PPD 1 Kabupaten Bogor Menghimbau agar Memahami Fungsi dan Tugas Pendamping Desa

PPDI Kabupaten Bogor Menghimbau agar Memahami Fungsi dan Tugas Pendamping Desa

BOGOR. radarinformasi – Pendamping Desa adalah sebuah jabatan dibawah Kementrian Desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi Indonesia yang pembentukannya berdasarkan UU Desa, yang bertugas untuk meningkatkan keberdayaan Masyarakat disebuah Desa, Minggu (08/08/2020).

Bendahara Persatuan Perangkat Desa Indonesia Kabupaten Bogor, Ujang Munawar disela – sela kegiatan memberikan keterangan dengan adanya Pendamping Desa , diharapkan bisa membantu Pemerintah Desa dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemerintah desa diantaranya, mendampingi desa dalam perencanaan , pelaksanaan , dan pemantuan terhadap pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Fungsi Pendamping Desa yaitu mendampingi desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa , pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna , pembangunan sarana prasarana desa dan pemberdayaan masyarakat desa serta melakukan peningkatan kapasitas bagi pemerintahan desa, lembaga ke masyarakatan desa dalam hal pembanguna dan pemberdayaan masyarakat desa”, ujarnya.

Masih menurutnya, tugas Pendamping Desa juga melakukan pengorganisasian didalam kelompok – kelompok masyarakat desa , melakukan peningkatan kapasitas bagi Kader . pemberdayaan masyarakat desa dan mendorong terciptanya Kader – kader pembangunan desa yang baru.

Selain itu juga mendampingi desa dalam pembangunan kawasan perdesaan secara partisipatif dan melakukan koordinasi pendampingan di tingkat Kecamatan dan memfasilitasi laporan pelaksanaan pendampingan oleh Camat kepada Pemerintah daerah Kabupaten / Kota .

Maka dari itu fungsi Pendamping Desa harus di ketahui oleh masyarakat terutama Pemerintahan Desa.

( Cahya )

Pemdes Lemah Duhur Tetap Jalankan Protokol Kesehatan dalam Penyaluran BLT DD Tahap III

Untuk menghindari adanya kerumunan dan penyebaran Virus Covid 19, Pemerintah Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahap 3 dengan cara penjadwalan dalam pengambilannya.

Sehingga tidak terjadi antrian yang signifikan, selain itu juga tiap Keluarga Penerima Manfaat diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk ruangan. Ujang Najmudin selaku Kepala Desa mengatakan bahwa Masyarakatnya hampir 100% tercover Bantuan Sosial yang terdiri dari beberapa pintu.

Warga Pasir Muncang sangat Antusias dalam Pengambilan BLT DD Tahap III

Dampak di Masyarakat Desa pasir Muncang, Kecamtan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat di era Pandemi Covid 19 ini begitu terasa, hal itu terlihat dari antusias Warga saat Bantuan Langsung Tunai tahap tiga (3) mulai disalurkan, mereka rela mengantri untuk menunggu namnya dipanggil oleh Petugas Penyalur.

Yudi Wahyudin selaku Kepala Desa sudah menegaskan kepada Warganya agar saat proses pengambilan Masyarakat diharapkan mematuhi protokoler kesehatan untuk mencegah adanya penularan Covid 19, bahkan melibatkan Linmas, Babinsa dan juga Bhabinmas agar tidak terjadi kerumunan massa

Sekdes Caringin : Bagi RT dan RW Tidak Boleh Ambil Kebijakan dengan Alasan Pemerataan Penyaluran BLT

Masyarakat Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tampak sumringah dengan adanya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahap 3 yang disalurkan di Aula Kantor Desa. Untuk pengambilannya mereka tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Faisal Akmali selaku Sekretaris Desa, yang mendampingi Masyarakat saat pengambilan bantuan berpesan kepada para RT dan RW agar tidak mengambil kebijakan sendiri apapun itu alasannya untuk menghindari adanya tumpang tindih bagi para Penerima,

Ia juga berharap agar Masyarakat yang belum sama sekali mendapat bantuan agar bersabar dan secepatnya ada solusi sehingga benar – benar ada pemerataan, karena sampai saat ini masih ada Warga yang belum tersentuh dan pihak Pemerintah Desa memilih Warga yang benar – benar harus masuk Skala Prioritas.

RTLH Desa Lemah Duhur mulai di Realisasikan

Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya untuk mengentaskan kemiskinan agar Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju, salahstu strategi kunci untuk pengurangan kemiskinan dan inisiatif pembangunan perdesaan dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat, diantaranya menyediakan rumah yang layak untuk Masyarakat.

Sejak tahun 2009 program Rumah Tidak Layak Huni telah diluncurkan dengan tujuan agar Masyarakat berpenghasilan Rendah dapat menempati rumah yang nyaman, aman dan bersih.

Kali ini tujuh (7) Kepala Keluarga di Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tampak sumringah karena bantuan yang mereka harapkan sudah bisa direalisasikan. Antusias mereka terlihat dari besarnya rasa gotong – royong yang ada di Masyarakat.

Pembentukan Panitia Pilkades Citeko Berjalan Tertib dan Kondusif

Badan Permusyawaratan Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar Musyawarah Desa untuk pembentukan dan penetapan serta pelantikan 9 anggota Panitia Pilkades, dimana ke -9 anggota tersebut diajukan dari Perangkat Desa, elemen kemasyarakatan maupun organisasi seperti Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Panitia yang nantinya akan mengisi kursi kepanitian Pilakdes harus bersifat netral, tidak ada unsur keberpihakan kepada salah satu Kandidat Calon Kepala Desa. Hal ini dibuktikan dengan melakukan sumpah dengan bersaksi dibawah kitab suci Al-Qur’an.

Dalam musyawarah Desa tersebut juga di hadiri oleh Deni Humaedi selaku Camat Cisarua dan Badrudin PJS Desa Citeko, diakhir acara dilakukan pemilihan Ketua Panitia, Wakil Ketua, Srkretaris dan juga Bendahara. Ketua BPD berharap agar saat pelaksanaan Pilkades nanti dapat berjalan aman, tertib dan kondusif, tetap berprinsip meski berbeda pilihan tetap satu tujuan.

 

Sosialisasi Pelatihan Aplikasi Desa Melawan Covid 19 Guna Menginput Data Real Time Kondisi Desa

Guna membantu tim Relawan Desa dalam melaksanakan kegiatan dan aktifitasnya, serta memberikan edukasi dan informasi secara real time tentang Covid-19 kepada Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat dalam menentukan kebijakan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, Kementrian Desa meluncurkan Aplikasi Desa Melawan Covid 19 (eDMC-19).

Kali ini dua Kecamatan yang berada di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Megamendungpun mengikuti pelatihan eDMC -19 dengan tujuan agar dapat memonitor proses dan hasil penginputan data sekaligus mengetahui kondisi desa dan Operator untuk menginput data pada aplikasi.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Operator Desa mampu menahami fitur-fitur Aplikasi eDMC, karena dalam setiap fitur-fitur yang ada terdapat beberapa isian yang harus diisi oleh operator aplikasi.

Polsek Cibadak bersama Muspika Gelar Razia Knalpot Racing

Sukabumi. radarinformasi.com – Polsek Cibadak Polres Sukabumi menggelar Razia kendaraan yang menggunakan Knalpot Racing didepan Mako Polsek Cibadak, Kamis (06/08/20).

Kegiatan penindakan Knalpot Racing dilaksanakan oleh : Kapolsek, Camat, Danramil, Lurah, Para Kanit, 10 Personil Anggota Polsek, 6 Personil Anggota Koramil, 5 Personil Anggota Dishub, 5 Personil Anggota Damkar, 4 Anggota BPBD, 2 Personil Anggota Satpol PP Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan dan penindakan kendaraan yang menggunakan Knalpot kebisingan suara sesuai pasal 285 ( b) UU.no 22 tahun 2009, alhasil sejumlah 30 kendaraan penindakan dengan rincian sbb, BB Knalpot 20 buah, BB dengan Tilang, S I M 2 buah, STNK 8 buah.

Kapolsek Cibadak KOMPOL H. Hadi Santoso. SE., MSI, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk upaya himbauan kepada Masyarakat agar dapat tertib serta untuk bersama – sama terciptanya kesadaran Masyarakat tentang tata tertib berlalu lintas sehingga terciptanya Kamtibcarlantas di wilayah Kabupaten Sukabumi.

” Kegiatan ini merupakan bentuk upaya kesadaran masyrakat dalam mentaati tata tertib lalu lintas”, tukas Kapolsek.

(Ujang Ruswandi)

Kabaharkam Polri Cek Lokasi Lahan Tidur yang Akan Dimanfaatkan untuk Ketahanan Pangan

Subang. radarinformasi.com  – Kabaharkam Polri Komjen  Pol. Agus Andrianto cek lokasi pemanfaatan lahan kurang produktif untuk gerakan ketahanan pangan TNI-POLRI di Subang, Jawa Barat, Kamis ( 06/08/2020).

“Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengatakan bahwa akan terjadi kelangkaan pangan bila negara di dunia tidak siap untuk antisipasi masalah pangan, sehingga Indonesia menyiapkan untuk ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang kurang produktif menjadi produktif,” terang Komjen Pol. Agus Andrianto.

Lebih lanjut Kabaharkam Polri mengatakan bahwa luas areal yang dicek pengelolaan oleh BUMN Sang Hyang Seri sekitar 3200 ha, rencana yang akan dibudidayakan sekitar 250 ha.

“Kalau di Subang satu (1) lahan milik BUMN 3200 ha lebih, sementara Kabupaten Subang ada 30 Kecamatan, tentu ini bisa menjadi lumbung ketahanan pangan”, sambung Komjen Agus.

 

Menurut Bupati Subang  H. Ruhimat  rata – rata per-Kecamatan ada 100 hektar lahan tidur berarti sudah 6000 hektar lebih.

“Saya himbau kepada Bupati Subang agar mengajak Dandim, Kapolres dan Stakeholder lainnya di Kabupaten Subang untuk sinergi dalam pemanfaatan dan optimalisasi lahan untuk ketahanan pangan”, ujar Komjen Agus.

Komjen Agus juga menyampaikan harapannya agar sinergitas dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional dapat terjalin dengan baik.

Dengan sinergitas dan soliditas yang kuat Insya Allah ini bisa kita kembangkan untuk ketahanan pangan.

“Gerakan ketahanan pangan akan terus kita support dalam rangka meningkatkan hasil produksi dan menggeliatkan kembali pertanian, agar Masyarakat mau kembali bertani, karena profesi Petani adalah profesi mulia.”, tutup Komjen Agus.

 

Sumber   : Baharkam Polri

Ujang Ruswandi