TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (13/11/2025).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius T. P. Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, serta Sekretaris Daerah Drs. Henry SitompulBupati, Asisten Administrasi dan Umum bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan urgensi perubahan regulasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perangkat daerah. Melalui evaluasi yang telah dilakukan, pemerintah mengusulkan penggabungan beberapa dinas agar struktur organisasi lebih ramping, sinergis, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.
Adapun rencana penggabungan mencakup sejumlah dinas, antara lain:
•Bidang Pengendalian Penduduk dan KB digabung dengan Dinas Kesehatan. • Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak digabung dengan Dinas Sosial. • Dinas Pemuda dan Olahraga digabung dengan Dinas Pariwisata. •Dinas Perhubungan digabung dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. •Dinas Lingkungan Hidup digabung dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Langkah penataan ini diharapkan mampu menciptakan perangkat daerah yang efektif, efisien, fleksibel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. “Perubahan ini bukan sekadar penyederhanaan struktur, tetapi juga upaya memperkuat tata kelola pemerintahan agar lebih responsif terhadap tantangan pembangunan daerah,” ujar Bupati.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Staf Ahli TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, bersama Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing, menyambut kedatangan Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara dalam rangka penilaian Desa Percontohan 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 kategori Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, pada Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tapanuli Utara, karena Desa Hutapea Banuarea berhasil terpilih sebagai salah satu nominator desa terbaik tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan program Lingkungan Bersih dan Sehat.
Dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., yang dibacakan oleh Camat Tarutung, disampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Utara.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan TP PKK Provinsi Sumatera Utara yang telah menominasikan Tapanuli Utara. Semoga kegiatan ini menjadi pemacu semangat dan motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, melalui Staf Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim evaluasi Provinsi Sumatera Utara serta seluruh pihak yang telah berperan aktif mempersiapkan Desa Hutapea Banuarea.
“Setelah ditetapkan sebagai desa percontohan, berbagai pembenahan dilakukan secara kolaboratif antara desa dan pemerintah kabupaten. Kami meyakini kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas desa dan daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memiliki program unggulan SAITAPAIAS, yaitu gerakan edukasi lingkungan yang dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah, untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan sejak dini yang kemudian meluas ke keluarga dan masyarakat.
Dari pihak provinsi, TP PKK Provinsi Sumatera Utara Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution, melalui perwakilan Ny. Rina Fariz Hutagalung, mengapresiasi capaian Desa Hutapea Banuarea sebagai kandidat nominator hasil seleksi administrasi dan kegiatan lapangan.
“Prestasi ini hendaknya tidak dianggap sebagai akhir, tetapi sebagai awal untuk terus menyehatkan dan menyejahterakan keluarga serta memaksimalkan potensi desa,” ujarnya.
Desa Hutapea Banuarea menampilkan sejumlah inovasi unggulan di bidang lingkungan, antara lain:
GORGA (Gorahon Donganmu Paias Pekaranganmu)
MAS DEBA DARLING (Masyarakat Desa Hutapea Banuarea Sadar Akan Kebersihan Lingkungan)
TAPADOMU (Tapaias Jala Tapature Buangan ni Aekta)
KOMET (Komposter Ember Tertumpuk)
CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)
Selain itu, desa ini juga menggagas pembuatan ecobrick dari botol plastik bekas dan ecoenzym yang dikelola secara mandiri oleh warga.
Kegiatan evaluasi turut dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, para kepala desa se-Kecamatan Tarutung, tokoh masyarakat, lansia, serta kader TP PKK desa. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad Tapanuli Utara untuk terus menjadi daerah yang bersih, sehat, dan berdaya saing di tingkat provinsi.
Setelah rangkaian sambutan dan presentasi inovasi, acara dilanjutkan dengan pembagian susu dan vitamin kepada para lansia sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat lanjut usia. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara serta peninjauan lapangan ke berbagai titik inovasi di Desa Hutapea Banuarea.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menghadiri Workshop Branding Subsektor Fesyen menjadi ajang penting dalam upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang kriya dan fesyen berbasis kearifan lokal bertempat di kawasan wisata rohani Salib Kasih, Siatas Barita. Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR RI dan tokoh nasional yang peduli pada pengembangan ekonomi kreatif, di antaranya Lamhot Sinaga (Wakil Komisi VII DPR RI), Samuel J.D. Wattimena (Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus desainer nasional), serta Sabar Norma Megawati Panjaitan, S.Pd., M.Pd., Direktur Arsitektur, Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, Anggota DPRD Tapanuli Utara Fraksi Golkar, jajaran Forkopimda/mewakili, Staf Ahli TP PKK Taput Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, para pimpinan OPD, serta peserta workshop yang merupakan pelaku UMKM dan perajin tenun dari berbagai kecamatan di Tapanuli Utara.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh tamu dan peserta yang hadir. “Bapak dan Ibu yang datang hari ini, mari bersama sama dan bantulah kami para penenun di Taput yang berjumlah 6.000 penenun. Bersama kita menjaga dan mengembangkan warisan leluhur ini, saya berharap kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi nyata untuk mengangkat martabat para penenun dan pelaku UMKM di Tapanuli Utara. Ibu-ibu para penenun terimakasih atas kehadirannya hari ini secara khusus yang membawa langsung alat tenunnya ke lokasi kegiatan ini,” ucap Bupati.
Lebih lanjut, Ketua Dekranasda menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut pada langkah konkret. “Ada kerinduan saya agar Tapanuli Utara bisa menjadi pusat wastra tenun di Indonesia. Kita sudah punya contoh sukses seperti Dame Ulos yang bermitra dengan Bank Indonesia dan berhasil meraih juara II kategori kain di Sumatera Utara. Saya berharap dukungan dari desainer nasional seperti Bapak Samuel J.D. Wattimena untuk membantu menggali potensi desainer muda Taput dan memastikan warisan tenun ulos terus berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir.
“Selamat datang di Tapanuli Utara, inilah suasana di Taput sangat sejuk. Terima kasih khusus kepada Bapak Lamhot Sinaga atas atensi luar biasa untuk peningkatan UMKM Taput. Ada sekitar 6.000 pengrajin di Taput menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, semoga kegiatan seperti seminar dan pameran ini akan membuka pintu bagi dunia luar untuk melihat hasil karya masyarakat Taput. Kolaborasi ini penting agar kerajinan kita semakin dikenal dan bernilai tinggi,” ucap Bupati Taput.
Direktur Arsitektur dan Desain Kemenparekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program nasional pengembangan subsektor fesyen berbasis kekayaan lokal. “Kami ingin meningkatkan kapasitas pelaku fesyen dalam membangun branding, menambah nilai produk dan mendorong kreativitas berbasis budaya daerah. Ulos Taput punya keunikan dan cerita yang kuat dan itulah daya tarik branding yang harus diperkuat. di era digital saat ini, produk bagus saja tidak cukup diperlukan strategi branding yang mampu ‘bercerita’ tentang makna di balik setiap karya,” tutur Norma.
Samuel J.D. Wattimena, yang juga desainer senior nasional, mengaku senang dapat kembali ke Taput yang dikenal sebagai salah satu pusat tenun di Indonesia. “Para penenun di sini luar biasa, mereka sudah ahli. Tapi kita perlu data yang lengkap, siapa penenun ulos adat, siapa yang spesialis untuk acara tertentu. Ini penting agar potensi yang besar ini bisa dikelola secara berkelanjutan. kain tenun bukan sekadar bahan pakaian, tetapi warisan budaya yang nilai seninya akan meningkat seiring waktu,” ucap Samuel dengan bangga.
Selanjutnya, kegiatan workshop yang dipimpin langsung oleh Samuel J.D. Wattimena berfokus pada proses Branding Subsektor Fesyen. Dalam sesi ini, Samuel menjelaskan berbagai strategi dan tahapan dalam membangun identitas merek bagi produk fesyen berbasis lokal. Para peserta yang terdiri dari perwakilan penenun, desainer muda, dan pelaku UMKM kuliner tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi langsung mengenai pengembangan desain serta strategi pemasaran yang relevan dengan tren global.
Acara ditutup dengan peninjauan stand-stand pameran yang menampilkan beragam produk unggulan Taput, mulai dari tenun ulos, busana berbahan lokal, hingga kuliner khas daerah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya para perajin, tetapi juga langkah nyata dalam mewujudkan Tapanuli Utara sebagai pusat wastra dan ekonomi kreatif berbasis budaya yang berdaya saing tinggi.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si membuka secara resmi pelaksanaan Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2025, bertempat di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si selaku Ketua Panitia Seleksi, serta para anggota panitia seleksi (Pansel) yakni Bapak Sulaiman Harahap, S.H., M.SP., CGCAE (Inspektur Provinsi Sumatera Utara) selaku Sekretaris merangkap anggota , Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si (Rektor Institut Agama Kristen Negeri) selaku anggota , Dr. Rosni Lumbantoruan, M.ISD (Dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Informatika dan Teknik Elektro Institut Teknologi Del) selaku anggota, serta Dr. Mauliate Simorangkir, M.Si, selaku anggota pansel dari unsur profesional.
Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan bahwa pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan agenda penting yang sudah direncanakan sejak lama. “Ini adalah hari yang kita tunggu-tunggu dan sebenarnya sudah kita jadwalkan dari jauh hari. Namun karena berbagai kesibukan dan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, maka hari ini adalah waktu yang tepat untuk pelaksanaannya,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan agar proses uji kompetensi berjalan tanpa intervensi dan dengan penuh integritas.
Bupati menjelaskan bahwa uji kompetensi bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 mengenai Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa mutasi antar Jabatan Pimpinan Tinggi dapat dilakukan melalui mekanisme uji kompetensi. “Saya berharap proses ini berjalan dengan baik dan menghasilkan pejabat yang benar-benar tepat di posisi yang tepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur pemerintah. “Saya minta agar seluruh pejabat nantinya mendapat kesempatan mengikuti diklat PIM III. Tadi saya juga sampaikan perlunya ‘assessment’ agar kita mendapatkan orang yang tepat di posisi yang tepat yang mampu memperkuat kinerja pemerintah daerah dan mendukung percepatan visi misi Kabupaten Tapanuli Utara,” terangnya.
“Sesuai harapan kita bersama, uji kompetensi ini harus benar-benar dilaksanakan dengan baik sehingga hasilnya dapat mendukung percepatan pencapaian visi misi Kabupaten Tapanuli Utara yang berintegritas dan inovatif. Saya harap para peserta mengikuti wawancara dengan sungguh-sungguh, menunjukkan kemampuan terbaik dan menyampaikan rencana inovasi yang realistis ke depan,” ujar Bupati.
Di akhir sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim Pansel yang telah berkenan melaksanakan tugas dengan baik. “Terima kasih kepada seluruh panitia seleksi yang hadir pada kesempatan ini. Berikanlah nilai yang sebenarnya sesuai fakta, agar hasil uji kompetensi ini benar-benar kredibel dan dapat kita pertanggungjawabkan. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus kita bina dan pertahankan di masa mendatang,” tutup Bupati.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si bersama Ketua Dekranasda Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menghadiri kegiatan Mini Pesparawi Salib Kasih bertema “Harmoni Iman, Budaya dan Pariwisata”, yang diikuti oleh 25 peserta dari empat kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Tengah bertempat di kawasan wisata rohani Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan Barisan Muda Tapanuli Utara yang diinisiasi oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ir. Lamhot Sinaga, M.M. Hadir juga Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D. Wattimena, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu, Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Sabar Norma Megawati Panjaitan, S.Pd., M.Pd., jajaran Forkopimda Taput, Wakil Ketua DPRD Taput Ir. Reguel Simanjuntak, Ketua Komisi B DPRD Taput Oki Ohara Sibarani, Staff Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, para pimpinan OPD dan seluruh peserta lomba.
Dalam sambutannya, Deputi Vinsensius Jemadu menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan acara ini dan menyampaikan terima kasih atas komitmen kuat Ir. Lamhot Sinaga dalam mendukung kemajuan pariwisata di Tapanuli Utara.
“Kita patut bersyukur atas berlangsungnya kegiatan ini, ini untuk kemuliaan dan memuji nama Tuhan. Kegiatan ini luar biasa karena mampu menggabungkan wisata dengan seni di destinasi rohani ini. Dalam waktu singkat, panitia sanggup melaksanakan pesparawi mini tersebut. Semoga ini menjadi event tahunan dengan melibatkan kawasan yang lebih luas,” ujar Deputi Vinsensius Jemadu.
Sementara itu, Ir. Lamhot Sinaga dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang sarat nilai sejarah dan spiritual ini. “Kita tidak akan bisa hadir di sini tanpa kehadiran missionaris I.L. Nomensen. Kerinduan saya adalah bagaimana kita mengenang Salib Kasih ini sebagai cikal bakal pengembangan agama, pendidikan dan kebudayaan di wilayah Tapanuli Raya. Kita akan perjuangkan agar Salib Kasih ditetapkan sebagai titik nol kekristenan di Tanah Batak. Perlu adanya sarana dan prasarana yang mampu menampung peserta dalam skala besar, ini perlu kita dukung dan perjuangkan bersama,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ir. Lamhot Sinaga juga menyerahkan bantuan hasil CSR Bank BRI yang diterima oleh Bupati secara simbolis. Total CSR tersebut sebesar Rp 2.733.000.000 untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata di Tapanuli Utara.
Adapun Bantuan tersebut berupa: -Revitalisasi Kios UMKM di Kawasan Salib Kasih sebesar Rp. 500.000,000,- -Revitalisasi kios Sovenir UMKM di Kawasan Salib Kasih sebesar Rp. 500.000,000,- -Revitalisasi Sarana dan Prasarana UMKM di Destinasi Geosite Hutaginjang sebesar Rp. 500.000.000, -Traktor kepada Keltan Siria-ria. Desa Padang Siandong- Kec. Garoga. sebesar Rp. 480.000.000,- -Pemanen Padi kelompok Tani Masipahehean Tani Sejahtera Pahae Julu sebesar Rp. 482.000.000,- -Mesin Gilingan padi kepada Makmur Bersama – Desa Hutanagodang, Kecamatan Muara sebesar Rp.79.000,000,- -Hand Traktor kelompok tani Saroha-Desa Silangkitang Kecamatan Pahae Jae. Rp. 182.000.000,-.
Usai menerima bantuan tersebut, dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.
“Terima kasih kepada Bapak Ir. Lamhot Sinaga, salah satu putra terbaik Tapanuli Raya, atas kepeduliannya terhadap kemajuan Tapanuli Utara. Selamat datang juga kepada seluruh rombongan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta seluruh peserta lomba. Kegiatan ini bukan sekadar ajang bernyanyi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antar gereja, sekolah dan kabupaten tetangga,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Barisan Muda Tapanuli Utara sebagai penggagas kegiatan yang mampu menghadirkan semangat iman dan kebersamaan di kawasan wisata rohani. “Saya berharap Mini Pesparawi Salib Kasih ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat harmoni antara iman, budaya dan pariwisata di Tapanuli Utara, Inilah bukti bahwa seni dan iman bisa bersatu membangun daerah,” tutup Bupati.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 yang diikuti oleh Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, SH, S.I.K dan perwakilan Forkopimda lainnya, Ketua DPRD Tapanuli Utara, Sekretaris Daerah Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si, para Staf Ahli, Asisten, Ketua TP. PKK dan Staff Ahli TP. PKK Tapanuli Utara, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bertempat di Lapangan Tangsi Tarutung, Senin (10/11/2025).
Dalam upacara tersebut, Bupati membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf. “Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” terang Bupati mengawali amanat Menteri Sosial.
JTP Hutabarat melanjutkan bahwa dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka (Pahlawan) berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.
Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Bupati mengatakan bahwa ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa. “Pertama, kesabaran para pahlawan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan,” ucapnya.
“Kedua, mengutamakan semangat untuk kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian,” lanjut Bupati membacakan amanat tersebut.
“Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah,” terangnya.
Dalam amanat itu juga disebutkan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati dan pengabdian. “Semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto”, tegas Bupati.
Di akhir amanat, Bupati mengajak seluruh peserta upacara untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras dan tulus.
“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam dengan bekerja, bergerak, dan berdampak bagi sesama,” tutup Bupati membacakan amanat Menteri Sosial RI.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. melantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Sitolu Ompu, Kecamatan Pahae Jae, atas nama Linca Sitompul yang disaksikan oleh Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M. Eng, perwakilan Forkopimda Taput, Anggota DPRD Taput, Ketua TP PKK Kabupaten Taput Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Staf Ahli Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra, para pimpinan perangkat daerah, Forkopimca Pahae Jae, TP PKK Kecamatan dan Desa Sitolu Ompu. Jumat, (07/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Desa yang baru dilantik, sekaligus mengajak seluruh masyarakat Desa Sitolu Ompu untuk menghormati hasil proses pemilihan dan mendukung kepemimpinan yang baru. “Apapun hasilnya, mari kita hormati bersama. Kepala desa yang terpilih adalah pilihan bersama. Sekarang waktunya bersatu untuk menerima dan bersama membangun bona pasogit yang kita cintai,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa Kepala Desa memegang tanggung jawab besar dalam memimpin dan melayani masyarakat. Ia mengingatkan agar Kepala Desa dapat bekerja sama dengan perangkatnya untuk meningkatkan pelayanan publik di desa.
“Kepala desa harus belajar dari pendahulunya. Kalau ada hal baik, tirulah. Rangkul juga warga yang sebelumnya tidak memilih, agar tercipta keselarasan dan kekompakan. Saya juga berharap gunakan dana desa dengan hati-hati, transparan dan akuntabel. Ikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, jangan mudah terpengaruh kana hal hala yang dapat mrugikan diri sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara Kepala Desa dan Camat untuk memastikan sinergi dalam pembangunan. Ia juga menyinggung kondisi infrastruktur di Kecamatan Pahae Jae yang masih memerlukan perhatian, khususnya perbaikan jalan dan pemanfaatan potensi pertanian. “Hijaunya tanaman di sini menunjukkan potensi besar. Namun kita juga harus memperhatikan akses jalan agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh. Harapan kita, jalan di desa-desa ini bisa semakin mulus,” ujar Bupati.
Bupati juga menyoroti persoalan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan sosial di desa. Ia menegaskan bahwa bantuan harus diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. “Masalah terbesar yang sering kita hadapi adalah bantuan yang tidak tepat sasaran. Kepala desa harus memastikan penerima bantuan adalah masyarakat yang paling membutuhkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Selain itu, Bupati mendorong agar perangkat desa memberi ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pemerintahan desa. “Coba rekrut anak-anak muda yang bisa mengikuti perkembangan zaman, yang mampu mengakses dan menggunakan teknologi. Ini penting agar pelayanan di desa menjadi lebih modern dan efisien,” pesannya.
Bupati juga mengingatkan agar masyarakat terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan pemerintah kabupaten dalam semangat kebersamaan.
Acara pelantikan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada kelompok tani, berupa 3 unit handsprayer, 20 bungkus bibit padi, serta 2.500 ekor bibit ikan untuk kelompok perikanan. Selain itu, diberikan juga bantuan untuk karang taruna, bantuan susu untuk lansia, ibu hamil dan keluarga rentan stunting. Pada kunjungan Bupati ini, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11/2025).
Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara Oki Sibarani, Asisten Pemerintahan dan Kesra Bahal Simanjuntak serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya. Peresmian ini menandai bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi 21 unit yang beroperasi sebagai dapur sentral Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.
Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG melalui SPPG merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Kehadiran SPPG ‘Marsiurupan’ ini adalah wujud nyata kolaborasi kita untuk mewujudkan Asta Cita Presiden. Yang kita utamakan adalah kualitas makanan bergizi, bukan sekadar kuantitas. Asupan gizi siswa harus terpenuhi dengan baik untuk menciptakan Generasi Emas 2045,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bisukma, selaku mitra SPPG yang diwakili oleh Jufri Sitompul, SH, atas komitmennya dalam mendukung program pemerintah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pelayanan gizi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati JTP Hutabarat memberikan arahan tegas agar pengelolaan SPPG ‘Marsiurupan’ mengedepankan pemanfaatan potensi dan bahan pangan lokal. “Saya titip pesan kepada SPPG ‘Marsiurupan’, manfaatkan dana yang akan berputar sekitar Rp 30 juta per hari ini untuk membeli hasil pertanian dan bahan pangan dari masyarakat sekitar. Tidak perlu belanja dari luar Pahae. Berdayakan petani, koperasi desa dan pelaku UMKM setempat agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” pesan Bupati.
Menurut Bupati, keberadaan SPPG harus memberikan dua dampak utama, yaitu pemenuhan gizi anak-anak serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan perputaran dana harian yang cukup besar, program ini diharapkan menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pertanian, peternakan dan perdagangan di Kecamatan Pahae Julu dan sekitarnya.
Selain menyoroti aspek ekonomi, Bupati juga menekankan pentingnya kebersihan dan higienitas dapur serta makanan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk membantu dan menelaah aspek higienitas di seluruh SPPG. “Saya titip pesan kepada semua yang bekerja di sini: jaga kebersihan dan lakukan yang terbaik, karena penerima manfaat adalah masyarakat kita sendiri. Satgas hadir untuk membantu memastikan standar higienitas terpenuhi, bukan untuk menghalangi,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan 100 persen penerima manfaat MBG di seluruh wilayah dapat terlayani pada tahun 2025. SPPG ‘Marsiurupan’ diharapkan menjadi pioneer dan ‘role model’ bagi SPPG lainnya. Ke depan, sasaran program akan diperluas tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga anak baru lahir, ibu hamil dan kelompok rentan gizi lainnya.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Hutabarat, S.Si., M.Si, bersama Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng menghadiri secara langsung prosesi Wisuda XI Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung yang digelar di Auditorium Kampus II Sipoholon Jumat, (7/11/2025).
Wisuda tahun ini mengangkat tema “Berkarya dengan Keunggulan, Melayani dengan Kejujuran”, sejalan dengan semangat IAKN Tarutung dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berintegritas dalam pelayanan masyarakat. Sebanyak 374 wisudawan resmi dilantik, terdiri dari 343 lulusan program Sarjana, 56 Magister, dan 5 Doktor.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika IAKN Tarutung atas kontribusinya dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong inovasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memberikan dukungan penuh terhadap lembaga pendidikan tinggi seperti IAKN Tarutung, yang telah menjadi mitra strategis dalam membangun karakter dan kompetensi generasi muda. Kami berharap para wisudawan dapat menjadi teladan dalam berkarya dan melayani masyarakat dengan kejujuran,” ujar Bupati.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan ibadah pembuka, laporan panitia, serta pembukaan Sidang Senat Terbuka.
Acara ini turut diwarnai dengan orasi ilmiah dari Bupati Dairi Ir. Vicner Sinaga, MM, serta pidato wisuda dari Rektor IAKN Tarutung Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si, yang memberikan refleksi mendalam tentang peran pendidikan tinggi dalam membentuk karakter dan daya saing bangsa.
Sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi juga hadir dalam acara ini, termasuk Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, S.H., M.Si., Kajari Taput, Dandim 0210/TU, Asisten Administrasi dan Umum. Setdakab Taput, Direktur Universitas Terbuka Taput, Ketua Sekolah Tinggi Bibelvoud Laguboti serta para pemimpin gerejawi dan akademisi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap misi pendidikan dan pelayanan yang diemban oleh IAKN Tarutung.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran, S.Si., M.Si dan Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, S.T., M.Eng., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat menghadiri Acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tapanuli Utara dari Donny K. Ritonga, S.H., M.H., kepada Dedy Frits Rajagukguk, S.H., M.H., yang dilaksanakan di Gedung Sopo Partungkoan Tarutung Kamis, (6/11 2025).
Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kajari sebelumnya Donny K. Ritonga atas dedikasi dan sinergi yang telah terjalin baik selama bertugas di Kabupaten Tapanuli Utara.
“Perjalanan dua tahun lebih bersama Pak Donny adalah waktu yang berharga. Kami banyak berdiskusi dan menerima saran-saran yang konstruktif. Saya merasakan langsung bagaimana kehadiran Kejaksaan Negeri Tarutung memberikan dukungan nyata terhadap upaya pembangunan dan tata kelola pemerintahan di bona pasogit ini,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Donny K. Ritonga yang kini dipercaya menjabat sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.
“Semoga amanah baru menjadi kebanggaan dan membawa berkat bagi keluarga. Kami percaya sinergi dan semangat pengabdian yang telah Bapak tunjukkan di Taput akan terus berlanjut di tempat tugas yang baru,” ungkapnya.
Kepada Kajari yang baru, Dedy Frits Rajagukguk, Bupati menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di tanah kelahiran.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan selamat datang di bona pasogit. Kami tahu ini adalah doa dan harapan yang telah lama Bapak nantikan, untuk dapat mengabdi di kampung halaman sendiri. Semoga kehadiran Bapak menjadi berkat dan membawa semangat baru bagi kemajuan Kabupaten Tapanuli Utara,” tutur Bupati.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda, termasuk Kejaksaan Negeri, dalam mewujudkan visi Tapanuli Utara yang Maju, Berbudaya dan Berkelanjutan.
“Kami mohon dukungan agar bersama-sama membawa Kabupaten Tapanuli Utara ke jalan yang benar, demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bona pasogit tercinta,” tutup Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Kajari lama Donny K. Ritonga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara atas dukungan dan kerja sama selama masa jabatannya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati yang telah menghibahkan lahan pemerintah daerah untuk pembangunan kantor baru Kejaksaan Negeri Taput.
Sementara itu, Kajari baru Dedy Frits Rajagukguk menyampaikan rasa bangga dan syukur dapat bertugas di tanah kelahirannya. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program dan kerja sama yang telah dibangun, serta memperkuat sinergi dengan Pemkab Taput dan seluruh elemen masyarakat.