FKPNP dan Kemenag Indramayu Gelar Seminar Kebangsaan: Kobarkan Semangat Kepahlawanan Generasi Muda

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Forum Komunikasi Petani Nelayan Pantura (FKPNP) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Menyalakan Jiwa Kepahlawanan di Kalangan Generasi Muda. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Indramayu dengan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan,” Senin, (10/11/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Indramayu H. Agus Muhaemin, Ketua Umum Prawita Genppari Dede Farhan Aulawi, Bimas Islam H. Rosidi, serta unsur TNI/Polri dan para pelajar.

Ketua FKPNP Akhmad Syaefullah menegaskan bahwa resolusi yang diusung lembaganya sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan, program tersebut harus menjadi ruang pemberdayaan UMKM lokal, bukan dikuasai oleh pemilik modal besar. Selain itu, desa diharapkan mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa (DD) untuk mendukung program ketahanan pangan.

Sementara itu, Kepala Kemenag H. Agus Muhaemin menilai FKPNP sebagai mitra strategis dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

“FKPNP adalah mitra kami dalam menyalakan semangat kemanusiaan. Apa pun profesinya, jika dilakukan dengan tulus untuk kemajuan bangsa, itu juga bentuk jihad,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk meneladani semangat para pahlawan.

“Kita semua bisa menjadi pahlawan masa depan dengan memberikan kontribusi nyata untuk bangsa,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Prawita Genppari Dede Farhan Aulawi menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan menjadi ajang penting untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat kebangsaan di kalangan pemuda.

“Melalui seminar ini, kami ingin menanamkan semangat berjuang lewat karya yang bermanfaat bagi bangsa,” jelasnya.

Dede menekankan pentingnya kreativitas di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan generasi muda tidak hanya pada pengetahuan, tetapi juga motivasi dan semangat juang.

“FKPNP ingin membangkitkan kembali spirit kepahlawanan agar generasi muda siap menjadi pahlawan masa depan dengan semangat baru,” pungkasnya.

(Andika/Sbr/Uncu).

Bupati Taput Buka Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Proses Tanpa Intervensi

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si membuka secara resmi pelaksanaan Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2025, bertempat di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si selaku Ketua Panitia Seleksi, serta para anggota panitia seleksi (Pansel) yakni Bapak Sulaiman Harahap, S.H., M.SP., CGCAE (Inspektur Provinsi Sumatera Utara) selaku Sekretaris merangkap anggota , Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si (Rektor Institut Agama Kristen Negeri) selaku anggota , Dr. Rosni Lumbantoruan, M.ISD (Dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Informatika dan Teknik Elektro Institut Teknologi Del) selaku anggota, serta Dr. Mauliate Simorangkir, M.Si, selaku anggota pansel dari unsur profesional.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan bahwa pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan agenda penting yang sudah direncanakan sejak lama. “Ini adalah hari yang kita tunggu-tunggu dan sebenarnya sudah kita jadwalkan dari jauh hari. Namun karena berbagai kesibukan dan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, maka hari ini adalah waktu yang tepat untuk pelaksanaannya,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan agar proses uji kompetensi berjalan tanpa intervensi dan dengan penuh integritas.

Bupati menjelaskan bahwa uji kompetensi bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 mengenai Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa mutasi antar Jabatan Pimpinan Tinggi dapat dilakukan melalui mekanisme uji kompetensi. “Saya berharap proses ini berjalan dengan baik dan menghasilkan pejabat yang benar-benar tepat di posisi yang tepat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur pemerintah. “Saya minta agar seluruh pejabat nantinya mendapat kesempatan mengikuti diklat PIM III. Tadi saya juga sampaikan perlunya ‘assessment’ agar kita mendapatkan orang yang tepat di posisi yang tepat yang mampu memperkuat kinerja pemerintah daerah dan mendukung percepatan visi misi Kabupaten Tapanuli Utara,” terangnya.

“Sesuai harapan kita bersama, uji kompetensi ini harus benar-benar dilaksanakan dengan baik sehingga hasilnya dapat mendukung percepatan pencapaian visi misi Kabupaten Tapanuli Utara yang berintegritas dan inovatif. Saya harap para peserta mengikuti wawancara dengan sungguh-sungguh, menunjukkan kemampuan terbaik dan menyampaikan rencana inovasi yang realistis ke depan,” ujar Bupati.

Di akhir sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim Pansel yang telah berkenan melaksanakan tugas dengan baik. “Terima kasih kepada seluruh panitia seleksi yang hadir pada kesempatan ini. Berikanlah nilai yang sebenarnya sesuai fakta, agar hasil uji kompetensi ini benar-benar kredibel dan dapat kita pertanggungjawabkan. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus kita bina dan pertahankan di masa mendatang,” tutup Bupati.

Reporter  : RH
Redaktur  : Rizal

Bupati Taput Hadiri Mini Pesparawi Salib Kasih: Harmoni Iman, Budaya, dan Pariwisata Jadi Satu

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si bersama Ketua Dekranasda Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menghadiri kegiatan Mini Pesparawi Salib Kasih bertema “Harmoni Iman, Budaya dan Pariwisata”, yang diikuti oleh 25 peserta dari empat kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Tengah bertempat di kawasan wisata rohani Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan Barisan Muda Tapanuli Utara yang diinisiasi oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ir. Lamhot Sinaga, M.M. Hadir juga Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D. Wattimena, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu, Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Sabar Norma Megawati Panjaitan, S.Pd., M.Pd., jajaran Forkopimda Taput, Wakil Ketua DPRD Taput Ir. Reguel Simanjuntak, Ketua Komisi B DPRD Taput Oki Ohara Sibarani, Staff Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, para pimpinan OPD dan seluruh peserta lomba.

Dalam sambutannya, Deputi Vinsensius Jemadu menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan acara ini dan menyampaikan terima kasih atas komitmen kuat Ir. Lamhot Sinaga dalam mendukung kemajuan pariwisata di Tapanuli Utara.

“Kita patut bersyukur atas berlangsungnya kegiatan ini, ini untuk kemuliaan dan memuji nama Tuhan. Kegiatan ini luar biasa karena mampu menggabungkan wisata dengan seni di destinasi rohani ini. Dalam waktu singkat, panitia sanggup melaksanakan pesparawi mini tersebut. Semoga ini menjadi event tahunan dengan melibatkan kawasan yang lebih luas,” ujar Deputi Vinsensius Jemadu.

Sementara itu, Ir. Lamhot Sinaga dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang sarat nilai sejarah dan spiritual ini. “Kita tidak akan bisa hadir di sini tanpa kehadiran missionaris I.L. Nomensen. Kerinduan saya adalah bagaimana kita mengenang Salib Kasih ini sebagai cikal bakal pengembangan agama, pendidikan dan kebudayaan di wilayah Tapanuli Raya. Kita akan perjuangkan agar Salib Kasih ditetapkan sebagai titik nol kekristenan di Tanah Batak. Perlu adanya sarana dan prasarana yang mampu menampung peserta dalam skala besar, ini perlu kita dukung dan perjuangkan bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Lamhot Sinaga juga menyerahkan bantuan hasil CSR Bank BRI yang diterima oleh Bupati secara simbolis. Total CSR tersebut sebesar Rp 2.733.000.000 untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata di Tapanuli Utara.

Adapun Bantuan tersebut berupa: -Revitalisasi Kios UMKM di Kawasan Salib Kasih sebesar Rp. 500.000,000,-
-Revitalisasi kios Sovenir UMKM di Kawasan Salib Kasih sebesar Rp. 500.000,000,-
-Revitalisasi Sarana dan Prasarana UMKM di Destinasi Geosite Hutaginjang sebesar Rp. 500.000.000,
-Traktor kepada Keltan Siria-ria. Desa Padang Siandong- Kec. Garoga. sebesar Rp. 480.000.000,-
-Pemanen Padi kelompok Tani Masipahehean Tani Sejahtera Pahae Julu sebesar Rp. 482.000.000,-
-Mesin Gilingan padi kepada Makmur Bersama – Desa Hutanagodang, Kecamatan Muara sebesar Rp.79.000,000,-
-Hand Traktor kelompok tani Saroha-Desa Silangkitang Kecamatan Pahae Jae. Rp. 182.000.000,-.

Usai menerima bantuan tersebut, dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.

“Terima kasih kepada Bapak Ir. Lamhot Sinaga, salah satu putra terbaik Tapanuli Raya, atas kepeduliannya terhadap kemajuan Tapanuli Utara. Selamat datang juga kepada seluruh rombongan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta seluruh peserta lomba. Kegiatan ini bukan sekadar ajang bernyanyi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antar gereja, sekolah dan kabupaten tetangga,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Barisan Muda Tapanuli Utara sebagai penggagas kegiatan yang mampu menghadirkan semangat iman dan kebersamaan di kawasan wisata rohani. “Saya berharap Mini Pesparawi Salib Kasih ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat harmoni antara iman, budaya dan pariwisata di Tapanuli Utara, Inilah bukti bahwa seni dan iman bisa bersatu membangun daerah,” tutup Bupati.

Reporter   : RH
Redaktur  : Rizal

Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional, Bupati Taput Ajak Masyarakat Kobarkan Semangat Kepahlawanan

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 yang diikuti oleh Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, SH, S.I.K dan perwakilan Forkopimda lainnya, Ketua DPRD Tapanuli Utara, Sekretaris Daerah Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si, para Staf Ahli, Asisten, Ketua TP. PKK dan Staff Ahli TP. PKK Tapanuli Utara, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bertempat di Lapangan Tangsi Tarutung, Senin (10/11/2025).

Dalam upacara tersebut, Bupati membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf. “Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” terang Bupati mengawali amanat Menteri Sosial.

JTP Hutabarat melanjutkan bahwa dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka (Pahlawan) berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.

Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

Bupati mengatakan bahwa ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa. “Pertama, kesabaran para pahlawan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan,” ucapnya.

“Kedua, mengutamakan semangat untuk kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian,” lanjut Bupati membacakan amanat tersebut.

“Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah,” terangnya.

Dalam amanat itu juga disebutkan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati dan pengabdian. “Semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto”, tegas Bupati.

Di akhir amanat, Bupati mengajak seluruh peserta upacara untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras dan tulus.

“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam dengan bekerja, bergerak, dan berdampak bagi sesama,” tutup Bupati membacakan amanat Menteri Sosial RI.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Kobarkan Semangat Kepahlawanan, Rutan Kelas IIB Tarutung Gelar Upacara Hari Pahlawan

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Dengan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 dengan khidmat di halaman Rutan Tarutung, Senin (10/11). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf, dan warga binaan pemasyarakatan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan memimpin jalannya kegiatan serta membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf yang mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, kejujuran, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Semangat kepahlawanan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Inspektur Upacara saat membacakan amanat tersebut.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh rasa hormat, diakhiri dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemasyarakatan atas pelaksanaan upacara Hari Pahlawan.

“Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk menanamkan nilai kejuangan dan nasionalisme di lingkungan kerja. Jadikan semangat para pahlawan sebagai motivasi untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Inspektur Upacara juga memberikan pesan reflektif kepada seluruh pegawai dan warga binaan.

“Mari kita jadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai cermin dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para petugas, jadikan ini sebagai dorongan untuk bekerja dengan integritas dan dedikasi. Sementara bagi warga binaan, jadikan momen ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya.

Melalui momentum Hari Pahlawan ini, Rutan Tarutung berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat nilai pengabdian, serta menanamkan rasa cinta tanah air di lingkungan pemasyarakatan.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Bupati Taput Lantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Sitolu Ompu, Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Desa

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. melantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Sitolu Ompu, Kecamatan Pahae Jae, atas nama Linca Sitompul yang disaksikan oleh Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M. Eng, perwakilan Forkopimda Taput, Anggota DPRD Taput, Ketua TP PKK Kabupaten Taput Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Staf Ahli Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra, para pimpinan perangkat daerah, Forkopimca Pahae Jae, TP PKK Kecamatan dan Desa Sitolu Ompu. Jumat, (07/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Desa yang baru dilantik, sekaligus mengajak seluruh masyarakat Desa Sitolu Ompu untuk menghormati hasil proses pemilihan dan mendukung kepemimpinan yang baru.
“Apapun hasilnya, mari kita hormati bersama. Kepala desa yang terpilih adalah pilihan bersama. Sekarang waktunya bersatu untuk menerima dan bersama membangun bona pasogit yang kita cintai,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa Kepala Desa memegang tanggung jawab besar dalam memimpin dan melayani masyarakat. Ia mengingatkan agar Kepala Desa dapat bekerja sama dengan perangkatnya untuk meningkatkan pelayanan publik di desa.

“Kepala desa harus belajar dari pendahulunya. Kalau ada hal baik, tirulah. Rangkul juga warga yang sebelumnya tidak memilih, agar tercipta keselarasan dan kekompakan. Saya juga berharap gunakan dana desa dengan hati-hati, transparan dan akuntabel. Ikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, jangan mudah terpengaruh kana hal hala yang dapat mrugikan diri sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara Kepala Desa dan Camat untuk memastikan sinergi dalam pembangunan. Ia juga menyinggung kondisi infrastruktur di Kecamatan Pahae Jae yang masih memerlukan perhatian, khususnya perbaikan jalan dan pemanfaatan potensi pertanian. “Hijaunya tanaman di sini menunjukkan potensi besar. Namun kita juga harus memperhatikan akses jalan agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh. Harapan kita, jalan di desa-desa ini bisa semakin mulus,” ujar Bupati.

Bupati juga menyoroti persoalan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan sosial di desa. Ia menegaskan bahwa bantuan harus diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. “Masalah terbesar yang sering kita hadapi adalah bantuan yang tidak tepat sasaran. Kepala desa harus memastikan penerima bantuan adalah masyarakat yang paling membutuhkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Selain itu, Bupati mendorong agar perangkat desa memberi ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pemerintahan desa. “Coba rekrut anak-anak muda yang bisa mengikuti perkembangan zaman, yang mampu mengakses dan menggunakan teknologi. Ini penting agar pelayanan di desa menjadi lebih modern dan efisien,” pesannya.

Bupati juga mengingatkan agar masyarakat terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan pemerintah kabupaten dalam semangat kebersamaan.

Acara pelantikan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada kelompok tani, berupa 3 unit handsprayer, 20 bungkus bibit padi, serta 2.500 ekor bibit ikan untuk kelompok perikanan. Selain itu, diberikan juga bantuan untuk karang taruna, bantuan susu untuk lansia, ibu hamil dan keluarga rentan stunting. Pada kunjungan Bupati ini, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia.

Reporter   : RH
Redaktur  : Rizal

‎Bupati Taput Resmikan SPPG Marsiurupan, Kualitas Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal Jadi Prioritas Utama

‎
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11/2025).

Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara Oki Sibarani, Asisten Pemerintahan dan Kesra Bahal Simanjuntak serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya. Peresmian ini menandai bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi 21 unit yang beroperasi sebagai dapur sentral Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG melalui SPPG merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Kehadiran SPPG ‘Marsiurupan’ ini adalah wujud nyata kolaborasi kita untuk mewujudkan Asta Cita Presiden. Yang kita utamakan adalah kualitas makanan bergizi, bukan sekadar kuantitas. Asupan gizi siswa harus terpenuhi dengan baik untuk menciptakan Generasi Emas 2045,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bisukma, selaku mitra SPPG yang diwakili oleh Jufri Sitompul, SH, atas komitmennya dalam mendukung program pemerintah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pelayanan gizi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati JTP Hutabarat memberikan arahan tegas agar pengelolaan SPPG ‘Marsiurupan’ mengedepankan pemanfaatan potensi dan bahan pangan lokal. “Saya titip pesan kepada SPPG ‘Marsiurupan’, manfaatkan dana yang akan berputar sekitar Rp 30 juta per hari ini untuk membeli hasil pertanian dan bahan pangan dari masyarakat sekitar. Tidak perlu belanja dari luar Pahae. Berdayakan petani, koperasi desa dan pelaku UMKM setempat agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” pesan Bupati.

Menurut Bupati, keberadaan SPPG harus memberikan dua dampak utama, yaitu pemenuhan gizi anak-anak serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan perputaran dana harian yang cukup besar, program ini diharapkan menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pertanian, peternakan dan perdagangan di Kecamatan Pahae Julu dan sekitarnya.

Selain menyoroti aspek ekonomi, Bupati juga menekankan pentingnya kebersihan dan higienitas dapur serta makanan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk membantu dan menelaah aspek higienitas di seluruh SPPG. “Saya titip pesan kepada semua yang bekerja di sini: jaga kebersihan dan lakukan yang terbaik, karena penerima manfaat adalah masyarakat kita sendiri. Satgas hadir untuk membantu memastikan standar higienitas terpenuhi, bukan untuk menghalangi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan 100 persen penerima manfaat MBG di seluruh wilayah dapat terlayani pada tahun 2025. SPPG ‘Marsiurupan’ diharapkan menjadi pioneer dan ‘role model’ bagi SPPG lainnya. Ke depan, sasaran program akan diperluas tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga anak baru lahir, ibu hamil dan kelompok rentan gizi lainnya.

Reporter   : RH
Redaktur  : Rizal

Indramayu Tegaskan Komitmen Bebas TBC Lewat Kick Off TOSS 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis (TBC) dengan menggelar Kick Off Kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC 2025, di kawasan Car Free Day Alun-Alun Indramayu,” Minggu, (09/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal sinergi lintas sektor menuju target nasional Indonesia Bebas TBC 2030. Hadir dalam acara ini jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat umum yang turut menyatakan dukungan terhadap gerakan eliminasi TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam memerangi penyakit menular ini.

“TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kuncinya ada pada deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pendampingan hingga pasien benar-benar sembuh,” ujar dr. Wawan.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan TBC di seluruh puskesmas dan rumah sakit, termasuk peningkatan kompetensi tenaga medis serta pemanfaatan teknologi digital untuk memantau kepatuhan pengobatan pasien.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga 7 November 2025, tercatat 5.306 kasus TBC di Indramayu, dengan 4.532 pasien telah menjalani pengobatan.

Selain kampanye utama, rangkaian acara juga diisi dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan bagi penderita TBC, serta talkshow edukatif yang mengajak masyarakat memahami pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC secara tuntas.

Melalui Kick Off TOSS TBC ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu meneguhkan tekad membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas penyakit menular, sejalan dengan visi Indramayu Reang.

(Andika/Sbr/Diskom).

LPQQ Dorong Indramayu Bebas Buta Aksara Al-Qur’an: Wujudkan Generasi Qurani

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Semangat religius dalam visi pembangunan Indramayu kini tidak sekadar menjadi slogan. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga terus menghadirkan program nyata yang memperkuat nilai spiritual masyarakat, salah satunya melalui gerakan Indramayu Mengaji.

Langkah konkret terlihat dalam Gerakan Nasional Penuntasan Buta Aksara Al-Qur’an, yang digelar lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional LPQQ Indonesia bagi para guru pendidikan dasar, menengah, dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini berlangsung di Aula Embarkasi Haji Indramayu, Sabtu (8/11/2025).

Sebelumnya, DPD LPQQ Indramayu telah menggelar Training of Trainer (TOT) pada 23 Agustus 2025 di Masjid Agung Indramayu dengan 514 peserta. Kini, 915 guru dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian. Materi utama disampaikan langsung oleh Ketua Umum LPQQ Indonesia, KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi.

Didirikan sebagai wadah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, LPQQ Indonesia menjalankan pembelajaran melalui Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an (KBMA). Di Indramayu sendiri, tercatat hampir 200 KBMA tersebar di sekolah-sekolah dan majelis taklim.

KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi menegaskan bahwa LPQQ hadir membangun gerakan kolaboratif untuk membebaskan generasi muda dari buta huruf Al-Qur’an.

“Mari kita berjihad melawan kebodohan terhadap Al-Qur’an. Indonesia tak akan benar-benar maju jika generasinya tidak mampu membaca kitab sucinya,” tegasnya.

Data Kementerian Agama RI menunjukkan bahwa 72,25 persen penduduk Indonesia belum mampu membaca Al-Qur’an. Melihat kondisi itu, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) berkomitmen mendukung LPQQ dengan menyalurkan 1.000 mushaf untuk peserta Bimtek dan menargetkan 15.000 mushaf tambahan bagi masyarakat Indramayu pada tahun 2026.

Kepala Disdikbud Indramayu, H. Caridin, mewakili Bupati Indramayu, menyampaikan apresiasi terhadap LPQQ yang dianggap sebagai pilot project penting dalam mendukung visi Indramayu REANG. Ia menilai, peran pendidik sangat vital dalam menanamkan kecerdasan spiritual generasi muda.

Dari Biro Kesra Provinsi Jawa Barat, Rahmat juga berharap gerakan ini mampu mencapai targetnya. Menurutnya, pembelajaran membaca Al-Qur’an perlu pendekatan di luar kurikulum formal agar lebih efektif bagi peserta didik.

Sementara itu, Asep Sukma Yadi dari Direktorat SMA, Ditjen PAUD, Dikdasmen Kemendikbudristek, menilai gerakan LPQQ sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat karakter, meningkatkan mutu pembelajaran, dan memperluas digitalisasi sekolah.

“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual. Literasi Al-Qur’an adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek akhirnya dibuka secara resmi, menandai komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mendukung LPQQ dalam misi besar menuntaskan buta aksara Al-Qur’an dan mewujudkan masyarakat Qurani di Bumi Wiralodra.

(Andika/Sbr/Diskom).

Indramayu Canangkan “Kota Wakaf”, Bupati Lucky Hakim Dorong Kemandirian Umat

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi meluncurkan Kick Off Program Kota Wakaf, sebuah inisiatif perdana yang menandai komitmen daerah ini dalam memperkuat visi Indramayu REANG Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong. Program tersebut menjadi langkah konkret dalam pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi potensi zakat dan wakaf.

Mengusung tema “Gerakan Wakaf Uang Menuju Indramayu REANG”, program ini tidak sekadar mengajak umat beramal, melainkan menempatkan wakaf sebagai strategi pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, serta ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan program tersebut.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, dan lembaga keagamaan untuk bersatu membangun kesuksesan program Kota Wakaf. Semoga langkah ini membawa manfaat luas dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, menegaskan bahwa inisiatif Kota Wakaf bukanlah proyek yang bersumber dari APBD, melainkan gerakan kemandirian umat. Tujuannya ialah memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan aset wakaf yang produktif.

Prof. Waryono memaparkan bahwa pada tahun 2025, Indramayu telah memiliki 2.281 titik wakaf dengan total luas 3,14 juta meter persegi, serta 73 bidang wakaf baru seluas 163.656 meter persegi. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berwakaf.

Ia menambahkan, kini aset wakaf tidak lagi terbatas pada tanah atau bangunan ibadah, tetapi juga dapat berupa lahan produktif seperti kebun atau rumah yang dikelola secara profesional dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Prof. Waryono juga mendorong BAZNAS Indramayu bersama lembaga amil zakat lainnya untuk menjadi penggerak utama integrasi zakat dan wakaf, sehingga penyalurannya tepat sasaran.

“Salah satu wujudnya adalah pemberdayaan keluarga berbasis zakat dan wakaf yang dikelola KUA. Dengan pendekatan ekonomi umat, keluarga di Indramayu diharapkan semakin kuat dan mandiri—sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, yang menilai program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memaksimalkan peran wakaf sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat secara kolaboratif dan berkelanjutan.

“Indramayu kini memiliki identitas baru sebagai Kota Wakaf. Di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, gerakan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen terhadap zakat dan wakaf untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Acara pencanangan ditutup dengan lelang amal zakat digital, penyerahan dana inkubasi wakaf produktif senilai Rp150 juta, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, serta penyerahan 25 sertifikat tanah wakaf sebagai simbol dimulainya gerakan besar menuju kemandirian umat di Indramayu.

(Andika/Sbr/Diskom).