Sidang Kedelapan Kasus Kematian Putri Apriyani, PN Indramayu Hadirkan Ahli Forensik

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan terhadap Putri Apriyani kembali digelar di Pengadilan Negeri Indramayu .Pada agenda persidangan kedelapan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli forensik untuk memaparkan hasil kajian medis terkait penyebab kematian korban, Selasa (3/3/2026).

Ahli forensik yang dihadirkan JPU, dr. Andri Nur Rochman, di hadapan majelis hakim menjelaskan bahwa korban meninggal dunia akibat kehabisan napas atau kekurangan oksigen. 

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya tindakan seperti pembekapan yang menghambat suplai oksigen.

Kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, menyatakan keterangan ahli dinilai selaras dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa, Alvian Sinaga, saat proses penyidikan di kepolisian. 

Ia menilai terdapat kesesuaian antara dugaan perbuatan terdakwa dan penyebab kematian korban sebagaimana dijelaskan ahli.

Selain itu, lanjut Toni, ahli juga menerangkan bahwa tidak ditemukan trauma khas akibat kekurangan oksigen lantaran kondisi tubuh korban telah dibakar. 

Ia menyebut, tindakan pembakaran tersebut diduga sebagai upaya menghilangkan barang bukti.

Toni RM menilai perbuatan tersebut mengindikasikan unsur kesengajaan dan perencanaan. 

Menurutnya, perbuatan menghilangkan barang bukti dapat memperkuat dugaan adanya unsur pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam ketentuan pidana, dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati sesuai pasal sesuai pasal 340 KUHP, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Sidang perkara ini akan kembali dilanjutkan pada pekan mendatang dengan agenda pemeriksaan lanjutan sesuai jadwal yang telah ditetapkan majelis hakim.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Polisi Akan Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Berujung Kematian Ibu Kandung

BOGOR.radarinformasi.com – Kepolisian Resor (Polres) Bogor berhasil mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang ibu kandung di Kecamatan Cileungsi. Korban, Herlina Sianipar (61), diduga menjadi korban kekerasan oleh anak kandungnya sendiri, NP (41). Senin (2/12)

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangan pers pada Senin (2/12/2024), menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (1/12/2024) malam sekitar pukul 21.30 WIB di warung milik korban di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi.

Kapolres menyampaikan bahwa saksi mata melihat pelaku, yang merupakan anak kandung korban, mendorong ibunya hingga terjatuh. “Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian mengambil tabung gas LPG 3 kg dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak tiga kali,” ujar Kapolres.

Korban sempat dilarikan ke RS Kenari oleh warga sekitar yang melaporkan kejadian tersebut. Namun, nyawanya tidak tertolong, dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan Suzuki pickup. Namun, dalam waktu beberapa jam, pelaku berhasil diamankan di sekitar Jalan Raya depan RS Hermina Cileungsi oleh aparat Polres Bogor.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa tabung gas LPG 3 kg yang digunakan dalam tindak kekerasan tersebut. Sementara itu, jenazah korban dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi guna mendukung penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres menegaskan bahwa meskipun pelaku merupakan anggota Polri, penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan transparan. “Kami terus berkoordinasi dengan Propam Polda Metro Jaya terkait aspek kode etik. Untuk proses tindak pidana, pelaku akan diproses lebih lanjut di Polres Bogor. Kami pastikan kasus ini ditangani sesuai prosedur, mengingat ini adalah tindakan keji terhadap ibu kandung sendiri,” ujar AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Kasus ini menjadi perhatian serius Kepolisian Bogor dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu demi keadilan.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Cileungsi dan Sat Resmob Polres Bogor Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu Kandung oleh Anaknya

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Cileungsi bersama Sat Resmob Polres Bogor berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri. Peristiwa ini terjadi pada Minggu malam, 1 Desember 2024, sekitar pukul 21.30 WIB, di warung milik korban yang berlokasi di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Senin (2/12)

Kapolsek Cileungsi, Kompol Wahyu Maduransyah Putra, S.T., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa insiden bermula ketika seorang saksi sedang berbelanja di warung milik korban, Herlina Sianipar (60). Saat itu, korban bersama anaknya, Nikson Jeni Pangaribuan alias Ucok (40). Tanpa diduga, pelaku mendorong korban hingga terjatuh. Tidak berhenti di situ, pelaku mengambil tabung gas LPG 3 kg yang ada di warung dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak tiga kali. Saksi yang ketakutan segera melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke RS Kenari menggunakan ambulans, tetapi dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit. Sementara itu, pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan Suzuki.

Pada Senin dini hari, 2 Desember 2024, sekitar pukul 01.00 WIB, pelaku diketahui memarkirkan kendaraan Suzuki pickup di depan RS Hermina Cileungsi. Ia kemudian berjalan kaki menuju sebuah restoran dan membuat keributan di lokasi tersebut. Polsek Cileungsi, bersama tim dari Sat Resmob Polres Bogor, Polres Bekasi, dan Dokkes, berhasil mengamankan pelaku. Pelaku kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Korban diketahui bernama Herlina Sianipar (61), merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Saat kejadian, korban sedang melayani pelanggan di warung miliknya sebelum diserang oleh anak kandungnya sendiri.

Pelaku yang merupakan anak kandungnya, bernama Nikson Jeni Pangaribuan, yang juga dikenal dengan nama Ucok (41). Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku sebelumnya bekerja sebagai anggota Polri dan berdomisili di Central Park, Jalan Kamboja H/14, Kelurahan Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu tabung gas LPG ukuran 3 kg yang digunakan oleh pelaku untuk menyerang korban.

Pihak kepolisian telah memintai keterangan dari dua saksi yang berada di lokasi kejadian. Saksi pertama, Bangun Barimbing (46), seorang wiraswasta yang tinggal di Kampung Cibeureum, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Saksi kedua, Hotbin Pasaribu (50), seorang wiraswasta yang juga berdomisili di Kampung Cibeureum, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi.

Sampai berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pemeriksaan intensif di Polsek Cileungsi. Pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan terus dikembangkan oleh pihak kepolisian untuk memastikan pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule