Pematangan Lahan Homestay di Siboruon Direncanakan Jadi Destinasi Wisata untuk Dongkrak Ekonomi Desa

TOBA.radarinformasi.com – Penanggung jawab CV. GEOVANI, Tonny Sakkan Siahaan, mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan kawasan pematangan lahan homestay di Desa Siboruon, Kabupaten Toba, menjadi destinasi wisata. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Kalau dijadikan tempat wisata, masyarakat bisa bekerja. Mungkin akan ada UMKM dan berbagai kegiatan lainnya. Rencananya, kawasan ini akan menjadi tempat wisata edukasi,” ujar Tonny kepada media, Kamis (8/5/2025).
Tonny menjelaskan, sebagai penanggung jawab proyek, dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Kepala Desa Siboruon terkait pembangunan homestay. Ia menyebut pihaknya telah menurunkan alat berat ke lokasi setelah mendapat penunjukan lokasi dari dinas terkait.
Tak hanya fokus pada pembangunan, Tonny juga menurunkan alat berat untuk membantu membuka akses jalan desa yang tertimbun longsor akibat curah hujan tinggi. “Pemerintah Desa Siboruon sebelumnya sudah menyurati Dinas PUTR Toba untuk meminjam alat berat, namun belum terealisasi karena alasan antrean. Maka dari itu, kami bantu dengan alat berat yang kami miliki,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Siboruon, Hotman Siahaan, menyampaikan bahwa desa mereka telah ditetapkan sebagai desa wisata berdasarkan SK Bupati Nomor 88 Tahun 2023. Menurutnya, langkah kolaboratif seperti ini sangat diperlukan untuk mendukung potensi wisata desa.

“Kita memiliki potensi air terjun yang sangat indah. Maka dari itu, kita harus mendukung para investor agar bisa ikut membangun destinasi wisata ini,” ungkap Hotman.
Menanggapi kunjungan dari Polres Toba dan Dinas Lingkungan Hidup ke lokasi pematangan lahan, Hotman menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut ingin memastikan legalitas kegiatan yang dilakukan. Ia juga membenarkan bahwa ada kejadian longsor di dekat lokasi proyek.
“Sebagai pemerintah desa, kami sudah membuat surat permohonan bantuan alat berat ke Bupati dan dinas terkait. Namun, karena alat berat di dinas tidak tersedia, kami mengupayakan bantuan dari CV. GEOVANI yang sedang bekerja di sana,” jelasnya.
Hotman juga mengapresiasi kontribusi dari Tonny Sakkan dan timnya. “Berkat bantuan mereka, jalan yang sebelumnya gelap dan sempit kini menjadi terang dan lebar. Ini sangat membantu, dan kita tidak perlu mengalokasikan dana desa untuk pelebaran jalan itu,” pungkasnya.
Reporter: Reno H
Redaktur: Rizal
