Janji Dukungan Tidak Kunjung Realisasi, Pemuda/Pemudi GSJA SYALOM Perumnas Kecewa Di Kepemimpinan Pj Bupati Taput

TAPANULI UTARA.radarinformasi.com-Pemuda-Pemudi Gereja GSJA SYALOM PERUMNAS Pagar Batu mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya kepada Penjabat (Pj) Bupati Tapanuli Utara, Dr. Dimposma Sihombing, Pasalnya, permohonan audiensi dan proposal dukungan kegiatan Natal yang telah diajukan tidak mendapatkan tanggapan serius meski telah dilakukan upaya komunikasi berulang kali.

Ketua Panitia Natal, Amos Derebi, menjelaskan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mencoba menemui ke Kantor Bupati Taput, bahkan menyerahkan proposal secara resmi. Namun, respons yang diterima hanya berupa janji-janji tanpa realisasi. “Bapak Pj Bupati melalui staf-stafnya selalu berjanji, ‘datang besok’, ytetapi saat kami kembali, alasannya selalu berubah. Ini berlangsung hingga berminggu-minggu tanpa kejelasan. Kami merasa seperti ditolak secara halus,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Amos menyoroti bahwa Undang-Undang dan regulasi terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebenarnya mengakomodasi dukungan terhadap kegiatan keagamaan. Salah satu landasannya adalah “Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah”, yang menyebutkan bahwa APBD dapat digunakan untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa Pj Bupati Tapanuli Utara seolah mengabaikan tanggung jawab tersebut.

“Padahal, dalam Pasal 298 ayat (5) UU No. 23 Tahun 2014, telah ditegaskan bahwa belanja daerah dapat digunakan untuk mendukung kegiatan keagamaan sepanjang hal itu sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Sayangnya, Pj Bupati Dr. Dimposma Sihombing tidak hadir sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan kurangnya komitmen beliau dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui dukungan kegiatan keagamaan seperti Natal,” tegas Amos.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya menjadi perpanjangan tangan masyarakat, bukan malah mengabaikan aspirasi yang diajukan dengan itikad baik. “Kami tidak meminta untuk kepentingan pribadi. Perayaan Natal ini adalah upaya kami untuk berbagi kasih dan mendorong nilai-nilai spiritual serta sosial di masyarakat. Namun, yang kami dapatkan hanya janji tanpa bukti,” tambahnya.

Amos berharap kritik ini menjadi refleksi bagi Pj Bupati Dr. Dimposma Sihombing agar lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, terutama terkait dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang penting. “Kami ingin beliau hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat. Jika kehadirannya hanya sebatas formalitas tanpa tindakan nyata, bagaimana masyarakat bisa merasa diperhatikan?” tutupnya.

Melalui kritik ini, Pemuda-Pemudi GSJA SYALOM berharap Pj Bupati Tapanuli Utara segera mengevaluasi diri dan memperbaiki kinerjanya agar selaras dengan amanat undang-undang dan kebutuhan masyarakat. Perayaan Natal bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga momen penting untuk membangun solidaritas, sesuatu yang seharusnya didukung penuh oleh pemerintah.

Reporter : Reno H
Redaktur : Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *