Perhutani Bogor Dikunjungi Tim CIFOR Indonesia-India

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor mendapat kunjungan dari Tim CIFOR Indonesia-India tepatnya di RPH (Resor Pemangkuan Hutan) Maribaya, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Parung Panjang pada Senin (10/06/24).

Hadir pada kesempatan tersebut Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata M. Edwin Hafidz, Asisten Perhutani (Asper)/KBKPH Parung Panjang Ihsan Gilang Ramadhan, Kepala RPH Maribaya Dudung Supriyatna dan Tim CIFOR Indonesia India Mr. Manoj Dabas serta rekan. 

Dalam keterangannya Ade Sugiharto mengatakan bahwa peninjauan lapangan ini adalah kelanjutan dari diskusi yang dilakukan di Kantor KPH Bogor, maka diarahkan ke lokasi persemaian stek pucuk JPP (Jati Perhutani Plus) dan tanaman JPP tahun 2018 petak 34 RPH Maribaya BKPH Parung Panjang. 

“Pihak Tim CIFOR Indonesia-India ingin mengetahui kondisi di lapangan dalam rangka mempelajari industri kayu keras guna dapat tumbuh dan berkembang kembali industri kayu keras di India melalui Program TOFI (Trees Outside Forests in India).

Sementara Manoj Dabas memberikan apresiasi atas tinjauan ke lapangan oleh Perhutani KPH Bogor. Pihaknya berharap bahwa pertemuan ini ke depan dapat dilanjutkan dalam hal referensi/rujukan dalam indutri kayu keras dimana pihaknya telah mengunjungi beberapa negara guna berkembangnya kembali industri kayu keras di India.

Reporter   : Maulana

Redaktur   : Dewi

Perhutani Bogor Lakukan Diskusi dengan Tim CIFOR Indonesia-India

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor lakukan diskusi dengan Tim Center for International Forestry Research (CIFOR) Indonesia-India bertempat di Kantor Perhutani KPH Bogor pada Senin (10/06/24). 

Hadir pada kesempatan tersebut Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto beserta Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata M. Edwin Hafidz dan Tim CIFOR Indonesia-India Mr. Manoj Dabas dan rekan. 

Pada kesempatan tersebut Ade Sugiharto menyampaikan sambutan baik diskusi pihaknya dengan Tim CIFOR Indonesia-India. 

“Diskusi ini dalam rangka menumbuh kembangkan kembali industri kayu keras di India dengan Program TOFI (Trees Outside Forests in India) dengan peningkatan jumlah pohon di luar kawasan hutan. TOFI ini sendiri merupakan inisiatif kerjasama antara the United States Agency for International Development (USAID) dan Pemerintah India”, tuturnya. 

Sementara Manoj Dabas menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya diskusi ini dan menjelaskan bahwa CIFOR adalah sebuah organisasi riset nirlaba internasional dengan Kantor pusat berada di Bogor, Indonesia, yang merupakan bagian dari Pusat Penelitian CGIAR (Consortium Group of International Agricultural Research) guna meningkatkan kesejahteraan manusia, kesetaraan dan integritas lingkungan dengan melakukan penelitian inovatif, mengembangkan kapasitas para mitra, dan terlibat secara aktif dalam dialog dengan semua pemangku kepentingan untuk memberi masukan terhadap berbagai kebijakan dan praktik yang memengaruhi hutan dan masyarakat.

“India merupakan salah satu negara di mana CIFOR juga beroperasi. Salah satu program utama yang kami kerjakan adalah Trees Outside Forests in India (TOFI). Melalui program ini industri kayu keras di India diharapkan dapat tumbuh dan berkembang kembali”, jelasnya. 

Reporter   : Maulana

Redaktur   : Dewi