Gerak Cepat, Pemkab Indramayu Fasilitasi Pemulangan Lansia Telantar dari Lamongan ke Keluarga

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial (Dinsos) menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat. Dinsos memfasilitasi proses reunifikasi seorang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan keluarganya, Minggu (17/5/2026).

Lansia berinisial H (52), warga Kecamatan Gantar, sebelumnya ditemukan dalam kondisi telantar di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, oleh warga setempat selama beberapa hari. Setelah mendapat informasi tersebut, Dinsos Indramayu segera melakukan koordinasi lintas daerah untuk menelusuri keluarga serta menyiapkan proses pemulangan.

Proses reunifikasi dilakukan dengan melibatkan keluarga yang menjemput langsung dari Cikarang, sehingga yang bersangkutan dapat kembali berkumpul bersama keluarga dengan aman dan layak.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim untuk memastikan setiap warga memperoleh perhatian, perlindungan, serta layanan sosial, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Indramayu, Ade Suhayati, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia meminta warga segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan sosial agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinsos Indramayu, Sidik Tri, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga, Kecamatan Gantar, serta Kuwu Desa Baleraja dalam proses penjemputan dan pemulangan.

“Kami bersama Kecamatan Gantar dan Pemerintah Desa Baleraja turut memberikan bantuan akomodasi penjemputan Bapak H,” ujarnya.

Salah satu anak dari H menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu atas perhatian dan bantuan yang diberikan hingga ayahnya dapat kembali berkumpul dengan keluarga.

Sumber Diskominfo Indramayu


Andika

Pemkab Indramayu Uji Coba Aplikasi Sistem Informasi Kerja Sama Daerah untuk Dorong Investasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mempercepat digitalisasi pelayanan publik melalui uji coba aplikasi Sistem Informasi Kerja Sama Daerah. Pembahasan, evaluasi, dan simulasi penggunaan aplikasi tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (8/5/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Indramayu dan diikuti perangkat daerah terkait sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola kerja sama daerah. Pengembangan sistem ini sejalan dengan Permendagri Nomor 22 Tahun 2020 tentang Tata Cara Kerja Sama Daerah.

Aplikasi tersebut dirancang untuk mengatasi kendala administratif yang selama ini kerap muncul, seperti sulitnya pencarian dokumen fisik serta kurangnya sinkronisasi data antarinstansi terkait status persetujuan pimpinan.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Indramayu, Ade Suhayati, menekankan pentingnya aspek keamanan data dan pengelolaan hak akses dalam aplikasi. Ia juga mengusulkan agar identitas daerah dimasukkan ke dalam nama aplikasi agar lebih mencerminkan semangat pembangunan Indramayu REANG.

“Sistem ini merupakan wujud kolaborasi Indramayu REANG untuk mendorong ekonomi kerakyatan dan pembangunan berbasis gotong royong. Penamaan aplikasi masih dikaji agar identitas Indramayu semakin kuat,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan teknis, Sub Koordinator Bagian Tata Pemerintahan Setda Indramayu, Aan Kunaefi, menjelaskan bahwa aplikasi ini akan menjadi platform terintegrasi bagi seluruh dokumen kerja sama daerah. Melalui sistem tersebut, calon mitra dapat mengunduh template, mengunggah naskah kesepakatan, serta memantau proses pengajuan secara real-time.

Efisiensi birokrasi dan kemudahan akses ini diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi dan memperluas kemitraan strategis di Kabupaten Indramayu. Masukan dari rapat koordinasi akan digunakan untuk menyempurnakan sistem sebelum diluncurkan secara resmi sebagai wadah kolaborasi utama pemerintah daerah dengan para mitra.

Sumber Diskominfo Indramayu


Andika

Libur Panjang Nasional Bawa Berkah bagi Wisata Pantai Bali 2 Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Momentum libur bersama membawa berkah bagi pengelola Pantai Bali 2 Indramayu. Objek wisata yang berada di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu dipadati wisatawan dari berbagai daerah.
Pengelola Pantai Bali 2 Indramayu, Akso, mengatakan kepada awak media bahwa rangkaian libur panjang nasional memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah pengunjung di lokasi wisata tersebut, Minggu (17/5/2026).

“Momentum minggu ini memang bertepatan dengan rentetan libur bersama. Bagi kami sebagai pengelola objek wisata, Pantai Bali 2 Indramayu menjadi ramai pengunjung,” ujar Akso kepada awak media.

Menurutnya, meningkatnya jumlah wisatawan turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku ekonomi kreatif yang berjualan di kawasan wisata.

“Untuk pelaku ekonomi kreatif khusus pedagang ada sekitar 25 orang. Sedangkan permainan anak dan permainan air ada kurang lebih 20 wahana,” katanya.

Selain menyediakan area pantai, pengelola juga menghadirkan berbagai fasilitas hiburan keluarga dan wahana permainan air untuk menarik minat wisatawan. Harga tiket masuk pun dinilai masih terjangkau, yakni Rp12 ribu pada hari biasa dan Rp15 ribu saat akhir pekan.

Akso berharap masyarakat dapat memilih destinasi wisata yang dekat, aman, dan nyaman tanpa harus bepergian jauh keluar kota.

“Harapannya masyarakat tidak perlu jauh-jauh berwisata ke luar daerah. Cari saja tempat wisata yang dekat, nyaman, dan aman,” tuturnya kepada awak media.

Ia menambahkan, promosi melalui media sosial seperti TikTok dan YouTube turut memengaruhi meningkatnya rasa penasaran masyarakat untuk datang langsung ke Pantai Bali 2 Indramayu. Bahkan, sejumlah wisatawan disebut datang dari luar daerah seperti Wonosobo dan Semarang.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Semarang, Budi Santoso, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana pantai saat libur bersama.

“Kami mengetahui Pantai Bali 2 Indramayu dari media sosial seperti TikTok dan YouTube. Setelah datang langsung ternyata tempatnya ramai dan cocok untuk wisata keluarga,” ungkap Budi Santoso kepada awak media.

Menurutnya, Pantai Bali 2 Indramayu memiliki suasana yang nyaman dengan harga tiket yang relatif terjangkau bagi wisatawan.

“Anak-anak juga senang karena banyak permainan. Semoga fasilitasnya semakin lengkap dan kebersihannya tetap terjaga,” katanya.

Reporter : Andika

Polsek Megamendung Dukung Program Ketahanan Pangan melalui Panen Raya Jagung Hibrid

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Megamendung Polres Bogor bersama Muspika Kecamatan Megamendung melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Hibrida Tahun 2026 secara serentak melalui live streaming bersama Presiden RI dan Kapolri, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan berlangsung di Kampung Sukamaju RT 04/06, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Panen raya ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Ketahanan Pangan guna meningkatkan swasembada pangan nasional.

Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana, S.H., M.H., bersama Kepala Desa Sukamaju H. Alex Purnama Johan, S.IP., memanfaatkan lahan pertanian seluas sekitar satu hektare untuk penanaman jagung hibrida yang dikelola bersama kelompok tani setempat.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian masyarakat sekaligus memperkuat sinergitas antara pemerintah, kepolisian, dan petani. Jagung hibrida diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar 120 hari dan hasilnya akan disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Turut hadir unsur Muspika Kecamatan Megamendung, perwakilan pemerintah desa, kelompok tani, dan warga sekitar. Meski diguyur hujan, kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga selesai pukul 16.00 WIB.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Pemkab Indramayu Genjot Penurunan Stunting Lewat Program INEY Fase II

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengakselerasi upaya penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dalam program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pemaparan Hasil Analisis Situasi dan Advokasi Lintas Sektor di Aula Bapperida Indramayu, Selasa (12/5/2026).

Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Indramayu, Titing Mulyani, menyampaikan bahwa penanganan stunting di Indramayu menunjukkan tren positif. Meski demikian, intervensi spesifik tetap memerlukan pengawasan dan konsistensi pelaksanaan di semua tingkatan.

Menurutnya, keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak dapat bertumpu pada sektor kesehatan saja. Keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, hingga dunia usaha menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Indramayu, Tati Suhartati. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antarinstansi, mengingat hasil analisis situasi telah memetakan wilayah prioritas yang membutuhkan perhatian khusus agar pemanfaatan sumber daya lebih efektif.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga P3APPKB Indramayu, Hj. Warcitem, menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi keluarga berisiko tinggi stunting, khususnya sejak masa pranikah hingga kehamilan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua TPPS dari Kecamatan Kedokan Bunder dan Kecamatan Kertasmaya yang ditetapkan sebagai wilayah pendampingan tahun 2026. Penetapan ini didasarkan pada kompleksitas persoalan kesehatan yang ditemukan, seperti kasus ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) serta tantangan cakupan imunisasi dasar.

Dukungan teknis juga diberikan oleh akademisi Eyet Hidayat dari Poltekkes Tasikmalaya yang berkomitmen memberikan asistensi teknis agar intervensi gizi di lapangan berjalan sesuai standar. Penelaah Kebijakan Kesehatan Juwanda menambahkan, penguatan sistem surveilans gizi dan pemanfaatan teknologi pemantauan kesehatan remaja serta ibu hamil akan menjadi kunci pemantauan status gizi secara real-time.

Melalui sinergi yang solid, Pemkab Indramayu optimistis mampu melahirkan generasi yang lebih sehat dan tangguh. Program INEY Fase II yang didukung hibah Bank Dunia diharapkan menjadi pendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Penataan Rute Baru CFN, Pemkab Indramayu Ajak Pedagang dan Wahana Permainan Pindah Lokasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu mengimbau pedagang kaki lima (PKL), pelaku UMKM, serta pengelola wahana permainan yang selama ini beraktivitas di area Alun-Alun Indramayu dan sepanjang Jalan Letjen S. Parman untuk menempati lokasi baru dalam pelaksanaan Car Free Night (CFN) rute terbaru.

Imbauan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi CFN yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, bersama sejumlah perangkat daerah di ruang rapat Sekda, Selasa (12/5/2026).

Penataan ini dilakukan guna mengembalikan fungsi Alun-Alun Indramayu sebagai ruang terbuka publik yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Dalam skema baru, pedagang dan wahana permainan diarahkan menempati jalur yang telah disiapkan, yakni Jalan RA Kartini, Jalan Jenderal Ahmad Yani, kawasan Pasar Mambo, hingga Perempatan Waiki.

Ahmad Syadali menegaskan, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung, khususnya keluarga dan anak-anak yang memanfaatkan ruang publik tersebut.

“Masyarakat membutuhkan ruang yang nyaman saat berada di alun-alun tanpa terganggu aktivitas wahana permainan,” ujarnya.

Ia menambahkan, relokasi bukan dimaksudkan untuk membatasi aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan menata lokasi usaha agar lebih rapi sekaligus tetap memberikan ruang bagi pedagang untuk berjualan selama CFN berlangsung.

“Pengalihan rute ini diharapkan mampu menciptakan pusat keramaian yang lebih teratur sekaligus menggerakkan perekonomian lokal di sepanjang jalur CFN,” katanya.

Selain penataan pedagang, rapat juga membahas penyediaan kantung parkir kendaraan roda dua dan roda empat bagi pengunjung. Langkah tersebut diambil untuk mengurai kemacetan serta menata arus lalu lintas pada jalur yang ditutup selama kegiatan berlangsung.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Indramayu mengajak seluruh pelaku UMKM dan pengelola wahana permainan mendukung proses penataan dengan berpindah ke lokasi yang telah ditetapkan, demi keselamatan pengunjung sekaligus optimalisasi fungsi alun-alun sebagai ruang publik masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Jawa Barat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan di Jawa Barat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Masalah Persampahan di Jawa Barat yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bale Pakuan, Bandung, Senin (11/5/2026).

Rakor tersebut menjadi bagian dari agenda strategis kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, aktivis mahasiswa, hingga tokoh budaya, dalam merumuskan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat hulu. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota mulai memperkuat sistem pemilahan sampah di lingkungan rumah tangga, desa, hingga kecamatan guna mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, turut meninjau langsung peralatan pengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di kawasan Gedung Sate, Bandung.

“Kami di Indramayu sepakat bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuangnya ke TPA. Sesuai arahan Pak Gubernur, kunci utamanya ada pada pemilahan sampah dari hulu,” ujar Lucky Hakim.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kecamatan, agar sampah dapat diolah kembali dan memiliki nilai guna ekonomis.

Salah satu fokus pembahasan dalam rakor tersebut adalah pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik maupun RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk kebutuhan industri.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menilai pengembangan teknologi tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sementara itu, Kepala DLH Indramayu, Dedi Agus Permadi, menegaskan kesiapan daerahnya untuk membuka ruang kolaborasi dengan investor yang tertarik mengembangkan inovasi pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.

“Indramayu memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sampah. Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lingkungan, kami optimistis pengelolaan sampah di Indramayu dapat lebih modern sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah,” katanya.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan lingkungan berbasis kolaborasi masyarakat demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sumber DiskomInfo Indramayu

Andika

Belum Miliki IPAL dan Cemari Lingkungan, Operasional SPPG Cigombong Jadi Sorotan

BOGOR.radarinformasi.com – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigombong, yang beralamat di Jalan Kilenjong, Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai sorotan warga lantaran disebut telah berjalan hampir satu bulan tanpa memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Warga mengeluhkan munculnya bau limbah dari aktivitas dapur skala besar tersebut. “Baunya mulai terasa saat aktivitas dapur ramai. Warga khawatir limbah dibuang tanpa pengolahan yang benar,” ujar salah satu warga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal kelayakan operasional SPPG, mengingat dapur produksi makanan skala besar menghasilkan limbah cair, minyak, lemak, dan sisa organik yang seharusnya diolah sebelum dibuang ke lingkungan.

Dari informasi yang dihimpun, pengelola baru memasang filter sederhana sebagai penanganan sementara. Namun langkah tersebut dinilai belum cukup menggantikan fungsi IPAL secara menyeluruh.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Cigombong, Try Putra mengakui pembangunan IPAL masih dalam tahap pengajuan kepada pihak yayasan. “Untuk IPAL memang sedang diajukan ke pihak yayasan dan kemungkinan akan mulai diproses minggu ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan warga sebelum pembangunan gedung dilakukan. “Sebelum gedung ini dibangun, kami sudah koordinasi dan musyawarah dengan warga sekitar, termasuk RT dan RW,” tambahnya.

Namun di tengah polemik tersebut, diketahui Ketua RT setempat juga bekerja di lingkungan SPPG sebagai asisten lapangan. Hal ini memunculkan perhatian terkait independensi pengawasan lingkungan di sekitar lokasi operasional.

Tak hanya itu, saat awak media melakukan konfirmasi terkait belum adanya IPAL, pihak SPPG juga menghadirkan Babinsa desa setempat dalam proses wawancara dan klarifikasi. Namun tidak diketahui secara pasti maksud dan tujuan kehadiran Babinsa tersebut dalam agenda konfirmasi media.

Padahal, Badan Gizi Nasional⁠ sebelumnya menegaskan bahwa operasional SPPG wajib memenuhi standar higiene sanitasi, termasuk pengelolaan limbah dan ketersediaan IPAL.

Pengelolaan limbah tanpa sistem yang layak juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, yang mengatur sanksi pidana maupun administratif terhadap pencemaran lingkungan.

Warga berharap instansi terkait segera turun tangan untuk memeriksa kelayakan operasional SPPG tersebut agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Red

DPRD Indramayu Gelar Rapat Paripurna Bahas Raperda Susunan Perangkat Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – DPRD Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar Rapat Paripurna penyampaian hasil kajian Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Indramayu, Kamis (7/5/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Indramayu tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penyesuaian tata kelola pemerintahan daerah agar lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kondisi fiskal daerah saat ini.

Dalam rapat tersebut, Anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Indramayu, Bhisma Panji Dhewanthara, S.Si., Apt., menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan penataan struktur perangkat daerah guna mendukung pelaksanaan urusan pemerintahan secara optimal sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih baik.

Menurut Bhisma, langkah penataan organisasi perangkat daerah tidak terlepas dari kondisi keuangan daerah yang memerlukan perhatian serius. Berdasarkan Peraturan Daerah tentang Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026, proporsi belanja pegawai Pemerintah Kabupaten Indramayu pada APBD murni Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar 36,99 persen dari total belanja APBD.

“Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar pengelolaan anggaran daerah dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik maupun pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah,” ujar Bhisma dalam penyampaiannya.

Selain tingginya proporsi belanja pegawai, pemerintah daerah juga menghadapi penurunan pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Pada APBD murni tahun anggaran sebelumnya, pendapatan transfer tercatat sebesar Rp2,684 triliun. Namun pada tahun anggaran berikutnya turun menjadi Rp2,335 triliun atau berkurang sekitar Rp348,7 miliar atau sebesar 12,99 persen.

Penurunan kapasitas fiskal tersebut menjadi salah satu alasan utama dilakukannya penyesuaian perangkat daerah, termasuk melalui langkah perampingan organisasi agar lebih selaras dengan kemampuan keuangan daerah.

Bhisma menambahkan, pengaturan perangkat daerah nantinya mencakup pembentukan, perubahan, penggabungan, perampingan, hingga penyesuaian susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai wadah penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.

“Penataan kelembagaan harus dilakukan berdasarkan hasil pemetaan urusan pemerintahan, beban kerja, serta kebutuhan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Melalui Raperda tersebut, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap dapat mewujudkan kelembagaan perangkat daerah yang lebih efektif, efisien, serta akuntabel. Penyesuaian ini juga disebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, khususnya terkait pengendalian belanja pegawai agar tetap proporsional dan berkelanjutan.

Rapat paripurna itu turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Indramayu, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Indramayu, unsur Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Libur Akhir Pekan, Wisata Pantai Bali 2 Balongan Jadi Primadona Wisata Keluarga di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana libur akhir pekan, terasa begitu semarak di kawasan wisata Bali 2 yang berada di Jl. Raya Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati kawasan pantai yang dikenal dengan nuansa khas Pulau Dewata tersebut, Minggu, 10 Mei 2026.

Pantai yang akrab disebut “Bali 2” atau Balongan Indah 2 ini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat karena menawarkan panorama laut yang indah, spot foto estetik bernuansa Bali, hingga suasana santai yang cocok untuk liburan keluarga. 

Dengan deretan gapura khas Bali, patung artistik, gazebo, serta hamparan pasir pantai yang luas, pengunjung seakan diajak menikmati suasana wisata ala Pulau Bali tanpa harus keluar daerah. Tidak heran, kawasan wisata ini terus ramai dikunjungi terutama saat akhir pekan dan musim liburan. 

Sejak pagi hari, pengunjung tampak memenuhi area bibir pantai untuk bermain air, menikmati angin laut, hingga berburu foto bersama keluarga dan sahabat. Anak-anak terlihat ceria bermain pasir, sementara para remaja memanfaatkan berbagai spot instagramable yang tersedia di kawasan wisata tersebut.

Selain menikmati keindahan pantai, wisatawan juga dimanjakan dengan aneka kuliner khas pesisir yang dijajakan para pedagang sekitar. Mulai dari seafood bakar, kelapa muda, hingga jajanan tradisional menjadi pelengkap suasana liburan yang hangat dan menyenangkan.

Salah satu pengunjung asal Cirebon, Rina (28), mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena penasaran dengan suasana Pantai Bali 2 yang sedang viral di media sosial.

“Tempatnya bagus, cocok buat healing dan foto-foto. Nuansanya seperti di Bali, apalagi kalau sore hari sunset-nya sangat indah,” ujarnya.

Pengelola wisata juga terus melakukan pengembangan fasilitas demi meningkatkan kenyamanan pengunjung, mulai dari area parkir yang luas, wahana hiburan keluarga, hingga penambahan spot foto kekinian.

Keberadaan wisata Bali 2 pun menjadi salah satu ikon wisata bahari unggulan di Kabupaten Indramayu yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang menikmati pesona pantai utara Jawa Barat.

Reporter : Andika