Disoal Volume & Spek, Betonisasi SAMISADE Desa Leuwinutug Baru Seumur Jagung….???

BOGOR.radarinformasi.com– Program Samisade yang dikucurkan oleh Kabupaten Bogor untuk pembangunan infrastruktur diharapkan terealisasi dengan kualitas yang baik serta bertahan lama sehingga mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar dan akhirnya mampu mendongkrak perekonomian rakyat, Minggu (20/08/23).

Akan tetapi pada kenyataannya  masih ada saja  pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran Samisade yang diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB), seperti halnya kegiatan pembangunan betonisasi jalan yang terletak di Desa Leuwinutug, RT 02 / RW 02 Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Pembangunan betonisasi yang menyerap anggaran sebesar Rp.250.000.000,00 dan pekerjaan diperkirakan sudah mencapai 60% dengan volume panjang 215 meter, lebar 4 meter, tinggi 0,15 meter di duga volume lebar tidak sesuai dengan papan kegiatan dan betonisasi yang baru selesai dikerjakan sudah banyak keretakan dengan ada model corak tambal dengan cairan pek.

Hal tersebut diduga kurangnya matrial tidak sesuai dengan rancangan anggaran belanja dan terkesan tim penanggung jawab kegiatan (TPK) atau Pemerintah Desa lebih mengutamakan keuntungan dari pada kualitas pekerjaan.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pelaksana kegiatan (TPK) Desa Leuwinutug, Nuryaman Radian, terkait spesifikasi Samisade disoal, TPK membenarkan akan spesifikasi volume di lokasi kegiatannya, Ia juga mengatakan bahwa untuk lebar bervariasi.

“Ada yang panjang 4 meter, 3 meter dan 2 meter, tetapi dari kubikasi dan panjang sudah dapat, untuk sisanya akan turun ditahap ke 2 yang 40 % lagi karena turun 2 tahap pak,” ucap TPK Desa Leuwinutug.

“Untuk spesifikasi betonisasi 215 x 4 x 0.15 itu proses 100% ya, untuk sekarang ini baru 60% yaitu 129 m”, tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa untuk sekarang pihaknya mengejar sampai dengan depan, kondisi sesuai dengan kubikasi dan panjang melebihi biar penutupan jalan tidak dua kali.

”Untuk 129 m itu pake 77 kubik untuk anggaran 129 m itu 60% dari 250 juta”, jelas Yaman.

Saat ditanyakan terkait lanjutan tahap dua nantinya, TPK menjawab bahwa untuk tahap 2 berbeda titik, masih di Rt 02/Rw. 02.

Dengan kondisi baru beberapa hari dikerjakan sudah retak retak, TPK menjawab bahwa sudah di repair dan dibetulkan.

“untuk masalah retak itu kan retak rambut ya pak. Kita langsung repair dengan menggunakan aspal cair dan abubakar biar senyawa dan nempel, jika pake sika itu nanti retakan tambah besar dan sifatnya kaku,” katanya.

“Maka di repair dengan aspal bakar, jadi akan kelihatan jelas repairnya karna aspal warna hitam. Untuk sekarang ini sudah di tambahin dengan abubakar senyawa dengan aspal bakar dan beton akan lebih ngiket,” ucapnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak Camat, Ekbang Kecamatan Citeureup secara teknis akan pengerjaan pembangunan jalan desa dari program Samisade bantuan keuangan pemkab bogor itu.

Red / Gun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *