Bulog Tegaskan Penyaluran SPHP di Indramayu Sesuai Aturan, Harga Tetap Terkendali

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya menjaga stabilitas harga pangan terus dilakukan Perum Bulog Cabang Indramayu. Melalui pengawasan langsung di lapangan, Bulog memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berlangsung tepat sasaran dan tidak melenceng dari ketentuan. Senin (14/7)

Monitoring dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, di Pasar Baru Karangmalang. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan Satgas Pangan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu.

Pimpinan Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memastikan kestabilan harga beras medium dan menjamin distribusi SPHP sesuai jalur yang ditetapkan.

“Harga beras medium sempat melonjak hingga Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP kami jual seharga Rp12.500 per kilogram agar tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Sri Wahyuni juga menjelaskan, masyarakat yang belum menerima bantuan pangan berupa 10 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025, masih bisa membeli beras SPHP di pasar dengan harga yang telah ditetapkan.

“Stok di gudang Bulog Indramayu aman untuk mendukung program SPHP. Namun, kelanjutannya tetap menunggu arahan pemerintah pusat,” tambahnya.

Agar distribusi SPHP lebih tertata, Bulog menggandeng Dinas Pasar untuk melakukan pendataan terhadap pedagang yang ingin menjadi mitra resmi penjual beras SPHP.

“Tidak semua pedagang bisa jadi mitra. Hanya yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sesuai aturan,” jelas Sri Wahyuni.

Saat ini, sudah ada tiga pedagang di Pasar Baru Indramayu yang resmi menjadi mitra penjual beras SPHP dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

“Kami akan perluas jaringan distribusi ke pasar-pasar lain di wilayah Indramayu. Kalau ada beras medium di atas harga HET, itu bukan dari Bulog, melainkan dari beras lokal,” tegasnya.

Salah satu mitra pedagang, Hadi Riyadi, mengaku penjualan beras SPHP cukup tinggi.

“SPHP sangat diminati. Harganya jauh lebih murah dibanding beras lokal yang mencapai Rp14.000. Kami biasa dapat dua ton per minggu dan selalu habis terjual,” tuturnya.

Melalui program ini, Bulog berharap keberadaan beras SPHP bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok di pasaran.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *