Polsek Parung dan Instansi Terkait Tinjau Lokasi Robohnya Tenda Hajatan Akibat Angin Kencang

BOGOR.radarinformasi.com – Angin kencang yang melanda wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada Minggu siang, 1 September 2024, menyebabkan sebuah tenda hajatan di Perumahan Taman Ria Persada, RT 01 RW 05, Desa Cibeteung Muara, Kecamatan Ciseeng, roboh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, saat acara resepsi pernikahan sedang dalam jeda istirahat. Selasa (3/9)

Tenda tersebut digunakan untuk resepsi pernikahan yang diselenggarakan oleh Srie Haryati, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Blok E5 No. 1 perumahan tersebut. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB terhenti sejenak saat angin kencang tiba-tiba menerpa dan merobohkan tenda.

Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Namun, beberapa hidangan yang disajikan, seperti nasi dan lauk pauk, tumpah, dan tenda mengalami kerusakan.

Setelah kejadian, acara resepsi dipindahkan ke dalam rumah Srie Haryati. Pihak penyewa tenda, Hila Make-up, segera menyediakan tenda sementara untuk melanjutkan acara. Acara resepsi kemudian dilanjutkan hingga selesai sekitar pukul 22.30 WIB, diakhiri dengan pertunjukan organ tunggal.

Kapolsek Parung, AKP Doddy Rosjadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian terkendali. “Kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan di lokasi. Syukurlah, acara resepsi dapat dilanjutkan dan diselesaikan dengan lancar meski sempat mengalami gangguan akibat cuaca,” ujar AKP Doddy.

Polsek Parung bersama instansi terkait telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi terkendali dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Hujan Disertai Angin Kencang Hancurkan Rumah Warga Di Jonggol Bogor

Hujan Disertai Angin Kencang Hancurkan Rumah Warga Di Jonggol Bogor

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan disertai angin kencang yang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Bogor pada Kamis siang (09/02/2023), Akibatkan pohon tumbang serta kerusakan pada rumah warga, Seperti halnya yang terjadi di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Jum’at (10/02/2023).

Salahsatu warga yang rumahnya mengalami kerusakan yakni rumah Kemin warga Kampung Babakan halibah, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol Mengalami kerusakan pada bagian atap dan tembok rumahnya runtuh akibat diterjang hujan disertai angin yang cukup kencang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut pihak kepolisian dari Polsek Jonggol yang datang ke lokasi pun melakukan evakuasi terhadap keluarga Kemin ke lokasi yang lebih aman, mengingat kerusakan yang terjadi pada rumahnya yang cukup parah.

Kapolsek Jonggol Kompol Mulyadi Asep Fajar SH Mengatakan bahwa akibat terjadinya kejadian hujan disertai angin kencang pada Kamis siang tidak sampai menelan korban jiwa, “Hanya saja salahsatu rumah milik warga mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap rumahnya akibat terpaan angin yang kencang. terkait kejadian tersebut kami bersama Koramil Jonggol dibantu masyarakat pun telah melakukan penanganan”, ungkap Kompol Mulyadi Asep Fajar.

Sumber Humas Polres Bogor

Red

Karena Angin Kencang Rumah Lansia di Indramayu Roboh dan Butuh Bantuan

Karena Angin Kencang Rumah Lansia di Indramayu Roboh dan Butuh Bantuan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kondisi rumah Rumini (63) janda dua anak ini sangat memperihatinkan pasca angin kencang mengantam bagian atas bangunan rumah hingga roboh.

Kondisi rumah yang sudah dibilang tua dan agak rapuh tersebut di pastikan akan membahayakan jiwa didalamnya, apalagi sampai sekarang cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu.

Menurut sang pemilik rumah Rumini, mengaku hingga saat ini dirinya belum mempunya uang untuk memperbaiki rumahnya, yang dikuatirkan kalau kondisi hujan pasti bocor dan membasahi hampir seluruh ruangan.

” Yang saya kuatirkan adalah kondisi rumah yang sewaktu waktu roboh dan membayakan jiwa kami, ditambah lagi kalau hujan turun pasti bocor bocor,” katanya Jumat (6/1/2023).

Rumah yang diperkirakan berusia sekitar 100 tahun itu bahkan belum pernah direnovasi, adapun perbaikan yang dilakukan hanya perbaikan kecil seperti menambal atap yang bocor.

Disampaikan Rumini, tidak sedikit petugas dan datang meninjau rumahnya. Mereka memfoto dan berjanji akan diajukan agar dapat program Rutilahu.

Namun, hingga saat ini realisasi program rutilahu itu belum terealisasikan hingga akhirnya ada bagian rumah yang roboh.

Padahal lanjut Rumini, rumah yang ditempatinya adalah tanah milik dan memiliki surat-surat. Kalau memperbaiki sendiri, saya tidak sanggup dan tidak punya uang.

Di rumah tersebut, Rumini menceritakan, ia tinggal bersama kedua anaknya dan kedua cucunya. Sementara sang suami, sudah 10 tahun lalu meninggal dunia.

Perihal kondisi rumahnya yang mengkhawatirkan, Rumini mengaku hanya bisa pasrah dan menerima keadaan.

Beruntung, pasca-kejadian robohnya bagian rumah tersebut, para tetangga di tempat tinggalnya ikut membantu membereskan puing-puing.

Beberapa warga ada yang memanjat ke atas atap untuk memindahkan genteng yang dianggap rawan jatuh demi meminimalisir adanya korban.

“Saya berharap ada pihak – pihak yang peduli terhadap nasib rumahnya dan memberikan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang sudah sangat tua dan rusak,” ujarnya.

Ketua RT setempat, Sohibul menambahkan, kondisi rumah Rumini sebenarnya sudah lama disampaikan kepada pemerintah untuk diajukan dalam program Rutilahu, hanya saja, sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjut pengajuan tersebut.

“Sampai akhirnya ya kejadian seperti ini, secara keseluruhan kondisi rumah memang riskan dan sangat membutuhkan program Rutilahu apalagi di sini tinggal lansia hingga anak-anak,” terangnya.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi P