Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera Unjuk Rasa Tuntut Ketidak Adilan Warga Papua Yang Terjolimi

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com- Puluhan Himpunan Mahasiswa Papua KabupatenTapanuli Utara yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) berunjuk rasa di tugu lonceng dan Sopo Partokoan Senin (8/4/2024).

Para pengunjuk rasa menyikapi insiden penyiksaan orang papua yang belum lama ini terjadi.

Onesimus Suwala selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Papua Kabupaten Tapanuli Utara menuturkan, bahwa mereka menuntut keadilan bagi korban pelanggaran HAM dari tahun 1961 hingga saat ini dan meminta pemberian sanksi terhadap para pelaku penyiksaan.

“Unjuk rasa yang kami lakukan hari bermula dimana adanya beredar video penyiksaan warga sipil di puncak, pada 3 Februari 2024, lalu yang di lakukan oleh Oknum TNI” ucap Ones, nama sapaannya, saat diwawancarai, Senin (8/4/2024) siang.

“Masalah Papua adalah masalah Ketidak adilan, masalah Papua adalah masalah militerisme yang terus menerus diturunkan ke Papua. Papua butuh Tenaga pendidik, fasilitas Pendidikan dan kesehatan bukan militerisme. Pendekatan yang harus dilakukan adalah pendekatan Humanis bukan militerisme, terangnya.

Ones mengaku bahwa unjuk rasa ini tidak hanya digelar di Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara. Ia menyampaikan hal itu karena pemberitaan penyiksaan ini memantik perhatian masyarakat, terkhususnya warga Papua di beberapa kota di Indonesia.

“Tapi aksi ini juga dilakukan di beberapa kota di Papua dan di Indonesia juga banyak di kota misalnya Medan, Surabaya, Makassar, Jakarta, Bandung, Jogya, Salah Tiga, hingga Bali. Dan aksi di Bali juga berakhir dengan represif,” tambahnya.

Ones dan Kawan-kawan juga berterimakasih kepada masyarakat Tapanuli Utara dan Aparat kepolisian Polres Tapanuli Utara yang telah memberikan ruang bagi Mahasiswa Papua menyampaikan aspirasi mereka.

“Kami meminta kepada Pemerintah dalam hal ini Kapolres Tapanuli Utara dan Kapolda Sumatera Utara untuk membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi kami mahasiswa Papua di Tarutung” harap Ones.

Ones juga merasa pihaknya pantas mendapat akses sebebas-bebasnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Sebab itu konstitusi menjamin kebebasan menyampaikan hak orasi tersebut.

Sementara itu dalam aksi, Ones dan kawan-kawan juga menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran Pasar Tarutung yang menimpa para pemilik kios dan berharap ada respon serius dari pemerintah untuk menyikapi musibah yang terjadi, sehingga warga yang berduka tidak larut dalam kondisi yang memburukkan mereka, terang Ones mengahiri.

Reporter : Reno H
Redaktur : Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *