir Eurih, Rauf Obay dan kepada pihak pengembang perumahan tersebut, kata pihak pengembang nanti akan dibuatkan drainase”.

“Saat ini para pegawai belum datang pasca lebaran, selain itu juga adanya persoalan lain terkait adanya salahsatu lahan warga yang belum selesai dibayar, padahal sebelumnya kami tidak pernah kebanjiran, ya sebelum adanya perumahan tersebut, memang tidak ada rumah yang rusak parah, tapi kan kami jadi was – was, belum lagi harus membersihkan air dan sampah yang masuk rumah”, keluhnya.

Saat tim mencoba Menghubungi Kades Pasir Eurih melalui pesan WhatsApp, Kades menjelaskan bahwa, “Oh sudah di selesaikan, terus pihak pengembang udah bikin atau menambah saluran dan serapan air lagi, karena emang kemaren intensitas curah hujannya tinggi karena di wilayah saya emang ada beberapa wilayah bukan cuma di situ”.

Saat disinggung terkait kerugian warga baik materil ataupun imateril, Kades mengatakan, “Kalau saya gak kasian, saya ga akan langsung kumpulin atuh pihak pengembang sama masyarakat, terus malam itu juga saya langsung turun ko ke masyarakat, saya
udah langsung ngobrol sama masyarakat nya kemaren terus di situ ada pak RT sama pak RW nya juga langsung pengembang sama masyarakat”.

“Perasaan saya sudah clear permasalahan nya, pihak pengembang mau tanggungjawab kalau pengen jelas tanya langsung aja ke RW atau RT nya karena mereka juga pada hadir waktu musyawarah itu di samping sebagian masyarakat yang kena musibahnya hadir”, jelasnya.

Dalam hal ini perlunya pihak pengembang menyediakan sarana Sistem Drainase yang baik guna membantu mencegah banyak persoalan, seperti mengurangi kemungkinan banjir, mengendalikan permukaan air tanah, erosi tanah dan mencegah kerusakan jalan dan bangunan yang ada, namun sangat disayangkan hal tersebut hingga saat ini masih diabaikan.
Hingga berita ini ditayangkan pihak pengembang belum berhasil dihubungi.

Red