Harga Cabai dan Kedelai Meroket, Konsumen Menjerit

Bogor.radar.informasi.com – Ditengah wabah pandemi Covid-19 yang belum juga usai, Masyarakat Kabupaten dan Kota Bogor kembali diresahkan dengan kenaikan harga bahan sembako, terutama harga cabai rawit dan kedelai yang berdampak pada produksi tahu dan tempe, kenaikan tersebut otomatis menambah beban ekonomi, terutama dikalangan menengah ke bawah, Sabtu (09/01/21).

Dengan adanya lonjakan harga dari kedua komoditas pangan tersebut, membuat sejumlah Pedagang Pasar Tradisionalpun ikut menaikkan harga dan untuk tahu tempe terjadi pengurangan dari ukuran semula. Keluhan Masyarakatpun miris terdengar dimana – mana terutama dampak sangat dirasakan oleh para ibu rumah tangga.

“Saat ini harga cabai sangat melambung, bahkan lebih mahal dari harga daging ayam”, ujar salahsatu Warga.

Muzzakir Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya ( PPJ ) Kota Bogor, saat dikonfirmasi melalui selular mengatakan bahwa, “Untuk harga cabai, harga yang naik signifikan adalah cabai rawit merah (jablay) kisaran 90-120 ribu (untuk pasar bogor 90 ribu, jambu dua 110, gunung batu 100 dan paling mahal di Pasar Sukasari yaitu 120ribu) lonjakan terjadi info dari pedagang karena cuaca, akan tetapi untuk pasokan masih aman”.

“Sementara harga kedelai (tahu dan tempe) rata rata hanya naik sekitar 1000 – 2000 rupiah, ada yang tidak naik akan tetapi ukurannya diperkecil sehingga Pedagang masih tetap menjual, untuk pasokan masih terkendali/aman”, pungkas Muzzakir.

Reporter : DP
Redaktur : Dewi Pelangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *