INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang masih marak di Indramayu. Hal ini terbukti dari 1/3 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Indramayu adalah para pelaku penyalahgunaan narkotika.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, Beni Hidayat yang turut hadir dalam pemusnahan BB di lapangan Kejari Indramayu, pada Kamis, 20 Juli 2023.
“Sepertiga dari seluruh penghuni lapas, berarti sekitar 230 orang, berasal dari tindak pidana penyalahgunaan narkotika,” ungkap Beni.
Menurut Beni, pencegahan tindak pidana narkotika bisa dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya Lapas dan Kejaksaan saja, namun seluruh komponen yang ada di Indramayu harus bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba.
Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Ajie Prasetya yang mengungkapkan bahwa perkara penyalahgunaan narkotika menjadi yang paling marak terjadi di Kabupaten Indramayu.
“Ini menjadi perhatian utama, terutama di sektor pendidikan supaya dinas pendidikan lebih memperhatikan tunas bangsa tidak terjerat penyalahgunaan narkotika,” kata Ajie.
Diketahui, sebanyak 78,26 gram sabu, 2.331,82 gram ganja, psikotropika berupa alprazolam sebanyak 76 butir, merlopam 10 butir. Kemudian ada pula obat-obatan terlarang seperti dextrometorphan 1.241 butir, hexymer 3.647 butir, tramadol 3.925 butir, dan trihexyphenidyl sebanyak 24 butir telah dimusnahkan.
BOGOR.radarinformasi.com – Wisata Alam Seureuh Hejo merupakan salahsatu wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Seureuh Hejo yang berlokasi di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Gobang Petak 16A-2 BKPH Jasinga-Leuwiliang, dengan luas 11,71 ha, Desa Sadeng Kampung Gunung Seureuh Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Selasa (18/07/2023).
Wisata Alam Seureuh Hejo merupakan wisata hasil pengembangan potensi yang dilakukan Perhutani KPH Bogor yang kerjasamanya dengan LMDH sudah dilakukan sejak tahun 2021 sampai dengan saat ini. Wisata ini berada di wilayah barat Kabupaten Bogor, yang memililki potensi wisata untuk dikembangkan lebih lanjut.
Panorama alam perbukitan menghijau masih alami yang memanjakan mata dengan suasana sejuk dan semilir angin sepoi-sepoi, hal ini yang menjadi salahsatu daya tarik wisatawan dan cocok berwisata bersama keluarga atau teman-teman. Pengelola wisata ini pun menyediakan kolam renang untuk anak-anak yang diberi nama “Tirta Seureuh Hejo”. Selain itu, terdapat spot-spot foto menarik yang instagramable. Bagi yang tertarik untuk berkemah disini tersedia lokasi Camping Ground dan dapat pula menyewa perlengkapan berkemah ke pihak pengelola.
Berada di Wisata Alam Seureuh Hejo, “Kita dapat melihat keindahan wilayah Bogor Barat dari ketinggian sekitar 800 mdpl dan bisa melihat keindahan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Halimun Salak. Fasilitas yang disediakan disini cukup lengkap Wisata alam Seureh Hejo menyediakan toilet, mushalla, warung, kafe, tempat duduk santai, fasilitas saung tempat istirahat, ayunan, tunggang kuda dan spot foto yang instagenic”, jelas Mul salahsatu pengunjung.
Wisata Seureh Hejo buka setiap hari dengan tarif masuk kawasan Seureuh Hejo yang terjangkau, yaitu Rp 5.000,-/orang, Rp 5.000,- untuk parkir motor, Rp 10.000,- untuk parkir mobil sedangkan untuk bermalam dengan mendirikan tenda Rp 15.000,-/orang.
Untuk rute perjalanan jika melalui Kota Bogor dapat melalui jalan menuju arah Jasinga, lalu ke arah Jalan Sadeng Joglo Kampung Gunung Seureuh, berpatokan pada MIN Sadeng, belok kanan dari sana sejauh empat kilometer menuju lokasi wisata dengan jalan yang menanjak. Akses ke lokasi wisata ini sudah cukup baik dengan jalan agak kecil dan sedikit curam tetapi jalan sudah diaspal sampai dengan lokasi wisata.
BOGOR.radarinfornasi.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor diwakili Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jonggol, Ade Soma menyaksikan penyerahan bantuan bibit durian matahari sejumlah 500 pohon dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, diserahkan oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah XII kepada kelompok Lembaga Maayarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Cikutamahi dan Kelompok Tani Cikutaraharja, pada hari Rabu (27/06/2023).
Hadir dalam kesempatan tersebut Koordinator Penyuluh Pertanian Tera Kertana, Asper, KBKPH Jonggol ,Ade Soma beserta KRPH Cariu dan Tinggarjaya, Komandan Regu (Danru) Polhutan Mobil KPH Bogor, Aparat Pemerintahan Desa Cikutamahi sekaligus Kooordinator Gabungan Kelompok Tani Hutan ( Gapoktan) Desa Cikutamahi, Saefudin.
Budidaya tanaman durian matahari rencana akan ditanam dilahan kawasan hutan yang telah dikerjasamakan oleh masyarakat, petak 2 RPH Cariu, BKPH Jonggol KPH Bogor. Durian jenis matahari memiliki bentuk bulat dan dagingnya kuning dan sangat manis, baunya pun tidak menyengat dan yang mengejutkan lagi, bisa berbuah dan panen 2 hingga 3 kali dalam setahun.
Dalam kesempatan tersebut Tera Kertana menyampaikan, bahwa bantuan bibit tersebut dialokasikan untuk kelompok tani yang sudah bermitra dengan Perhutani.
“Semoga para petani menjaga amanah serta ditanam pada kawasan hutan dengan jumlah disesuaikan luas garapannya, sehingga buah durian matahari kelak menjadi komoditas unggulan kelompoknya”, harapnya.
Administratur Perhutani KPH Bogor melalui Ade Soma selaku Asper diwilayah Jonggol menyampaikan apresiasinya atas bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor bagi mitra kerja yang mengelola kawasan hutan Perhutani.
“Semoga bantuan ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sebagaimana Hak dan Kewajiban yang disepakati pada Kesepakatan Kerjasama”, ujarnya.
Lebih lanjut Ade Soma menyatakan Kegiatan penanaman bibit durian matahari agar dilaksanakan dengan pola Agroforestri, dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan menjaga tanaman pokok kehutanan”, ujarnya.
Sedangkan Ketua Kelompok Tani Cikutaraharja Sahim alias Adul menyampaikan ucapan terimakasih kepada Distanhorbun Kabupaten Bogor, dengan bantuan berupa bibit durian matahari ini.
” Kami selaku mitra Perhutani KPH Bogor akses memanfaatkan lahan kawasan hutan dengan pola agroforestry akan kami laksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama dan tetap menjaga tanaman pokok yang ada”, ungkapnya.
BOGOR.radarinformasi.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor lakukan penandatanganan 16 Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) Kemitraan Kehutanan yang terdiri dari 7 Permohonan Baru, 1 Addendum dan 7 Perpanjangan di bidang Agroforestry, Wisata dan Pemanfaaatan Air bertempat di Aula Kantor Perhutani KPH Bogor, Cibinong Kabupaten Bogor, pada hari Selasa (27/6).
Penandatanganan dilakukan oleh Administratur KPH Bogor Ade Sugiharto, Bersama 14 Mitra Kerjasama dari PT. Karya Indah Insani, PT. Agro Indonesia Perkasa, PT. Agro Indonesia Perkasa, PT. Reksa Honora Aditama, CV. Bram Jaya Esa, PT. Kawasan Industri Wisata Pertanian Indonesia, PT. Fajar Timur Perdana, PT. Adhi Putra Mandiri dan Mitra Perorangan serta Ketua LMDH Wana Sejahtera Suheri , disaksikan oleh Wakil Administratur Deni Rusyana, Kepala Seksi Perencanaan & Pengembangan Bisnis Agus Suhendar, perwakilan Asisten Perhutani (Asper), Kepala Subseksi (KSS) Pengembangan Bisnis, KSS Perencanaan Hutan dan KSS Hukum, Kepatuhan dan Komunikasi Perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut Ade Sugiharto menyampaikan bahwa kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya KPH Bogor dalam upaya peningkatan pendapatan dengan harapan kedepannya KPH Bogor dapat menjadi KPH yang mandiri “tetapi kita juga tidak semata mata hanya mencari profit dan tetapi memerhatikan people, planet dan profit, karenanya perjanjian kerjasama perlu dicermati dengan seksama terutama terkait penanaman, tegakan pohon, tanaman kehutanan yang ada mesti dijaga agar hubungan simbiosis mutualisme ini terjaga”, ujarnya.
Sedangkan Haryono Direktur PT. Agro Indonesia Perkasa salah satu mitra kerjasama menyampaikan bahwa, “Ini adalah lanjutan perpanjangan kerjasamanya dengan Perhutani, selama ini sudah berlangsung baik dan harapannya akan lebih baik ke depan dengan kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak”, harapnya.
BOGOR.radarinformasi.com – Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro melakukan kunjungan kerja ke lokasi permohonan penggunaan kawasan hutan melalui mekanisme persetujuan kerjasama untuk jalan akses PT. Garimca Yomm Indonesia, pada Selasa (20/6/2023).
Lokasi yang dimohon sebagian wilayahnya masuk pada wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, tepatnya berada di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jonggol, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Gunung Karang petak 1D dan 2A1, administratiff Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Divisi Regional (Kadivre) Jawa Barat dan Banten Asep Dedi Mulyadi beserta jajaran, Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto dan perwakilan Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) I Bogor.
Dalam kesempatan tersebut Wahyu Kuncoro menyatakan bahwa kunjunganya dalam rangka meninjau secara langsung terkait permohonan yang diajukan oleh PT. Garimca Yomm Indonesia serta memastikan prosedur atau mekanisme yang ditempuh dilaksanakan dengan baik, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ketentuan tersebut antara lain Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 tahun 2021 tentang Perencanaan Kehutanan, Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan dan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, serta Penggunaan Kawasan Hutan.” ujarnya.
lebih lanjut Wayu Kuncoro menyatakan, “Perhutani akan membantu pihak yang mengajukan permohonan penggunaan kawasan hutan sesuai peraturan dan kewenangan serta akan diteruskan kepada Kementerian LHK sebagai pihak yang mengeluarkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan”, ujarnya.
BOGOR.radarinformasi.com – Upaya preventif terus dilakukan guna pengamanan aset pengelolaan kawasan hutan di Perhutani KPH Bogor, seperti yang dilakukan Administratur KPH Bogor Ade Sugiharto berkunjung ke Kepala Polisi Resort (Polres) Bogor AKBP Iman Imanuddin pada hari Senin (19/6).
Selain menjalin silaturahmi juga melakukan koordinasi dan berkonsultasi terkait Gukamhut (Gangguan Keamanan Hutan) di wilayah kerja Perhutani KPH Bogor dengan lebih mengedapatkan pencegahan sedini mungkin ke arah persuasif dalam penanganannya.
Kapolres pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungannya, sekaligus mengundang pada acara kegiatan Apel Kasatkamling sesuai telegram Kapolda Jabar tentang Revitalisasi Satuan Keamanan Lingkungan Polres Bogor tahun 2023, yaitu dalam rangka hari Kamtibmas menjelang Pemilu 2024.
“Diharapkan Perhutani bisa menghadirkan Polisi Hutan (Polhut) mengikuti kegiatan apel kesiapsiagaan pada hari Rabu yang akan datang di lapangan Mako Polres Bogor”, ujarnya.
Ade Sugiharto menyampaikan maksud kedatangaannya guna menjalin sinergitas, koordinasi terkait pengamanan aset Perhutani dan kawasan hutan yang berada di wilayah KPH Bogor.
“Sinergitas harus senantiasa terjalin dan bersifat countinue, karena Perhutani KPH Bogor merupakan salahsatu BUMN yang bergerak di bidang kehutanan, mengelola seluas 49 ribu hektar, tentu saja sedikit banyak ada tantangan yang harus diselesaikan dan untuk menanganinya perlu dukungan aparat pemerintah salahsatunya adalah kepolisian sebagai penegak hukum”, ujarnya.
Lebih lanjut Ade Sugiharto mengapresiasi dengan baik undangan Kapolres Bogor, karena hal ini merupakan salahsatu wujud peranan Perhutani ikut berpartisipasi aktif dalam program satkamling guna suksesnya harkamtibmas di wilayah Kabupaten Bogor.
BOGOR.radarinformasi.com – Menindak lanjuti hasil pertemuan Rabu 15 juni 2023 lalu beberapa perwakilan organisasi masyarakat ( Ormas) melakukan pertemuan kembali pada 17 Juni 2023 membahas serta membuat kesepakatan untuk membentuk Aliansi Ormas di Kecamatan Bogor Barat. Acara yang digelar disalahsatu cafe yaitu ANGKRINGAN JURAGAN DAENK yang berada di Jalan Raya Cifor Kelurahan Bubulak Kota Bogor. Senin (19/06/2023).
Acara yang dimulai pada pukul 19.00 WIB di buka dengan sambutan oleh Rudi Sake, dalam sambutannya Rudi Sake yang akrab di sapa Wak Sake ini mengucapkan terimakasih atas kedatangan para ketua Ormas beserta anggota nya yang ada di Kecamatan Bogor Barat.
Rudi Sake menyampai bahwa, “Kegiatan ini terlaksana berkat inisiatif dari dua orang tokoh pergerakan Bogor Barat yaitu Fajar Subagya dan Empri, adapun tempat di fasilitasi oleh Cafe Angkringam Juragan Daenk”.
Diakhir sambutan nya Wak Sake mengajak seluruh Ormas yang ada di Kecamatan Bogor Barat untuk bersatu serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka dengan bersatu dalam wadah Aliansi Ormas Bogor Barat bersatu.
Ada 9 perwakilan Ormas yang hadir antara lain, PP, BBR, BBRP, GIBAS, BPPKB, GARDA PRABOWO,KKPMP, GARIS, PPBNI SATRIA BANTEN, LEBAH BOGOR RAYA. Acara dilanjutkan dengan membuat kesepakatan untuk mengangkat Rudi Sake alias Wak Sake menjadi Ketua Aliansi dan Robi Sugiarto sebagai Wakil ketua Aliansi serta Abdul Latief yang akrab di sapa Daenk sekaligus pemilik Cafe Angkringan Jurangan Daenk menjadi bendahara Aliansi.
Di lokasi yang sama Fajar Subagya saat di konfirmasi wartawan mengatakan, “Acara ini digelar bertujuan tidak lebih agar sesama pengurus atau anggota Ormas yang ada di Kecamatan Bogor Barat agar bersatu dan saling bersinergi demi tercipta nya rasa persaudaraan antar sesama Ormas”, tutur Fajar.
Dan hadir pula di acara tersebut tokoh masyarakat H. Hasan yang menurut beliau, “Kegiatan seperti ini sangat bagus dan merasa bangga juga terharu bahwa di wilayahnya para ketua Ormas beserta jajaran bertekad menyatakan bersatu menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan hal yang positif seperti ini harus kita dukung”, pungkasnya.
Acara yang di hadiri sekitar 100 orang dari perwakilan sembilan Ormas ini di iringi live musik dan hidangan dari Cafe Angkringan Jurangan Daenk, sebelum acara berakhir di lakukan sesi foto bersama dari para ketua dan seluruh anggota Ormas sekitar pukul 23.00 WIB, acara berakhir seluruh peserta yang hadir saling bersalaman satu sama lain sekalian berpamitan untuk kembali ke wilayah masing masing.
BOGOR.radarinformasi.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada hari Jum at 16 Juni 2023. Kerjasama ini dalam rangka optimalisasi pemanfaatan lahan hutan dengan Pola Agroforestry Jati-Tanaman Garut untuk mendukung ketahanan pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
Selain itu kerjasama ini juga diharapkan memberikan sumbangan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional dalam hal ketahanan pangan dan tujuan pembagunan berkelanjutan dibidang pengembangan dan penelitian jati dan umbi garut pada lahan hutan dengan pola Agroforestry.
Penandatanganan dilaksanakan di Aula Perum Perhutani KPH Bogor oleh Administratur KPH Bogor Ade Sugiharto dan Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Anang Setiawan Achmadi, dihadiri oleh Wakil Administratur KPH Bogor Deny Rusyana, Segenap Kepala Seksi, Kepala Sub Seksi, Asisten Perhutani (Asper) dan Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) sedangkan dari BRIN dihadiri oleh Peneliti Ahli Utama, Peneliti Ahli Madya, Peneliti Ahli Muda dan Peneliti Ahli Pertama.
Administratur KPH Bogor Ade Sugiharto menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi awal yang baik dan berharap kedepannya dapat menghasilkan khususnya untuk KPH Bogor dan BRIN.
“Ini adalah salahsatu upaya peningkatan pendapatan KPH Bogor kedepannya, terima kasih atas kerjasamanya dan KPH Bogor siap untuk kerjasama lebih lanjut”, ucapnya.
Sedangkan Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Anang Setiawan Achmadi mengatakan bahwa kerjasama ini bagian dari komitmen pada program net zero emission (emisi nol bersih CO2) dan berharap umbi garut ini bisa jadi primadona, dapat diproduksi, dikelola secara profesional karena belum populer.
Penelitian ini dilakukan dari hulu ke hilir dan dapat bermanfaat untuk Perhutani, mitra-mitra serta kemandirian bagi BRIN dengan terus mengembangkan hasil riset yang terukur dan komprehensif.
“Kami berharap kerjasama ini dapat terjalin secara kontinuitas tidak sekedar 2 tahun secara berkelanjutan”, ucapnya.
BOGOR.radarinformasi.com – Pada hari Rabu 09 Juni 2023, Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jonggol, telah melaksanakan kegiatan reboisasi penanaman pohon di Petak 1a dan Petak 1d yang berada di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gunung Karang BKPH Jonggol, yang berlokasi di Desa Lulut, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor. Kamis (10/06/2023).
Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan unsur Perhutani BKPH Jonggol, Anggota Polisi Hutan dipimpin Komandan Regu (Danru) KPH Bogor Endi, Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Klapa Nunggal, Pemerintah Desa Lulut dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Lulut Sejahtera. Penanaman pohon dengan jenis tanaman rimba campuran sejumlah 100 pohon dari rencana 2.400 pohon, adapun lokasi tersebut merupakan lokasi kerjasama Kemitraan Kehutanan dengan luas total 6,30 hektar untuk kegiatan Agrowisata oleh PT. Cibubur Sejahtera Gemilang.
Dalam kegiatan tersebut Administratur KPH Bogor yang diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper) Jonggol Ade Soma mengatakan bahwa reboisasi ini diharapakan dapat mengembalikan fungsi hutan pada lahan yg terbuka sehingga bisa menghasilkan profit dan masyarakat dengan hutan dapat bersinergi secara mutual.
“Daerah ini merupakan eks galian ilegal dan dalam penataan dan kegiatan reboisasi ini merupakan komitmen kami terhadap lingkungan, turut berperan serta dalam menjaga keseimbangan alam sehingga dapat memiliki nilai tambah dalam hal ekonomi dan masyarakat sekitar terberdayakan”.
Yadadiqien Yonel selaku mitra kerja PT. Cibubur Sejahtera Gemilang mengatakan kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang mengizinkan bekerjasama dalam bidang Agrowisata dilokasi lahan Perhutani.
“Kegiatan penanaman saat ini dilaksanakan selain untuk merehabilitasi lahan yang dahulu dipergunakan untuk pertambangan, juga sebagai pengkayaan jenis tanaman dalam kegiatan agrowisata yang akan kami kembangkan”. ujarnya.
Sedangkan H. Muhammad Cece ketua LMDH Lulut Sejahtera menyatakan sangat apresiasi terhadap kegiatan ini, setidaknya kedepannya nanti, tentu akan melibatkan masyarakat setempat dalam hal tenaga kerja.
“harapan kami dengan adanya kegiatan agrowisata yang dikelola PT. Cibubur Sejahtera Gemilang kelak, akan memberikan dampak dalam meningkatkan ekonomi masyarakat”, harapnya.
JAKARTA.radarinformasi.com – Paralegal Justice Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada Kepala Desa/ Lurah yang telah lulus Paralegal Academy serta mendapatkan kategori penghargaan Nonlitigation Peacemaker serta berperan aktif dalam menyelesaikan setiap perkara di masyarakat secara non-litigasi dan inklusif.
Selain itu juga ada kategori penghargaan Anubhawa Sasana Desa Jagadhita yang diberikan atas peran aktif dalam mendorong pertumbuhan investasi, pariwisata, dan lapangan kerja.
Dalam malam penganugerahan Paralegal Justice Award yang bertempat di Discovery Hotel Ancol dan diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional dan Sekretariat Jenderal Kemenkumham RI, Kamis, (01/06/2023).
29 orang Lurah dan Kepala Desa yang ada adalam Binaan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Jabar (Kanwil Kemenkumham Jabar) memperoleh penghargaan dalam acara penganugrahan Paralegal Justice Award.
Kategori penghargaan yang diberikan kali ini terbagi atas 3 kategori yaitu kategori Non Litigation Peacemaker (NLP), kategori Anubhawa Sasana Desa/Kelurahan Jagaddhita (ASDJ) dan kategori Paralegal Justice Award (PJA) yang merupakan penerima kategori NLP dan ASDJ secara sekaligus, selain itu juga terdapat penghargaan tambahan yaitu Top 10 Kepala Desa Terfavorit yang dipilih melalui voting oleh masyarakat umum.
Adapun para penerima penghargaan dari wilayah Jawa Barat adalah sebagai berikut:
Kategori NLP : 1. Aas Mohamad Asor, Desa Cilame Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat 2. Adnan, Desa Bojong Kec. Kramatmulya Kab. Kuningan 3. Agus Junaedi, Desa Selajambe Kec. Sukaluyu Kab. Cianjur 4. D. Sukaya, Desa Cibodas Kec. Lembang Kab. Bandung Barat 5. Nurul Komariyah, Desa Bojong Kec. Cilimus Kab. Kuningan
Kategori ASDJ : 1. Mohamad Soleh, Desa Harapan Jaya Kec. Bekasi Utara Kab. Bekasi 2. Muhamad Ripai, Desa Cikurutug Kec. Cireunghas Kab. Sukabumi 3. Muhlaso Dian Adinata, Desa Sindangrasa Kec. Ciamis Kab. Ciamis 4. Neneng Wardah, Desa Wanajaya Kec. Kasokandel Kab. Majalengka 5. Pitriani Dewi, Desa Jembarwangi Kec. Tomo Kab. Sumedang 6. Priana, Desa Cigugurgirang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat 7. Sukana, Desa Sukajaya Kec. Sumedang Selatan Kab. Sumedang 8. Ujang Sobandi, Desa Cipanengah Kec. Lembursitu Kab. Sukabumi 9. Wawang Sudarwan, Desa Hambalang Kec. Citeureup Kab. Bogor
Kategori PJA: 1. Ade Chandra Somantri, Desa Wanahayu Kec. Maja Kab. Majalengka 2. Agus H Mamun, Kel. Kotabaru Kec. Bekasi Barat Kota Bekasi 3. Ajie Nugraha, Desa Mekarsari Kec. Selaawi Kab. Garut 4. Arief Amarudin, Desa Kertayasa Kec. Sindangagung Kab. Kuningan 5. D. Krisna Suhendar, Desa Wanasaraya Kec. Kalimanggis Kab. Kuningan 6. Dadang Carmana, Desa Ciwaruga Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat 7. Dadang Sudayat, Desa Karyawangi Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat 8. Didi Wahyudi, Desa Cangkingan Kec. Kedokanbunder Kab. Indramayu 9. Farhan Fauzi, Desa Kertamulya Kec. Padalarang Kab. Bandung Barat 10. Firmansyah, Desa Ciburuy Kec. Padalarang Kab. Bandung Barat 11. Hayati, Desa Darmawangi Kec.Tomo Kab. Sumedang 12. Juandi, Desa Sindangjaya Kec. Ciranjang Kab. Cianjur 13. Marwan, Desa Ciloto Kec. Cipanas Kab. Cianjur
Kategori tambahan, Top 10 Kepala Desa Terfavorit: 1. Farhan Fauzi, Desa Kertamulya, Kab. Bandung Barat 2. Wawang Sudarwan, Desa Hambalang, Kab. Bogor
Ke-29 orang Kades dan Lurah wilayah Jawa Barat tersebut menjadi penerima penghargaan bersama dengan 275 orang Kades dan Lurah lainnya se-Indonesia.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat R Andika Dwi Prasetya menuturkan bahwa pihaknya merasa bangga kepada seluruh Kades/Lurah di Jabar yang memiliki komitmen yang sangat luar biasa untuk memposisikan diri menjadi problem solving dalam setiap permasalahan yang dihadapi oleh rakyatnya.
“Agar permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus masuk ranah hukum/pengadilan, mereka siap hadir bahkan berjuang bersama-sama rakyatnya dalam penegakan hukum yang berkeadilan”.