Polsek Parung Panjang Bersama Unit Laka Lantas Olah TKP Kecelakaan di Parung Panjang

BOGOR.radarinformasi.com – Sabtu, 3 Agustus 2024, sekitar pukul 09:30 WIB, terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Moh Toha, Kampung Cibunar Perweh, Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Insiden ini melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 3428 NGY dan sebuah kendaraan pick-up Gran Max yang identitas pengemudinya belum diketahui.

Korban kecelakaan, Melvin Olivia, yang merupakan pengendara Honda Beat tersebut, mengalami luka ringan pada bagian kaki kanan dan kiri. Melvin (16), yang berdomisili di Kampung Sadangan, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, langsung mendapatkan pertolongan pertama di Klinik Bunda Mulya Parung Panjang.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, Sulaiman (45) dan Celsi (22), kedua kendaraan melaju dari arah Cigudeg menuju Parung Panjang. Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor Honda Beat terjatuh. Pada saat yang bersamaan, kendaraan pick-up Gran Max melaju dan menyebabkan pengendara motor terdorong. Pengemudi pick-up kemudian turun untuk membantu Melvin sebelum melanjutkan perjalanannya.

Unit Lantas Polsek Parung Panjang segera tiba di lokasi untuk melakukan tindakan pertama tempat kejadian perkara (TPTKP). Dalam insiden ini, tidak ada korban meninggal dunia ataupun luka berat dan kerugian materiil juga tidak dilaporkan.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol Dr. Suharto, S.H., M.H., memastikan bahwa situasi arus lalu lintas di kedua arah tetap aman dan kondusif pasca kecelakaan. Upaya pencarian terhadap identitas pengemudi pick-up Gran Max masih dilakukan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Citereup Tengahi Santri Gerebek Kontrakan yang Diduga Tempat Prostitusi Online

BOGOR.radarinformasi.com – Puluhan santri dari Pondok Pesantren Assatropi di Lebak Pasar menggerebek sebuah kontrakan yang diduga digunakan sebagai tempat prostitusi online pada Sabtu 3 Agustus 2024, sekitar pukul 10.30 WIB. Kontrakan tersebut dimiliki oleh Gultom dan terletak di Kampung Lebak Pasar, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Penggerebekan ini dipicu oleh kecurigaan para santri terhadap aktivitas mencurigakan di kontrakan tersebut. Para santri segera berkumpul dan melakukan aksi penggerebekan untuk menghentikan aktivitas yang diduga melanggar norma agama dan hukum. Kejadian ini segera menarik perhatian warga sekitar, yang kemudian ikut berkumpul di lokasi.

Setelah penggerebekan, dilakukan pertemuan darurat antara pemilik kontrakan, tokoh lingkungan, tokoh agama setempat dan anggota Babinkamtibmas Desa Citeureup, Bripka Deni. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah dan mencari solusi terbaik. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pemilik kontrakan harus lebih selektif dalam menerima penyewa. Setiap calon penyewa baru harus dilaporkan kepada Ketua RT setempat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Kapolsek Citeureup, Kompol Victor G. Hamonangan, S.H., M.H., menyatakan bahwa situasi kondusif dapat terjaga berkat kerjasama semua pihak yang hadir. “Kami mengapresiasi tindakan cepat para santri dan dukungan masyarakat. Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memastikan bahwa kontrakan tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum,” ujarnya.

Kompol Victor juga menambahkan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan aktivitas prostitusi online di kontrakan tersebut. Langkah-langkah preventif akan diambil untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di wilayah mereka. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Perhutani Bogor Hadiri Kick Off Gebyar Kemerdekaan Inisiasi Kormi Kabupaten Bogor Bersama AOPGI

BOGOR.radarinformasi.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor hadiri Kick Off Gebyar Kemerdekaan RI ke-79 yang diselenggarakan Kormi (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kab. Bogor bersama AOPGI (Asosiasi Olahraga Pendaki Gunung Indonesia) bertempat di Kawah Ratu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Kamis (01/08). Sabtu (3/8/24)

Hadir pada kesempatan tersebut Perhutani KPH Bogor diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper) Jasinga Leuwiliang Ade Soma beserta jajaran, PJ. Bupati Bogor Asmawa Sitepu, Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Dinas Instansi, Forkompincam Pamijahan, TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak), BPDAS (Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai), BUMD, Kepala Desa Gunung Picung, Pecinta Alam dan Pramuka.

Administratur/Kepala KPH Bogor melalui Ade Soma menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kick Off Gebyar Kemerdekaan RI ke-79 dengan mengadakan kegiatan mendaki puncak Gunung Salak sekaligus dengan pengibaran bendera merah putih. Proses pendakian tidak sampai puncak dikarenakan beberapa pertimbangan sehingga pelaksanaan pengibaran bendera dilakukan di Kawah Ratu dengan Inspektur Upacara PJ. Bupati Bogor.

“Kami menyambut baik undangan yang diberikan dan ini merupakan salah satu wadah untuk silaturahmi di momen yang tepat pada perayaan atau menjelang hari kemerdekaan Indonesia, guna menjalin komunikasi serta hubungan yang baik sehingga dapat menciptakan sinergi yang bersifat membangun”, ucapnya.

Sementara Asmawa Sitepu dalam sambutannya pada upacara pengibaran bendera menyampaikan manifesto lingkungan yang terkait dengan pelestarian sumberdaya alam beserta pemanfaatannya, penataan ruang, penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan,  banjir dan longsor, penanganan sampah serta ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

Kapolsek Tanah Sareal Akan Tindak Tegas Warung Penjual Obat Golongan G di Jl. Kupu-Kupu

BOGOR. radarinformasi. com- Kompol R. Ariani, S.H, selaku Kapolsek Tanah Sareal-Kota Bogor respon cepat terkait keluhan masyarakat dengan adanya warung Obat Golongan G yang ada di wilayah hukumnya, via seluler Ia mengatakan akan secepatnya melakukan lidik demi kenyamanan masyarakat, karena seperti yang kita ketahui pengaruh dari obat-obatan tersebut dapat memicu kenakalan remaja, Sabtu (03/08/24).

Sikap tegas pihak terkait dalam hal ini diharapkan dapat meminimalisir peredaran obat-obat terlarang tersebut sehingga masyarakat dapat terbebas dari pengaruh buruk dampak mengkonsumsi pil haram yang selama ini menjadi ancaman masa depan generasi muda.

“Baik terimakasih atas informasinya, kita akan segera lakukan lidik”, ujar Kompol R. Ariani, S.H.

Warga sekitar juga berharap agar pihak-pihak terkait dapat segera memberantas warung yang berjualan Obat Golongan G karena merasa khawatir dengan perkembangan anak-anak mereka.

” Dengan adanya warung tersebut kan jadi memudahkan anak-anak membeli, maka saya berharap agar secepatnya segera ditertibkan”, ujar salahsatu warga.

Dewi

Tidak Hadir saat Acara, Masyarakat Kecewa Terhadap Bupati Tanjab Barat

Tanjab Barat.radarinformasi.com Masyarakat Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), kecewa terhadap Bupati Tanjab Barat.

Hal itu disebabkan, Bupati Tanjab Barat tidak menghadiri undangan pengajian bulanan majelis tak’lim Alhidayah cabang V (Lima) Pondok Pesantren (Ponpes) Al Baqiyatush Shalihat, di RT 01, Desa Dataran Pinang, Kecamatan Kuala Betara, Sabtu (3/8/2024).

Fandi Muhammad, selaku Masyarakat setempat mengatakan, dirinya sangat kecewa atas ketidakhadirannya Bupati Tanjab Barat, dalam acara pengajian bulanan tersebut.

“Hari ini Kami sangat kecewa dengan bapak Bupati Tanjab Barat. Padahal, Bupati sudah kami undang sejak tempo hari sebelum acara,” ucapnya dengan kesal.

“Sebelumnya kami sangat antusias untuk menghadiri acara tersebut, dikarenakan ingin bertatap muka secara langsung dengan Bupati Tanjab Barat,” tambahnya.

Dikatakan Fandi, sejak mulainya acara tersebut, ratusan masyarakat sudah datang untuk menunggu kedatangan dari Bupati Tanjab Barat. Namun sangat disayangkan, dari awal hingga selesai acara kenyataannya Bupati Tanjab Barat, tidak hadir dihadapan masyarakat.

“Kami sangat kecewa nian, padahal kami berharap Bapak Bupati Tanjab Barat,bisa hadir dihadapan kami,” timpalnya.

Semanta itu, Ketua Panitia Pengajian, Ustad Suhaimi membenarkan bahwa Bupati Tanjab Barat,tidak hadir dalam acara pengajian tersebut.

“Surat undangan sudah jauh hari kami sampaikan. Namun, hingga acara hari ini dilaksanakan pihak dari Bupati Tanjab Barat tidak dapat dikonfirmasi,” sebutnya.

“Kami selaku Panitia sangat malu dengan Jamaah majelis yang begitu antusias hadir dari berbagai Desa Se-Kecamatan Kuala Betara,” pungkasnya.

Reporter : Dani
Redaktur : Dewi

Polsek Cileungsi Bersama Instansi Terkait Cek Lokasi Kebakaran Rumah di Cileungsi Akibat Lilin

BOGOR.radarinformasi.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Perumahan Limuspratama Regency, Blok K. 1/31, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Jumat malam, 2 Agustus 2024. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini diduga disebabkan oleh lilin yang dinyalakan di lantai dua rumah tersebut. Sabtu(3/8/24)

Menurut laporan Kapolsek Cileungsi, Kompol Wahyu Maduransyah Putra, S.T., S.I.K., M.H., kebakaran terjadi saat pemilik rumah, BDH Wisnu Aji, sedang memperbaiki kebocoran di lantai dua dengan bantuan orang tuanya. Karena tidak ada penerangan di lantai tersebut, mereka menggunakan lilin yang diletakkan di atas kursi. Setelah selesai menangani kebocoran, mereka kembali ke lantai satu. Beberapa saat kemudian, mereka mencium bau benda terbakar. Ketika Wisnu Aji kembali ke lantai dua, ia mendapati lemari pakaian sudah terbakar. Usahanya untuk memadamkan api tidak berhasil dan api semakin membesar.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera datang ke lokasi dengan dua unit mobil pemadam. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 30 menit. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun, barang-barang di lantai dua, termasuk furnitur dan elektronik, mengalami kerusakan signifikan.

Saksi dalam kejadian ini adalah Drs. Ij Soetikno, seorang warga yang tinggal di lingkungan yang sama. “Kami mendengar suara ribut-ribut dan melihat api membesar dari lantai dua rumah Wisnu Aji. Kami segera menghubungi petugas pemadam kebakaran,” kata Soetikno.

Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan awal, termasuk menerima laporan, mendatangi dan melakukan olah TKP, mendokumentasikan kejadian, serta mencari keterangan dari saksi-saksi di TKP. Personel Polsek Cileungsi yang terlibat dalam penanganan kebakaran ini di antaranya adalah Kompol Wahyu Maduransyah Putra, S.T., S.I.K., M.H., Iptu Wardi, SH (Panit BINMAS/Pawas), Iptu Ari Badau D. W, S.H. (Panit Reskrim), Aipda Harry Aprianto, SH, Aipda Eri Sugiarto, SH, Aipda Saekah dan Bripka Asyar Pranata, SH.

“Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari lilin yang digunakan di lantai dua. Kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran ini,” ujar Kapolsek Cileungsi Kompol Wahyu Maduransyah.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada terhadap penggunaan lilin atau sumber api lainnya untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Tawuran Antar Pelajar Berujung Maut, Polsek Leuwiliang Lakukan Penyelidikan

BOGOR.radarinformasi.com – Aksi tawuran antar pelajar kembali terjadi dan menelan korban jiwa. Pada Jumat malam, 2 Agustus 2024, sekitar pukul 21.00 WIB, dua kelompok pelajar dari SMK Wilayah Cibungbulang dan SMK Wilayah Leuwiliang terlibat dalam bentrokan di Jl. Baru Kampung Moyan, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Sabtu (3/8/24)

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto, S.H., M.H, menyatakan bahwa bentrokan tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh kedua kelompok pelajar. Pertikaian yang berlangsung sengit ini mengakibatkan seorang yang bukan pelajar, namun terlibat dalam tawuran, meninggal dunia akibat luka yang disebabkan oleh benda tajam.

Pelapor kejadian ini adalah Karsono Sidik, seorang warga yang tinggal di Kampung Cibeureum, Desa Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Saksi-saksi yang berada di lokasi dan memberikan keterangan kepada pihak Kepolisian Polsek Leuwiliang adalah MR alias Dadan (16) dan RN (16), keduanya adalah pelajar dari Kecamatan Cibungbulang.

Tempat kejadian berada di jembatan Jalan Baru, Kampung Moyan, Desa Leuwiliang, yang menjadi lokasi tawuran. Pihak kepolisian segera mengambil langkah-langkah penanganan, termasuk menerima laporan polisi, mendatangi dan melakukan olah TKP, serta mengajukan permohonan visum et repertum atau otopsi terhadap korban.

Kompol Agus Supriyanto, S.H., M.H, juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik tawuran ini. “Kami akan bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa di masa mendatang,” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat, terutama para pelajar, lebih berhati-hati dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Pihak kepolisian akan terus menindaklanjuti penyelidikan atas peristiwa ini.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Warung Sembako Penjual Obat Golongan G di Tanah Sareal Mulai Resahkan Warga

BOGOR.radarinformasi.com- Bak jamur di musim penghujan, Kota Bogor kembali marak warung Obat Golongan G, dengan berkedok warung sembako, ruko berwarna hijau yang terletak di Jalan Kupu-kupu, gg.jarum no.06,Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal tersebut dengan bebas bertransaksi pil haram perusak generasi muda, Sabtu (03/08/24).

Himbauan dari Kapolresta Bogor seolah hanya dianggap angin lalu belaka, para pelaku usaha tersebut seolah merasa dirinya kebal hukum dan tidak takut dengan ancaman yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Sementara untuk pengedar bisa dikenakan Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen (UU No. 8 tahun 1999).

Sangat disayangkan juga aparatur setempat seolah tidak mengetahui adanya warung sembako yang nyambi jualan obat Golongan G tersebut, salahsatu warga yang enggan disebutkan namanya mulai merasa resah dengan keberadaan warung baru tersebut, Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak-pihak terkait.

Sementara itu saat radarinformasi.com menyambangi warung tersebut, penjaga mengatakan bahwa dirinya hanya bekerja.

“Saya cuma kerja kalau pemiliknya namanya pak F, cuma saat ini ga bisa dihubungi, nanti saya coba hubungi korlapnya ya untuk lebih jelasnya”, ujar penjaga toko.

Namun hingga berita ini ditayangkan warung tersebut masih bebas beroperasi dan pemilik warung juga belum dapat dikonfirmasi.

Dewi

Polsek Cisarua Bersama Unit Laka Lantas Tangani Kecelakaan Bus di Cisarua

BOGOR.radarinformasi.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Alternatif Taman Safari, Kampung Panjang Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 3 Agustus 2024, sekitar pukul 05.00 WIB. Kecelakaan ini melibatkan sebuah bus yang mengakibatkan beberapa penumpang mengalami luka-luka.

Kapolsek Cisarua, Kompol Eddy Santoso, S.Pd., M.H, melaporkan bahwa bus dengan nomor polisi DK 7359 AJ disewa oleh rombongan keluarga yang berjumlah sekitar 30 penumpang. Mereka berangkat dari Rawabelong, Jakarta Barat, menuju Villa Putih HMA di Kampung Pakancilan, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk menghadiri acara keluarga.

Saat melintasi Jalan Alternatif Taman Safari, rem bus tersebut diduga mengalami kerusakan hingga mengakibatkan kecelakaan. Bus keluar jalur dan menabrak pembatas jalan.

Supir, E (41), merupakan seorang warga Rawabelong, sedangkan kondektur, D (37), merupakan warga tambora. Insiden ini menimbulkan beberapa korban luka-luka, diantaranya :

1. M, mengalami luka di kepala (dirawat di RSPG).
2. L, mengalami sesak di dada (dirawat di RSPG).
3. AS, 19 tahun, mengalami rasa nyeri di kepala (sudah pulang dari RSPG).
4. A, 31 tahun, mengalami dislokasi bahu kanan (dibawa ke ahli patah tulang).
5. S, 22 tahun, mengalami luka di wajah, kepala, dan bibir (dirawat di RSPG).
6. L, 40 tahun, mengalami luka di kepala dan rasa nyeri di dada (dirawat di RSPG).
7. D, 28 tahun, mengalami luka pada kaki dan rasa nyeri di dada (dirawat di RSPG).
8. F, 17 tahun, mengalami rasa nyeri di leher (dirawat di RSPG).
9. A, 8 tahun, mengalami luka di kaki (dirawat di RSPG).

Polisi telah mengambil beberapa tindakan, termasuk menerima laporan, mengecek tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mengamankan supir dan kondektur, serta melaporkan kejadian ini kepada atasan.

“Para penumpang yang selamat telah dievakuasi dan diberikan trauma healing oleh personil Polsek Cisarua dan personel Koramil Cisarua Megamendung,” ujar Kapolsek Cisarua Kompol Eddy Santoso.

Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Bantuan TJSL Perhutani Bogor diberikan untuk Penunjang Pendidikan dan Instalasi Air Bersih

BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor berikan bantuan TJSL Non PUMK (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Non Pendanaan Usaha Mikro & Usaha Kecil), bertempat di Kantor Perhutani KPH Bogor untuk penunjang pendidikan di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwi Sadeng dan instalasi air bersih di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (02/08/24). 

Hadir pada penyerahan bantuan tersebut Administratur/Kepala KPH Bogor Muhadi, Wakil Administratur Bogor Erlandi, Kepala Seksi Keuangan, SDM, UM dan IT Wanti Hadi Kusumawati, Kepala Subseksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan Syafrilis bersama Kepala Subseksi Keuangan Ali Mansyur serta penerima bantuan TJSL Non PUMK Sekretaris Yayasan Bumi Indah Lestari Bobby Khana dan Ketua Masyarakat Pemakai Air Gunung Nurjaya.

Dalam kesempatan tersebut Muhadi menyampaikan agar bantuan TJSL yang sudah diberikan dapat digunakan dengan baik dan berharap manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh pihak penerima.

“Walaupun untuk nominal bisa relatif tetapi ini merupakan wujud komitmen serta kepedulian dari Perhutani terkait bidang Pendidikan atau untuk perbaikan sarana Pendidikan di PAUD Amaliah kelola Yayasan Bumi Indah Lestari senilai Rp 15.000.000,- dan kepada masyarakat, khususnya yang ada keterkaitan dengan hutan yang memanfaatkan air gunung di Desa Puraseda untuk keperluan sehari-hari, kami berikan bantuan berupa uang senilai Rp 20.000.000,- peruntukkan instalasi pipanisasi air bersih agar suplai air bisa lancar dan terdistribusi dengan baik”, tuturnya. 

Sementara Bobby dan Nurjaya menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian bantuan TJSL oleh Perhutani KPH Bogor. 

“Semoga Perhutani semakin maju dan dapat berkontribusi kembali pada pendidikan khususnya anak usia dini”, ucap Bobby. 

Selanjutnya Nurjaya berharap agar Perhutani bisa kembali membantu dalam pipanisasi air bersih pada daerah yang belum memiliki instalasi air bersih. 

Reporter   : Maulana

Redaktur   : Dewi